Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh _monggo pinarak ingkang sekeco_

Selasa, 26 Juli 2016

Doa Akan Melahirkan

ﺤﻨﺎ ﻭﻟﺪﺖ ﻤﺭﻴﻡ ﻭﻤﺭﻴﻡ ﻭﻟﺪﺖ ﻋﻴﺴﻰ ﺍﺨﺮﺝ ﺍﻴﻬﺎ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺪ ﺒﻗﺪﺮﺓ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﻌﺒﻮﺪ 

" Hannaa Waladat Maryama Wa Maryama Waladat 'Iisaa Ukhruj Ayyuhal Mauluudu Biqudrotil Malikil Ma'buudi ". 

" Hana melahirkan Maryam, sedangkan Maryam telah melahirkan 'Isa. Keluarlah (lahirlah) hai anak dengan sebab kekuasaan Raja (Allaah) yang disembah ". Dibaca saat proses persalinan sebanyak-banyaknya oleh ibu yang akan melahirkan dan orang-orang yang hadir di saat persalinan.

Selasa, 07 Juni 2016

Gegaraning Wong Akrami

fGegaraning wong akrami
Dudu bandha dudu rupa
Amung ati pawitané
Luput pisan kena pisan
Lamun gampang luwih gampang
Lamun angèl, angèl kalangkung
Tan kena tinumbas arta

Gelas= tugel gak kena dilas

Cengkir = Kencenging pikir

Tebu = Anteping kalbu

Kuping = Kaku tur njepiping

Syarat / modal orang membangun rumah tangga, Bukan harta bukan rupa, Hanya hati bekalnya, Gagal sekali itu berhasil ya sekali itu, Jika mudah maka sangatlah mudah, Jika sukar maka teramat sukar, Tidak bisa dibeli dengan uang (kebahagiaan rumah tangga tersebut.

Kita perhatikan wejangan tersebut diatas. Sebagai modal pokok membangun kehidupan berumah tangga bukan pada banyaknya harta yang dimiliki dan juga bukan karena ketampanan atau kecantikan yang dipunyai.
Mengapa ?
Karena harta dan wajah hanya barang titipan, sebagai anugerah ilahi.
Harta bisa dicari. Harta bisa sedikit dan bisa bertambah banyak.
Sedangkan rupa wajah lebih labil lagi.

Dengan bertambahnya usia maka ketampanan dan kecantikan ikut tergerus dimakan umur.
Modal utama adalah hati.
Bukan pengertiannya hanya cinta belaka.
Namun hati disini lebih merujuk pada niat, tekat dan semangat.
Sebaik-baik niat berumah tangga adalah karena Allah semata sebagai perwujudan ibadah, yaitu untuk membangun rumah tangga demi menjalankan tugas kekhalifaahan di muka bumi ini.
Dan, tentu saja bagi muslim, pernikahan adalah sunah rasul yang mulia.

Sabtu, 28 Mei 2016

DELAPAN GOLONGAN YANG AKAN MENDAPATKAN KEMULIAAN DI SISI ALLAH SWT

Delapan golongan yang akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT.
Mereka akan mendapatkan balasan berupa surga dengan kenikmatan yang
tidak ada batasnya
Golongan pertama yang akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah adalah
orang-orang yang rendah hati. Mereka yang rendah hati dan tidak
sombong menjadi orang yang sangat dimuliakan Allah.
Golongan yang kedua adalah golongan orang-orang yang rajin menunaikan
shalat tahajjud. Sebagaimana telah dijelaskan didalam Al-Quran bahwa,
"Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada
Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri." (QS. Al-Furqan : 64)
Mereka yang rajin bersedekah
Mereka yang rajin bersedekah juga termasuk golongan yang akan
mendapatkan kemuliaan Allah SWT. Sebagaimana sudah dijelaskan bahwa
bersedekah adalah suatu ibadah yang sangat mulia yang jika dilakukan
akan mendatangkan safaat.
Mereka yang tidak mempersekutukan Allah SWT, tidak membunuh orang yang
diharamkan Allah terkecuali dengan alasan yang benar dan tidak
berzina.
Mereka yang tidak memberikan kesaksian palsu dan meninggalkan
perbuatan yang tidak bermanfaat.
Mereka yang bersungguh-sungguh akan peringatan Allah SWT
Mereka yang bersungguh-sungguh setelah diberi peringatan oleh Allah
juga termasuk mereka yang akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah
SWT. Mereka tidak akan bersikap seperti orang-orang yang tuli dan
buta.
Mereka yang senantiasa berdoa meminta dikarunia keluarga yang sakinah
Dan golongan yang terakhir adalah mereka yang senantiasa berdoa untuk
meminta agar dikaruniai keluarga yang sakinah.
"Dan orang-orang yang berkata, Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami
pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan
jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
Itulah dia ke delapan golongan yang akan mendapatkan kemuliaan di sisi
Allah SWT. Mereka akan mendapatkan balasan berupa surga dengan
kenikmatan yang tidak batasnya. Semoga kita termasuk dari salah satu
golongan tersebut. Amiinnn…

Kamis, 26 Mei 2016

BERSEDEKAH


قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشآءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَه۫ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُه۫ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ

Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)".
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.(Q.S. 34 Saba' 39)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw bersabda:
"Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya." (H.R. Muslim no. 6757).

SILATURRAHMI

يآ أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرْاً وَّنِسَاءً وَاتَّقُواْ اللهَ الَّذِيْ تَسآءَلُوْنَ بِه۪ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْباً

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-Mu yang telah mencipta kan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.
Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi.
Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.(Q.S. 4 An Nisaa' 1)

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِى أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ.

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al-Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda:

"Barang siapa ingin lapangkan pintu rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi.
(H. R. Bukhari no. 5987 dan Muslim no. 6688)