Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh _monggo pinarak ingkang sekeco_

Sabtu, 11 Desember 2010

WARISAN AZAZIL (SOMBONG)

Dimasa sebelum Alloh SWT menciptakan makhluk berjenis manusia, salah satu jenis makhluk-Nya dari bangsa jin bernama " AZAZIL " sempat mencapai keutamaan di sisi Alloh yang amat sangat luar biasa.
Bayangkan! 185.000 tahun, ia pergunakan untuk berbakti ke kehadhirot Alloh SWT.

Dirinya benar-benar mencapai tingkat tawadhu yang sangat tinggi kepada Alloh SWT.
Ia tanpa sedikitpun menyombongkan diri, tunduk khusyu' pasrah atas tata aturan Alloh SWT.
Segala potensi, ia kerahkan untuk mujahadah bertaqorub kepada Alloh SWT.

Prestasi ibadahnya luar biasa.
Seluruh jin ia tinggalkan jauh di belakang.
Bahkan kualitas mujahadahnya, ia percaya Alloh selama 40.000 tahun menjadi juru kunci surga, 80. 000 tahun, beribadah bersama-sama dengan malaikat, 20.000 tahun menjadi dosen para malaikat, 30.000 tahun menjadi rajanya malaikat karubiyyin, 14.000 tahun berthowaf mengeliling arasy, 1. 000 tahun menjadi pimpinan segala ruh.

Kualitas Azazil dalam ketawadhu'an belumlah mencapai puncak.

Alloh SWT masih hendak menguji kehebatan pengabdiannya.

Saat itu, Alloh memerintahkan bangsa malaikat dan jin untuk bersujud – menghormat kepada Adam, makhluk yang baru diciptakan Alloh.

Semuanya bersujud – menghormat kecuali "Azazil" yang merasa emoh untuk melakukannya.

Ia tidak bisa menerima kenyataan tersebut, Azazil merasa sebagai senior yang harus menghormati , bukan sebaliknya.

Sikap ogah-ogahan ini tentu ada sumbernya, yang tak lain adalah tumbuh berkembangnya sifat SOMBONG dalam hatinya. Azazil merasa lebih dari Adam, ia merasa punya kelebihan pada sisi lain yaitu asal kejadiannya.
Itulah pengakuannya ketika ditanya oleh Alloh SWT, kenapa dia menolak sujud kepada Adam.

Itulah dosa dan maksiat pertama yang dilakukan oleh makhluk kepada kholiknya.

Itu pulalah yang menjadi sumber dan benih penyakit lain yang menular atau ditularkan kepada manusia.

Penyakit itu menjalar begitu cepat, sehingga generasi manusia yang kedua saja dosa sudah terulang dengan sempurna.

Dan sejak saat itu pula Azazil terusir dari kebersamaannya dengan Alloh SWT dan bergantilah nama menjadi IBLIS yang setiap saat bergentayangan mencari mangsa untuk menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan.

SOMBONG, Sumber Pembawa Bencana, Kekayaan, kekuasaan, kedudukan atau jabatan biasanya dapat menjadi sumber timbulnya kesombongan pada diri manusia.

Selain itu anugerah Alloh berupa kepandaian dapat menjadi penyebab terjangkitnya seseorang dengan kesombongan.

Siapakah gerangan orang yang sombong itu ?

Yaitu mereka yang menolak kebenaran, merendahkan orang lain, merasa lebih tinggi dari pada orang lain, mengingkari hak-hak orang lain dan bertindak sewenang-wenang dengan menganiaya orang lain.
Menolak kebenaran, pengingkarannya terhadap kebenaran dan penentangannya dengan keras kepala dan merasa tinggi kedudukannya.

Sedangkan merendahkannya terhadap orang lain ialah menganggap remeh yang lainnya, enggan berbicara apabila dianggap tidak sederajat.

Tipe orang seperti inilah yang tidak akan mencium baunya surga, sedangkan Alloh Yang Maha Lemah Lembut menciptakan surga yang tidak menginginkan kesombongan dan kerusakan di muka bumi.

Rosululloh SAW bersabda : " Tidak akan masuk sorga yang di dalam hatinya ada sebobot biji sawi kesombongan" (Mizanul Kubro juz Awal : 164

Mengapa hukuman sombong terlalu amat sangat berat dari yang lainnya..?
Karena merebut sifat Alloh Yang Maha Besar.
Malah merasa lebih besar dari Alloh.
Sifat sombong hanyalah Alloh sendiri yang berhak menyandangnya karena Dia-lah Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi, Yang Maha Kuasa atas hamba-hamba-Nya, dan tidak ridho hamba- hamba-Nya bersekutu dengan-Nya dalam sifat ini.

Sombong diharamkan oleh Alloh SWT atas manusia, karena sifat itu merupakan akhlak yang sangat tercela.

Orang yang mempunyai sifat sombong-pun tidak akan sampai kehadhirat Ilahi.

Padahal ini merupakan sorga yang paling diidamkan oleh siapapun.

Begitu beratnya ancaman bagi orang-orang yang sombong hingga kita harus berhati-hati agar tidak terjebak ke arah sifat tersebut yang setiap saat bisa mempengaruhi hati kita.

[] Wallohu'alam..


dinukil dari "Nuqthoh"

Tidak ada komentar: