Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh _monggo pinarak ingkang sekeco_

Selasa, 16 Februari 2021

Dzikir La Ilaha Illalloh

 Dzikir لا إله إلا الله 

Minimal 100x Sehari

Keistimewaan Dzikir La Ilaha Illallah

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan :

“Kalimat Tauhid (La Ilaha Illallah) memiliki keutamaan yang sangat agung yang tidak mungkin bisa dihitung.”

Keistimewaan Dzikir La Ilaha Illallah, zikir tahlil “La Ilaha Illallah”,


1. Laa Ilaha Illallah Menjadi Kunci Surga

Kalimat ‘La ilaha illallah’ merupakan harga surga, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda : 

“Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘la ilaha illallah’, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Dawud no. 1621)


2. Dzikir Laa Ilaha Illallah Adalah Kebaikan dan Dzikir yang paling Utama.

Kalimat ‘La ilaha ilallah’ adalah kebaikan yang paling utama.


Abu Dzar berkata : 

”Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka.”


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 “Apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapatkan sepuluh yang semisal.”


Lalu Abu Dzar berkata lagi : 

“Wahai Rasulullah, apakah ‘la ilaha illallah’ merupakan kebaikan?” 


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

”Kalimat itu (laa ilaha illallah, pen) merupakan kebaikan yang paling utama. 

Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan.”


Kalimat ‘La ilaha illallah’ adalah dzikir yang paling utama.


Dari Jabir radhiyallohu ‘anhu , dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda : 

“Dzikir yang paling utama adalah la ilaha illallah, dan doa yang paling utama adalah alhamdulillah.

”(HR. Ibnu Majah, An Nasa’I – Shohih Targhib wa Tarhib : 1526 )


3. La Ilaha Illallah Menjadi Pelindung Api Neraka

Kalimat ‘La ilaha ilallah’ adalah pelindung api neraka.

Dari Umar rodhiyallohu ‘anhu ia berkata : 

Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sungguh aku akan mengajarkan sebuah kalimat, tidaklah seorang hamba mengucapkannya dengan benar dari hatinya, lalu ia mati diatas keyakinan itu, kecuali (Allah) mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Yaitu kalimat laa ilaha illallah.”

 (HR. Hakim – Shohih Targhib wa Tarhib : 1528 ).


Suatu saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam mendengar muadzin mengucapkan ‘Asyhadu alla ilaaha illallah’. 

Lalu beliau mengatakan pada muadzin tadi, “Engkau terbebas dari neraka.” 

(HR. Muslim no. 873)


4. Laa Ilaaha Illallah Menjadi Jaminan Masuk Syurga


Dari Zaid bin Arqam Radiallahuanhu meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya :

“Barangsiapa yang mengucapkan ‘La ilaha illallah’ dengan ikhlas, dia akan dimasukkan ke dalam syurga.”


Lalu ditanya kepada baginda SAW :

“Bagaimanakah yang dimaksudkan dengan ikhlas itu?” 


Rasulullah SAW bersabda :

“Ikhlas itu ialah yang mencegah dari melakukan perbuatan-perbuatan yang haram.” 

(Hadis riwayat at-Tabarani)


5. Laa Ilaaha Illallah Adalah Dzikir Dan Perantara Doa


Kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ adalah dzikir dan perantara doa.


Dari Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallohu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

Musa berkata : 

Wahai Tuhanku ajarkanlah kepadaku sesuatu, yang aku akan berdzikir dan berdoa kepada-Mu dengannya. 


Allah berfirman: Wahai Musa ucapkanlah Laa ilaaha illallah.


Musa berkata: Wahai Tuhanku seluruh hambaMu mengucapkan kalimat ini.


Allah berfirman: Wahai Musa ! Seandainya langit tingkat tujuh dan apa yang ada didalamnya serta bumi tingkat tujuh selain Aku diletakkan di suatu timbangan, dan laa ilaaha illallah diletakkan di timbangan yang lain, maka akan berat timbangan laa ilaaha illallah.” 

(HR. Ibnu Hibban, Hakim – Fathul Bari : 11/28 )


6. Laa Ilaaha Illallah Dzikir Yang Menunda Kiamat


Kalimat ‘Laa ilaaha ilallah’ menunda kiamat.


Dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu ia berkata :

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Tidak akan terjadi kiamat (apabila) masih ada orang yang menyebut laa ilaaha illallah”. 

(HR. Ibnu Hibban, – Ta’liqotul Hisan: 6809, Ash Shohihah: 3016)


7. Baca Laa Ilaaha Illallah 100 Kali Sehari

Ini Keutamaannya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ؛ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، في يَوْمٍ مِئَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وكُتِبَتْ لَهُ مِئَةُ حَسَنَةٍ ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِئَةُ سَيِّئَةٍ ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزاً مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِي ، وَلَمْ يَأتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ رَجُلٌ عَمِلَ أكْثَرَ مِنْهُ


“Barangsiapa mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR 

(tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya)

 Dalam sehari seratus kali, itu sama pahalanya dengan membebaskan sepuluh hamba sahaya dan dituliskan untuknya seratus kebaikan, serta dihapuskan dari dirinya seratus kejelekan (dosa). 


Dzikir itu juga penjaga dirinya dari gangguan setan pada hari itu sampai sorenya. 

Dan tidak ada seorang pun yang datang membawa amal yang lebih baik daripada yang ia bawa, kecuali ada orang yang beramal lebih banyak daripada dirinya.”

وقال : مَنْ قَالَ سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ ، في يَوْمٍ مِئَةَ مَرَّةٍ ، حُطَّتْ خَطَايَاهُ ، وَإنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ

Beliau juga bersabda : “Barangsiapa yang mengucapkan SUBHANALLAHI WA BI HAMDIH (Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya) sebanyak seratus kali sehari, terhapuslah dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Bukhari, no. 6403 dan Muslim, no. 2691)


Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَالَ لا إلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ ؛ وَلَهُ الحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، عَشْرَ مَرَّاتٍ . كَانَ كَمَنْ أعْتَقَ أرْبَعَةَ أنْفُسٍ منْ وَلَدِ إسْمَاعِيلَ


“Barangsiapa mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Maha kuasa atas segala sesuatunya) sebanyak sepuluh kali, maka ia seperti orang yang telah memerdekakan empat jiwa dari anak keturunan Isma’il.”

 (HR. Bukhari, no. 6404 dan Muslim, no. 2693)


Keistimewaan Dzikir La Ilaha Illallah

Inti Dari Segala Dzikir


Imam Haddad berkata:

Jadikanlah kalimat tauhid Laa ilaaha illallah sebagai wirid yang senantiasa kau baca. Sesungguhnya kalimat ini adalah ruh (pokok) dari segala dzikir, dan kepadanya kembali seluruh dzikir. Makna semua dzikir juga tercakup di dalam kalimat tauhid ini.


Jika ada waktu luang dan bingung mau membaca dzikir apa, ambillah kalimat tauhid sebagai dzikir Laa Ilaaha Illallah yang menemanimu sehari-hari. 


Sambil jalan ke sekolah, naik kendaraan, sebelum tidur dan lain lain dari pada sibuk melamun, lebih baik untuk ‘cari pahala’ dengan berdzikir laa ilaaha illallah.


Para arif billah berkata:

أكثر من لا اله الا الله حتى تصير كلك لا اله الا الله

“Perbanyak kalimat Laa ilaaha illallah hingga tiap tarikan nafasmu dan tiap degupan jantungmu menyatu dengan kalimat ini.”


Habib Umar bin Hafidz berkisah:

Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf Jeddah adalah termasuk seorang ulama yang suka melazimi dzikir La ilaaha illallah.


Beberapa tahun sebelum wafat beliau ditimpa sakit keras hingga para dokter angkat tangan dan berkata bahwa kematian beliau sudah dekat.


Anehnya, terdapat seorang dokter dari Sudan yang memeriksa detak jantung beliau. 

Detak jantungnya normal.

Dan yang luar biasa, dengan kecanggihan alat modern, dokter tersebut berkata, “Jantung orang ini mengucap kalimat La ilaaha illallah”

Jasadnya memang lumpuh tak bergerak, alat-alat kedokteran berada di seluruh badannya, tak mampu diajak berkomunikasi, namun hati dan jantungnya tak pernah lalai dari zikir nama Allah. 

Dan beliau senantiasa berada di hadratillah.

Keluarganya pun memutuskan membawa beliau pulang dan dirawat di rumah mengikuti saran seorang soleh. 

Si dokter berkata,

“Jika kau lepas semua peralatan ini, maka aku pastikan umurnya berakhir.”

Umur manusia di tangan Allah, bukan di tangan dokter atau manusia siapapun.

Alat-alat kedokteran pun dilepas dari tubuhnya, seketika itu pula beliau membuka matanya dan bergerak. 

Ketika sampai di rumah, beliau berjalan, pulih kesehatannya, berkat dzikir Laa Ilaaha Illallah yang beliau lazimi, berkat keagungan nama Allah yang telah menguasai seluruh hati dan jiwa raganya.

Mari kita agungkan nama Allah di hati kita. 

Kita hidupkan hati kita dengan senantiasa berdzikir kepadaNya, menyebut nama-Nya, mencintai-Nya sepenuh hati. 

Hingga kita mengakhiri hidup kita dengan kalimat Laa ilaaha illallah, Allah bangkitkan kami di hari kiamat dengan kalimat Laa ilaaha illallah dan di bawah bendera Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah. 

Aamiin.

Senin, 08 Februari 2021

Aqua Shield Dulux Cat Pelapis Anti Bocor


 Aqua Shield Dulux

Cat pelapis anti bocor

Cat ini juga bisa di coba untuk di gunakan dari sekian banyak produk cat pelapis anti bocor lainnya



Spesialis

Tukang CAT di Tulungagung

Tukang Cat Rumah Di Tulungagung

Call/Chat Wa 0812-3533-6788 

klik like juga  http://facebook.com/cattukangtulungagung

Minggu, 24 Januari 2021

DOA SELAMAT & TOLAK BALA


 Doa Selamat & Tolak Bala


   اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ   اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ


   Allāhummaftah lanā abwābal khair, wa abwābal barakah, wa abwāban ni‘mah, wa abwābar rizqi, wa abwābal quwwah, wa abwābas shihhah, wa abwābas salāmah, wa wa abwābal ‘āfiyah, wa abwābal jannah.

Allāhumma ‘āfinā min kulli balā’id duniyā wa ‘adzābil ākhirah, washrif ‘annā bi haqqil Qur’ānil ‘azhīm wa nabiiyikal karīm syarrad duniyā wa ‘adzābal ākhirah.

Ghafarallāhu lanā wa lahum bi rahmatika yā arhamar rāhimīn.

Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūn, wa salāmun ‘alal mursalīn, walhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. 


  Artinya, “Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga.

 Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat.

Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah.

Semoga Allah mengampuni kami dan mereka.

Wahai, zat yang maha pengasih.

Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan.

Semoga salam tercurah kepada para rasul.

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.


 Doa ini dapat dibaca pada setiap selesai shalat lima waktu.

Semoga Allah memberikan keselamatan kepada kita semua baik di dunia maupun di akhirat. 

Amīn. 

Wallahu a‘lam.

Jumat, 22 Januari 2021

SHOLAWAT BURDAH QASIDAH BURDAH

l

Sholawat Burdah

Sholawat Burdah mengajarkan umat manusia untuk selalu mencintai dan merindukan nabi Muhammad shallallhu ‘alaihi wa sallam dengan cara mengikuti perilaku nabi seperti bersikap taat beribadah, menjauhi maksiat, zuhud, tawadlu, jujur, qana’ah, sabar, bijaksana, sopan santun, saling toleransi, amanah, saling mengasihi, rendah hati, dermawan, bersikap lemah-lembut, tidak putus asa, mampu mengendalikan hawa nafsu, dan tauladan Nabi Muhammad SAW lainnya.



QOSIDAH BURDAH 
BAGIAN PERTAMA

قصيدة البردة
للناظم الشيخ محمد البوصيري
الفصل الأول : في الغزل وشكوى الغرام

Bagian pertama : 
Bercumbu dan pengaduan cinta

مَوْلَايَ صَلِّي وَسَلِّـمْ دَآئِــماً أَبَـدًا       ۞     عَلـــَى حَبِيْبِـكَ خَيْــرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ
هُوَالْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ       ۞      لِكُلّ هَوْلٍ مِنَ الْأِهْوَالِ مُقْتَحِـــــــمِ

أَمِنْ تَذَكُّرِ جِيْرَانٍ بِذِيْ سَــــلَــمٍ         ۞     مَزَجْتَ دَمْعًا جَرَيْ مِنْ مُقْلَةٍ بِـــدَمِ
Apakah karena mengingat para kekasih di Dzi Salam[1] sana.
Engkau deraikan air mata dengan darah duka.

أَمْ هَبَّتِ الرِّيْحُ مِنْ تِلْقَاءِ كَاظِمَـــةٍ      ۞    وَأَوْمَضَ الْبَرْقُ فِيْ الْضَمَآءِ مِنْ إِضَـمِ
Ataukah karena hembusan angin terarah lurus berjumpa di Kadhimah[2].
Dan kilatan cahaya gulita malam dari kedalaman jurang idham [3].

فَمَا لِعَيْنَيْكَ إِنْ قُلْتَ اكْفُفَا هَمَتَــا     ۞     وَمَا لِقَلْبِكَ إِنْ قُلْتَ اسْتَفِقْ يَهِـــــمِ
Mengapa kedua air matamu tetap meneteskan airmata? 
Padahal engkau telah berusaha membendungnya.
Apa yang terjadi dengan hatimu? Padahal engkau telah berusaha menghiburnya.

أَيَحَسَبُ الصَّبُّ أَنَّ الْحُبَّ مُنْكَتـــِمٌ   ۞     مَا بَيْنَ مُنْسَجِمٍ مِنْهُ وَمضْطَــــرِمِ
Apakah diri yang dirundung nestapa karena cinta mengira bahwa api cinta dapat disembunyikan darinya.
Di antara tetesan airmata dan hati yang terbakar membara.

لَوْلَا الْهَوَى لَمْ تُرِقْ دَمْعاً عَلَي طَـلَلٍ   ۞     وَلاَ أرَقْتَ لِذِكْرِ الْبَانِ وَالْعَلـَـــمِ
Andaikan tak ada cinta yang menggores kalbu,  tak mungkin engkau mencucurkan air matamu.
Meratapi puing-puing kenangan masa lalu berjaga mengenang pohon ban dan gunung yang kau rindu.

فَكَيْفَ تُنْكِرُ حُباًّ بَعْدَ مَا شَــهِدَتْ     ۞     بِهِ عَلَيْكَ عُدُوْلُ الدَّمْعِ وَالسَّـــقَمِ
Bagaimana kau dapat mengingkari cinta sedangkan saksi adil telah menyaksikannya
Berupa deraian air mata dan jatuh sakit amat sengsara

وَأَثْبَتَ الْوَجْدُ خَطَّيْ عَبْرَةٍ وَّضَــنىً      ۞     مِثْلَ الْبَهَارِمِ عَلَى خَدَّيْكَ وَالْعَنَــــمِ
Duka nestapa telah membentuk dua garisnya isak tangis dan sakit lemah tak berdaya.
Bagai mawar kuning dan merah yang melekat pada dua pipi.

نَعَمْ سَرَى طَيْفُ مَنْ أَهْوَى فَأَرّقَنِي     ۞     وَالْحُبّ يَعْتَرِضُ اللّذّاتَ بِالَلَــــــمِ
Memang benar bayangan orang yang kucinta selalu hadir membangunkan tidurku untuk terjaga
Dan memang cinta sebagai penghalang bagi siempunya antara dirinya dan kelezatan cinta yang berakhir derita

يَا لَا ئِمِي فِي الهَوَى العُذْرِيِّ مَعْذِرَةً   ۞     مِنّي إِلَيْكَ وَلَوْ أَنْصَفْتَ لَمْ تَلُمِ
Wahai pencaci derita cinta kata maaf kusampaikan padamu.
Aku yakin andai kau rasakan derita cinta ini tak mungkin engkau mencaci maki.

عَدَتْكَ حَـــالِـي لَاسِرِّيْ بِمُسْتَتِرٍ         ۞     عَنِ الْوِشَاةِ وَلاَ دَائِيْ بِمُنْحَسِــمِ
Kini kau tahu keadaanku, tiada lagi rahasiaku yang tersimpan darimu.
Dari orang yang suka mengadu domba dan derita cintaku tiada kunjung sirna.

مَحّضْتَنِي النُّصْحَ لَكِنْ لَّسْتُ أَسْمَعُهُ  ۞     إَنّ الُحِبَّ عَنِ العُذَّالِ فِي صَمَمِ
Begitu tulus nasihatmu, tapi aku tak mampu mendengar semua itu.
Karena sesungguhnya orang yang dimabuk cinta tuli dan tak menggubris cacian pencela.

 إِنِّى اتَّهَمْتُ نَصِيْحَ الشّيْبِ فِي عَذَلِي         ۞     وَالشّيْبُ أَبْعَدُ فِي نُصْحِ عَنِ التُّهَمِ
Aku curiga ubanku pun turut mencelaku.
Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkanku.

[1] Dzi salam: Suatu tempat antara makkah dan madinah.
[2] Kadhimah: Jalan menuju makkah.
[3] Idam: Sebuah jurang di Madinah.

QOSIDAH BURDAH 
BAGIAN KE DUA

الفصل الثاني : في التحذير من هوى النفس

Bagian kedua : 
Peringatan tentang bahaya  hawa nafsu

فَإِنّ أَمّارَتِ بِالسّـوءِ مَا اتّعَظَتْ        ۞     مِنْ جَهْلِهَا بِنَذِيرِ الشّيْبِ وَالَهَرَمِ
Sungguh nafsu amarahku pada nasehat tak terima, karena berangkat dari ketidaktahuannya.
Adanya peringatan berupa uban di kepala dan ketidakberdayaan tubuh akibat umur senja.

وَلَا أَعَدَّتْ مِنَ الفِعْلِ الَجَمِيْلِ قِرَى    ۞     ضَيْفٍ أَلَمَّ بِرَأْسِي غَيْرَ مُحْتَشِمِ
Nafsu amarahku tak mampu bersiap-siap diri, dengan mengerjakan amal baik yang bernilai.
Untuk menyambut kedatangan tamu yang pasti, tamu yang singgah di kepala nan tiada malu lagi.

لَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ أَنِّـي مَــا أُوَقّـــــــــِرُهُ         ۞     كَتَمْتُ سِرًّا بَدَا لِيْ مَنْهُ بِالكَتَمِ
Jikalau aku tahu bahwa diriku tak mampu menghormat tamu
Maka lebih baik kusembunyikan diriku dengan cara menyemir uban dikepalaku

مَنْ لِي بِرَدِّ جِمَاحٍ مِنْ غَوَايَتِهَا                  ۞     كَمَا يُرَدُّ جِمَاحُ الَخَيْلِ بِاللُّجُمِ
Siapakah gerangan? Sanggup mengendalikan nafsuku dari kesesatan
Sebagaimana kuda liar yang terkendalikan dengan tali kekangan

فَلاَ تَرُمْ بِالْمَعَاصِيْ كَسْرَ شَهْوَتِهَا      ۞     إِنّ الطَّعَامَ يُقَوِّيْ شَهْوَةَ النَّهِمِ
Jangan kau berharap, dapat mematahkan nafsu dengan maksiat.
Karena makanan justru bisa perkuat bagi si rakus makanan lezat.

وَالنّفْسُ كَالطّفِلِ إِنْ تُهْمِلْهُ شَبَّ عَلَى ۞     حُبِّ الرَّضَاعِ وَإِنْ تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمِ
Nafsu bagaikan bayi, bila kau biarkan akan tetap suka menyusu.
Namun bila kau sapih, maka bayi akan berhenti sendiri

فَاصْرِفْ هَوَاهَا وَحَاذِرْ أَنْ تُوَلِّيَهُ       ۞     إِنّ الْهَوَى مَا تَوَلَّى يُصِمْ أَوْ يَصِمِ
Maka palingkanlah nafsumu, takutlah jangan sampai ia menguasai-nya
Sesungguhnya nafsu, jikalau berkuasa maka akan membunuhmu dan membuatmu tercela

وَرَاعِهَا وَهْيَ فِيْ الأَعْمَالِ سَآئِمَةٌ       ۞     وَإِنْ هِيَ اسْتَحْلَتِ الْمَرْعَى فَلاَتُسِمِ
Dan gembalakanlah nafsu, karena dalam amal nafsu bagaikan hewan ternak.
Jika nafsu merasa nyaman dalam kebaikan, maka tetap jaga dan jangan kau lengah

كَمْ حَسّنَتْ لَذّةً لِلْمَـــــــرْءِ قَاتِلَةً         ۞     مِنْ حَيْثُ لَمْ يَدْرِ أَنّ السَّمَّ فِي الدَّسَمِ
Betapa banyak kelezatan, justru bagi seseorang membawa kematian
Karena tanpa diketahui, adanya racun tersimpan dalam makanan

وَاخْشَ الدَّسَائِسَ مِنْ جُوعٍ وَّمِنْ شَبَعِ ۞     فَرُبّ مَخْمَصَةٍ شَرُّ مِنَ التُّخَمِ
Takutlah  terhadap tipu dayanya lapar dan kenyang
Sebab sering terjadi rasa lapar lebih daripada kenyang

وَاسْتَفْرِغِ الدَّمْعَ مِنْ عَيْنٍ قَدِ امْتَلَأَتْ ۞     مِنَ الْمَحَارِمِ وَالْزَمْ حِمْيَةَ النَّدَمِ
Deraikanlah airmata, dari pelupuk mata yang penuh noda dosa
Peliharalah rasa sesal dan kecewa karena dosa

وَخَالِفِ النّفْسَ وَالشّيْطَانَ وَاعْصِهِمَا  ۞     وَإِنْ هُمَا مَحّضَاكَ النُّصْحَ فَاتَّهِمِ
Lawanlah hawa nafsu dan setan durhaka, dan jagalah pada keduanya
Jika mereka tulus menasehati maka engkau harus mencurigai

وَلاَ تُطِعْ مِنْهُمَا خَصْمًا وَلاَحَكَمًا       ۞     فَأَنْتَ تَعْرِفُ كَيْدَ الخَصْمِ وَالْحَكَمِ
Janganlah engkau taat kepada mereka nafsu dan setan, baik selaku musuh atau selaku hakim
Sebab engkau sudah tahu dengan nyata, bagaimana tipu dayanya dalam musuh dan menghukumi

أَسْتَغْفِرُ الَّلهَ مِنْ قَوْلٍ بِلاَعَمَــلٍ        ۞     لَقَدْ نَسَبْتُ بِهِ نَسْلً لِذِي عُقُمِ
Kumohon pengampunan kepada Allah, atas ucapan yang tanpa mengamalkan
Sungguh.. hal itu laksana orang mandul tak berketurunan

أَمَرْتُكَ الْخَيْرَ لٰكِنْ مَا ائْتَمَرْتُ بِهِ     ۞     وَمَا اسْتَقَمْتُ فَمَا قَوْلِ لَكَ اسْتَقِمِ
Engkau ku perintah lakukan amal kebaikan, namun aku sendiri enggan mengerjakan
Maka tiada berguna ucapanku agar kau berlaku benar, sedangkan diriku sendiri dalam kelalaian

وَلاَ تَزَوّدْتُ قَبْلَ المَوْتِ نَافِلَــةً        ۞     ولَمْ أُصَلّ سِوَى فَرْضٍ وَلَمْ أَصُمِ
Dan diriku tiada menambah amal kebaikan dalam kesunahan, sebelum kematian datang
Dan tiada aku shalat dan puasa, kecuali hanya ibadah yang wajibkan

QOSIDAH BURDAH 
BAGIAN KE TIGA

الفصل الثالث : في مدح سيد المرسلين صلى الله عليه وسلم

Bagian ke tiga : 
Pujian kepada nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

ظَلَمْتُ سُنّةَ مَنْ أَحْيَا الظَّلَامَ إِلىٰ      ۞     أَنِ اشْتَكَتْ قَدَمَاهُ الضّرّ مِنْ وَرَمِ
Kutinggalkan sunna nabi, yang selalu beribadah menghidupkan gulita malam
Hingga telapak kaki sakit, membengkak karena ibadah malam

وَشَدّ مِنْ سَغَبٍ أَحْشَاءَهُ وَطَوٰى       ۞     تَحْتَ الْحِجَارَةِ كَشْحًا مُتْرَفَ الَدَمِ
Nabi yang begitu hebat, menahan nafsu dan lapar
Mengikatkan batu halus pada perut, karena begitu zuhud kedunyaan

وَرَاوَدَتْهُ الْجِبَالُ الشُّمّ مِنْ ذَهَبٍ      ۞     عَنْ نَفْسِهِ فَأَرَاهَا أَيَّمَا شَمَمِ
Nabi yang ditawarkan gunun emas menjulang tinggi
Namun beliau tolak, dengan bangga perasaan hati

وَأَكَّدَتْ زُهْدَهُ فِيْهَا ضَرُورَتُهُ  ۞     إِنَّ الضَرُورَةَ لَا تَعْدُوْ عَلىَ الْعِصَمِ
Sungguh menambah kezuhud-an nabi, butuh harta namun tidak menerimanya
Meskipun ketika butuh harta, tidaklah merusak nilai kesuciannya

فَكَيْفَ تَدْعُوا إِلَي الدّنْــيـــا ضَرُورَةُ مَنْ  ۞     لَوْلَاهُ لَمْ تَخْرُجِ الدّنْيَا مِنَ العَدَمِ
Bagaimana mungkin nabi nan mulia tertarik kepada kemilau harta dunia
Andaisaja tanpa nabi Muhammad Saw, dunia takkan pernah ada

مُحَمَّدٌ سَيّدُ الْكَوْنَيْنِ وَالثَّقَلَيْـــــــ         ۞     نِ وِالفَرِيقَيْنِ مِنْ عُرْبٍ وَمِنْ عَجَمِ
Dialah Nabi Muhammad Saw, sang penghulu seorang pemimpin baik di dunia dan akhirat
Juga pemimpin jin dan manusia, baik  bangsa arab ataupun ajam[1]
نَبِيّنَا اْلآمِرُ النّاهِي فَلَا أَحَدٌ  ۞     أَبَرَّ فِيْ قَوْلِ لاَ مِنْهُ وَلاَ نَعَمِ
Yaitu nabi kita Rosululloh Muhammad Saw, sang penganjur kebaikan dan pencegah kemungkaran
Tak seorangpun lebih baik daripada Rosululloh Saw, dalam berkata jangan kau lakukan dan ini sangat baik kau kerjakan

هُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ     ۞     لِكُلّ هَوْلٍ مِنَ الْأِهْوَالِ مُقْتَحِمِ
Beliau kekasih Allah ta’ala, yang diharapkan oleh semua insan  syafa’atnya
Dari tiap perkara yang menakutkan yang datang mencekam

دَعَا إِليَ اللهِ فَالْمُسْتَمْسِكُونَ بِهِ       ۞     مُسْتَمْسِكُونَ بِحَبْلٍ غَيْرِ مُنْفَصِمِ
Beliau mengajak menuju keridhaan Allah ta’ala, orang yang berpegang teguh padanya
Berarti ia berpegang pada tali tali yang pasti takkan putus

فَاقَ النَّبِييْنَ فِي خَلْقٍ وَّفِيْ خُلُقٍ       ۞     وَلَمْ يُدَانُـــــــــوْهُ فِي عِلْمٍ وَلاَ كَرَمِ
Beliau melampaui para nabi-nabi terdahulu baik ketampanan ataupun akhlak budi pekerti
Mereka para nabi-nabi terdahulu takkan menyamai Rosululloh Saw, baik dalam ilmu atau kemulian-Nya

وَكُلُّـــــهُمْ مِنْ رَسُولِ اللهِ مُلْتَمِسٌ        ۞     عرْفًا مِنَ البَحْرِ أَوْ رَشْفًا مِنَ الدِّيَمِ
Semua para nabi-nabi terdahulu memohon dari diri Rosululloh Saw
Seciduk lautan ilmunya dan setetes hujan kesantunannya

وَوَاقِفُونَ لَدَيْـــــــــــــــــهِ عِنْدَ حَدِّهِمِ         ۞     مِنْ نُقْطَةِ الْعِلْمِ أَوْ مِنْ شَكْلَةِ الَحِكَمِ
Berdirilah mereka para nabi disisi Rosululloh pada puncak mereka
Mengharap setitik ilmu dan sebaris tanda bunyi huruf dalam hikmah

فَهْوَ الذِّيْ تَمَّ مَعْنَاهُ وَصُـــــــوْرَتُهُ         ۞     ثُمّ اصْطَفَاهُ حَبِيـْـــــــــــــبًا بَــارِئُ النَّسَمِ
Dialah nabi yang sempurna baik batin atau lahirnya
Kemudian Rosululloh Saw, terpilih sebagai kekasih Allah ta’ala, pencipta manusia

مُنَزَّهٌ عَنْ شَرِيكٍ فِيْ مَحَــــــاسِنِهِ         ۞     فَجَوْهَرُ الْحُسْنِ فِيِهِ غَيْرُ مُنْقَسِمِ
Dia sang nabi yang suci dari persamaan dalam segala kebaikan
Inti kebaikan pada diri nabi tak mungkin terbagi

دَعْ مَاادّعَتْهُ النَّصَارٰى فِي نَبِيّهِمِ       ۞     وَاحْكُمْ بِمَا شِئْتَ مَدْحًا فِيْهِ وَاحْتَكِمِ
Tinggalkan tuduhan kaum nasrani, tuduhan yang dilontarkan kepada nabi-nabi mereka
Tetapkanlah untaian pujian kepada nabi pujian apapun yang engkau suka

وَانْسُبْ إِلَي ذَاتِـــــــــــــهِ مَا شِئْتَ مِنْ شَرَفٍ        ۞     وَانْسُبْ إِلىٰ قَدْرُهُ مَا شِئْتَ مِنْ عِظَمِ
Nisbahkan kepada dzat nabi segala kemulian yang engkau kehendaki
Nisbahkan kepada martabat nabi segala keagungan yang engkau kehendaki

فَإِنّ فَضْلَ رَسُـولِ الَّلهِ لَيْسَ لَهُ                  ۞     حَدٌّ فَيُعْرِبَ عَنْهُ نَـــــــــــــــاطِقٌ بِفَـــــمِ
Karena keutamaan Rasulallah Saw, tiada tepi batasnya
Sehingga mengurai mudah terasa, bagi lisan yang berkata

لَوْ نَاسَبَتْ قَدْرَهُ أٰيَــــــــــاتُهُ عِظَمًا         ۞     أَحْيَا أسْمُهُ حِيَ يُدْعٰى دَارِسَ الرِّمَمِ
Andaisaja keagungan mukjizat Rosululloh sama dengan ketinggian derajatnya
Maka dengan sebutan namanya dapat hidupkan orang yang telah hancur tulangnya

لَمْ يَمْتَحِنَّا بِمَا تَعْيَا الْعُقُـــوْلُ بِهِ        ۞     حِرْصًا عَلَيْنَا فَلَمْ نَرْتَـبْ وَلَمْ نَهِمْ
Nabi tidaklah menguji kita dengan apa yang tak terjangkau akal manusia
Karena sangat cintanya kita peroleh cahaya hingga tiada ragu bimbang pada apa yang ia bawa

أَعْيَا الوَرٰى فَهْمَ مَعْنَاهُ فَلَيْسَ يُرٰى     ۞     لِلْقُرْبِ وَالْبُعْدِ فِيـــــــهِ غَيْرَ مُنْفَحِمِ
Seluruh makhluk rapuh, tiada mampu memahami rahasia hakikat kenabian
Takkan melihat dari dekat atau jauh kecuali lemah tak berdaya berdiam diri

كَالشّمْسِ تَظْهَرُ لِلْعَيْنَيْنِ مِنْ بُعُدٍ     ۞     صَغِيــْــــــــــــةً وَتُكِلُّ الطّرْفَ مِنْ أَمَمِ
Kenabian Rosululloh, bagaikan matahari dari jauh tampak kecil pada kedua mata
Padahal mata tiada akan mampu bila berdekatan dengannya

وَكَيْفَ يُدْرِكُ فِي الدّنْيَا حَقِيقَتَهُ        ۞     قَوْمٌ نِيَامٌ تَسَلّوْا عَنْهُ بِالْحُلُمِ
Bagaimana diketahui hakikat nabi  semasa dalam dunia
Sedangkan mereka lega jumpa nabi walau dalam sekilas mimpi

فَمَبْلَغُ الْعِلْمِ فِيْـــــــــــهِ أَنّهُ بَشَرٌ           ۞     وَأَنّهُ خَيْـــــــــــرُ خَلْقِ اللَّهِ كُلِّهِمِ
Puncak pengetahuan tentang rosululloh, bahwa sesungguhanya beliau adalah manusia
Dan sesungguhnya beliau sebaik-baik makhluk Alloh Swt, semua tanpa terkecuali

وَكُلُّ أٰيٍ أَتَى الرُّسْلُ الْكِرَامُ بِهَا        ۞     فَإِنّمَا اتَّصَلَتْ مِنْ نُـــــــــوِرِهِ بِهِمِ
Semua ayat, mukjizat yang datang tiba dibawa para rasul mulia
Hanyalah pancaran nur Rasulullah Saw, yaitu nur yang melekat pada para rosul

فَإِنّهُ شَمْسُ فَضْلٍ هُمْ كَوَاكِبُــــهَا        ۞     يُظْهِرْنَ أَنْوَارُهاَ لِلنَّـاسِ فِيْ الظُّلَمِ
Maka sesungguhnya Rosululloh bagaikan mentari dalam keutamaan, sedangkan para nabi bagaikan bintang-bintang-nya
Bintang pantulkan sinar sang surya kepada manusia dalam suasana gelap gulita

حَتَّــــى إِذَا طَلَعَتْ في الْكَـــــــوْنِ عَمَّ هُدَىً         ۞     لِلْعَالَمِيْــــــــنَ وَ أَحْيَتْ سَائِرَ لْأُمَمِ
Sehingga ketika memancarkan nurnya, memberi penerang hidayah
Hidayah bagi seluruh alam, dan menghidupkan segala umat manusia

أَكْرِمْ بِخَلْقِ نَبِيٍ زَانَهُ خُلـُقٌ   ۞     بِالْحُسْنِ مُشْتَمِلٍ بِالْبِشْرِ مُتَّسِمِ
Alangkah mulia budipekerti Rosululloh, yang menghiasi kesempurnaan keanggunan-nya
Keindahan yang dimiliki paras wajahnya tampak berseri

كَالزَّهْرِ فِيْ تَرَفٍ وَالبَدْرِ فِي شَرَفٍ    ۞     وَالبَحْرِ فِي كَرَمٍ وَالدّهْرِ فِي هِمَمِ
Keanggunannya laksana bunga, dan kemuliaannya bagaikan purnama
Kedermawanannya laksana samudera, cita-citanya bagai perjalanan masa

كَأَنّه وَهُوَ فَرْدٌ مِنْ جَلَالَتِــــــــــــــــهِ          ۞     فِي عَسْكِرٍ حِيَنَ تَلْقَــاهُ وَفِي حَشَمِ
Seakan-akan Rosululloh  nabi yang berbeda dari nabi-nabi lainnya dari keagungannya
Di antara para pasukan dan pelayan kala kau jumpa karena dampak keagungannya

كَأَنّمَا اللُّؤْلُؤُ الَكْنُـــــوْنُ فِيْ صَدَفٍ     ۞     مِنْ مَّعْدِنَيْ مَنْطِقٍ مِنْهُ وَمُبْتَسَمِ
Rosululloh bagaikan mutiara yang tersimpan dalam kerangnya
Dikeluarkan dari dua pemikat yaitu ucapan dan senyumnya

لَا طِيْبَ يَعْدِلُ تُرْبًا ضُمَّ أَعْظُمَهُ       ۞     طُوبَ لِمُنْتَشِقٍ مِنْهُ وَمُلْتَثِمِ
Tiada keharuman melebihi tanah buana, tanah yang mengubur jasadnya
Betapa bahagia orang yang mencium dan mengecupnya

QOSIDAH BURDAH 
BAGIAN KE EMPAT

الفصل الرابع : في مولده عليه الصلاة والسلام

Bagian ke empat : 
Kelahiran Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam

أَبَانَ مَوْلِدُهُ عَنْ طِيْـــــبِ عُنْصُرِهِ         ۞     يَا طِيْـــبَ مُبْتَدَإٍ مِنْهُ وَمُخْتَتَمِ
Kelahiran sang nabi menampakkan kesucian diri
Alangkah indah permulaannya, juga indah penghabisannya

يَوْمٌ تَفَرَّسَ فِيْـــــــــــهِ الفُرْسُ أَنّهُمُ        ۞     قَدْ أُنْذِرُوا بِحُلُولِ الْبُؤْسِ وَالنّقَمِ
Hari kelahiran Rosululloh saat ada firasat bangsa persia
Bahwa ada peringatan kepada mereka datangnya bencana dan siksa

وَبَاتَ إِيْوَانُ كِسْرٰى وَهُوَ مُنْصَدِعٌ      ۞     شَمْلِ أَصْحَابِ كِسْرٰى غَيْرَ مُلْتَئِمِ
Saat menjelang malam tiba istana kisra hancur terbelah
Sebagaimana kumpulan sahabat kisra tiada menyatu terpecah belah

وَالنّارُ خَامِدَةُ الْأَنْفَاسِ مِنْ أَسَفٍ      ۞     عَلَيْهِ وَالنَّهْرُ سَاهِيْ العَيْنَ مِنْ سَدَمِ
Api sesembahan padam karena duka yang mencekam
Sungai eufrat tak mengalir, muram karena susah yang amat dalam

وَسَآءَ سَاوَةَ أَنْ غَاضَتْ بُحَيْرَتُهَا       ۞     وَرُدَّ وَارِدُهَا بِالغَيْظِ حِيْنَ ظَمِيْ
Penduduk negeri sawah resah duka saat danaunya kering keronta
Pengambil air kembali dengan tangan hampa kecewa ketika terjerat rasa dahaga

كَأَنَّ بِالنّارِ مَا بِالْمَـــــآءِ مِنْ بَلَلٍ        ۞     حُزْنًا وَبِالمَآءِ مَا بِالنّارِ مِنْ ضَرَمِ
Seakan akan pada api nan membara terdapat cairan air karena duka
Dan pada air nan sejuk segar  api yang membakar

وَالْجِنُّ تَهْتِفُ وَالْأَنْوَارُ سَاطِعُـــــــــةٌ      ۞     وَالْحَقُّ يَظْهَرُ مِنْ مَّعْنًى وَمِنْ كَلِــــمِ
Para jin menjerit, suara cahaya membumbung ke angkasa
Kebenaran tampak nyata dari makna maupun kata

عَمُوْا وَصَمُّوا فَإِعْلَانُ الْبَشَائِرِ لَمْ      ۞     تُسْمَعْ وَبَــــــارِقَةُ اْلِإنْذَارِ لَمْ تُشَمِ
Mereka buta dan tuli tak dengar hingga kabar gembira tiada didengar
Begitu juga kilatan peringatan sama sekali tak terhiraukan

مِنْ بَعْدِ مَا أَخْبَرَ الْأَقْوَامَ كَاهِنُهُمْ     ۞     بِأَنّ دِيْنَهُمُ الْمُعَوَّجُ لَمْ يَقُـــــــمِ
Para rahib mereka telah kabarkan berita
Bahwa agama mereka melenceng, dan tak kan bertahan lama

وَبَعْدَمَا عَايَنُوْا فِيْ الْأُفُقِ مِنْ شُهُبٍ   ۞     مُنْقَضَّةٍ وَّفْقَ مَا فِيْ الْأَرْضِ مِنْ صَنَمِ
Setelah mereka menyaksikan bintang – bintang di ufuk berjatuhan
Bersamaan di bumi ada kejadian berhala- berhala runtuh bergelimpangan

حَتَّى غَدَا عَنْ طَرِيقِ الْوَحْيِ مُنْهَزِمٍ     ۞     مِنَ الشَّيَاطِيْنَ يَقْفُ إِثْرَ مُنْهَزِمِ
Hingga lenyap syetan berlari terbirit-birit dari pintu langit jalan wahyu ilahi
Mereka lari mengikuti syetan nan berlari tak henti

كَأَنَّهُمْ هَرَبًا أَبْطَالُ أَبْرَهَـــــــــــــــــــــةٍ          ۞     أَوْ عَسْكَرٌ بِالَحَصٰى مِنْ رَاحَتَيْهِ رُمِيْ
Mereka berlarian laksana lasykar Raja Abrahah
Atau bak pasukan yang dihujani kerikil oleh tangan Rasul

نَبْذًا بِهِ بَعْدَ تَسْبِيحٍ بِبَطْنِهِمَا ۞     نَبْذَ الْمُسَبِّحِ مِنْ أَحْشَآءِ مُلْتَقِمِ
Batu yang nabi lemparkan, setelah bertasbih dalam genggaman
Bak terlemparnya nabi yunus dari perut ikan paus

QOSIDAH BURDAH 
BAGIAN KE LIMA

الفصل الخامس : في معجزاته صلى الله عليه وسلم

Bagian ke lima : 
Mukjizat nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

جَآءَتْ لِدَعْوَتِهِ الْأَشْجَارُ سَاجِدَةً      ۞     تَمْشِيْ إِلَيْهِ عَلىٰ سَاقٍ بِلاَ قَدَمِ
Pepohonan datang memenuhi panggilannya dengan sikap tunduk sopan
Berjalan menghadap kepadanya dengan batang tanpa telapak terciptakan

كَأَنّ مَا سَطَرَتْ سَطْرًا لِمَا كَتَبَتْ       ۞     فُرُوعُهَا مِنْ بَدِيْعِ الْخَطِّ فِيْ اللِّقَمِ
Seakan – akan pepohonan itu tuliskan sebuah lukisan
Lukisan indah menawan ditulis dahan ditengah jalan

مَثْلُ الْغَمَامَةِ أَنّٰى سَارَ سَآئِـــــــــرَةً         ۞     تَقِيهِ حَرَّ وَطِيْسٍ لِّلْهَجِيِـــرِحَمِي
Sebagaimana gumpalan awan ke mana saja nabi pergi
Ia sebagai payung perlindungan dari sengatan panas mentari disiang hari

أَقْسَمْتُ بِالْقَمَرِ الْمُنْتَشَقِّ إِنّ لَهُ       ۞     مِنْ قَلْبِهِ نِسْبَةً مَبْرُورَةَ الْقَسَمِ
Aku bersumpah demi penguasa rembulan nan pecah
Sesungguhnya hati nabi nan terbelah bak bulan yang dibelah

وَمَا حَوَى الْغَــــارُ مِنْ خَيْرٍ وَّمِنْ كَرَمِ    ۞     وَكُلُّ طَرْفٍ مِنَ الكُفّـــــــــــارِ عَنْهُ عَمِيْ
Dalam gua tsur nabi bersembunyi abu bakar sahabat yang menyertai
Semua mata kafir jadi buta tak dapat melihat mereka berdua

فَالصِّدْقُ فِي الْغَارِ وَالصِّدِّيْقُ لَمْ يَرِمَا  ۞     وَهُمْ يَقُولُونَ مَا بِالْغَــــــــــــــــــارِ مِنْ أَرِمِ
Nabi dan Abu Bakar As-Siddiq keduanya berada dalam gua
Mereka orang-orang kafir berkata tak seorang pun dalam gua

ظَنُّـــوْا الْحَمَامِ وَظَنُّوا الْعَنْكَبُوتَ عَلىٰ   ۞     خَيْرِ الْبَرِيّةِ لَمْ تَنْسُجْ وَلَمْ تَحُمِ
Mereka berprasangka merpati takkan berputar sekitar gua
Laba laba takkan bersarang di mulut gua jika sebaik – baik makhluk di dalamnya

وِقَايَةُ الله أَغْنَتْ عَنْ مُضَـــــاعَفَةٍ        ۞     مِنَ الدُّرُوْعِ وَعَنْ عَالٍ مِنَ الْأُطُمِ
Cukuplah Perlindungan Allah Swt, tiada butuh lagi
Pada baju berlapis besi dan benteng benteng nan tinggi

مَا سَامَنِى الدَّهْرُ ضَيْماً وَّاسْتَجَرْتُ بِهِ ۞     إِلَّا وَنِلْتُ جِوَاراً مِنْهُ لَمْ يُضُــــــــــــــــمِ
Tiada satu pun menyakiti diriku, lalu kumohon bantuan Nabi
Niscaya kudapat pertolongannya tanpa sedikit pun disakiti

لَا تُنْكِرِ الْوَحْيَ مِنْ رُؤيَاهُ إنَّ لَهُ       ۞     قَلْبًا إِذَا نَامَتِ الْعَيْنَانِ لَمْ يَنَمِ
Janganlah kau pungkiri wahyu yang diraihnya lewat mimpi
Karena hatinya tetap terjaga meski dua matanya tidur terlena

فَذَاكَ حِيْنَ بُلُـــــــــــــوغٍ مِن نُبُـوّتِهِ         ۞     فَلَيْسَ يُنكَرُ فِيْــــهِ حَالُ مُحْتَلَمِ
Demikian itu terjadi tatkala beliau diangkat menjadi nabi
Maka tak perlu diingkari keadaan nabi yang bermimpi

تَبَـــــارَكَ اللهُ مَا وَحْيٌ بِمُكْتَسَبِ         ۞     وَلَا نَبِــــــيٌّ عَلَى غَيْبٍ بِمُتَّهَمِ
Allah maha suci wahyu tiada dapat dicari
Tak ada seorang nabi dalam berita ghaibnya dicurigai

كَمْ أَبْرَأَتْ وَصِبًا بِاللَّمْسِ رَاحَتُهُ       ۞     وَأَطْلَقَتْ أَرِبًا مِنْ رِبْقَهِ اللَّمَمِ
Betapa banyak orang sakit sembuh ketika telapak tangannya menyentuh
Dan menyelamatkan orang yang butuh dari sakit gila yang terus kambuh

وَأَحْيَتِ السَّنَةَ الشّهْبَـــاءَ دَعْوَتُهُ        ۞     حَتّٰى حَكَتْ غُرّةً فِيْ الْأَعْصُرِ الدّهُمِ
Doa nabi dapat hidupkan tahun kering nan tiada hujan
Hingga bak titik putih di muka dalam lipatan hitamnya masa

بِعَارِضٍ جَاَد أَوْ خِلْتَ الْبِطَاحَ بِهَا     ۞     سَيْبًا مِّنَ الْيَمِّ أَوْ سَيْلاً مِنَ العَرِمِ
Dengan awan yang hujannya deras hingga kau duga jurang nan luas
Air mengalir dari samudera atau mengalir dari lembah yang menganga

دَعْنِ وَوَصْفِـيَ أٰيَاتٍ لَهُ ظَهَرَتْ        ۞     ظُهُورَ نَارِ الْقُرٰى لَيْلً عَلَى عَلَمِ
Biarkan aku mengurai mukjizat yang tampak pada nabi

Tampak bagai api jamuan malam hari di atas gunung menjulang tinggi

QOSIDAH BURDAH 
BAGIAN KE ENAM

الفصل السادس : في شـرف الــقرآن ومدحـه

Bagian ke enam :
Kemuliaan Al-Quran Al-Karim dan pujian terhadapnya

فَالدُّرُّ يَزْدَادُ حُسْنًا وَّهُوَ مُنْتَظِمٌ        ۞     وَلَيْسَ يَنْقُصُ قَدْرًا غَيْرَ مُنْتَظِمِ
Biarkan aku mengurai mukjizat yang tampak pada nabi
Tampak bagai api jamuan malam hari di atas gunung menjulang tinggi

فَمَا تُطَاوِلَ أٰمَالِ الْمَديـــــحِ إِلىٰ         ۞     مَا فِيهِ مِنْ كَرَمِ الْأَخْلَاقِ وَالشِّيَمِ
Mutiara bertambah indah anggun bila ia rapi tersusun
Nilainya tak berkurang sedikitpun walau tak tersusun

أٰيَــاتُ حَقٍّ مِنَ الرّحْمٰنُ مُحْدَثَةٌ        ۞     قَدِيْةٌ صِفَةُ الْمَوْصُوْفِ بِالقِدَمِ
Ayat- ayat Al-Quran adalah dari tuhan nan rahman
Baru turunnya, terdahulu maknanya dan sifat Dzat yang bersifat Maha Qidam

لَمْ تَقْتَــــــــرِنْ بِزَمِانٍ وَّهْيَ تُخْبِرُنَا         ۞     عَنِ الْمَعَادِ وَعَنْ عَادٍ وَعَنْ إِرَمِ
Ayat – ayat al-quran tak bersamaan denga zaman
Dan ayat-ayat Al-Qur’an telah kabarkan pada kita tentang akhirat, kaum `Ãd dan kota iram

دَامَتْ لَدَيْنَا فَفَاقَتْ كُلَّ مُعْجِزَةً       ۞     مِنَ النَّبِيِّيْـــــنَ إِذْ جَآءَتْ وَلَمْ تَدُمِ
Ayat ayat ilahi disisi kita kekal abadi
Mengungguli mukjizat para nabi mukjizat yang datang tiada lestari

مُحَكَّمَـــاتٌ فَمَا يُبْقِيَنَ مِنْ شُبَهٍ        ۞     لِذِيْ شِقَاقٍ وَلاَ يَبْغِيْنَ مِنْ حَكَمِ
Sungguh kokoh itu al-quran tak tinggalkan keserupaan
Bagi yang punya perselisihan dan tak usah cari hakim kebenaran

مَا حُوْرِبَتْ قَطُّ إِلّا عَادَ مِنْ حَرَبٍ     ۞     أَعْدَى الْأَعَادِيْ إِلَيْهَا مُلْقِيَ السَّلَمِ
Sama sekali al-quran takkan ditentang kecuali akan kembali dari medan perang
Musuh yang sangat hebat dan pasrah dalam keadaan tunduk dan pasrah

رَدَّتْ بَلَاغَتُهَا دَعْوٰى مُعَارِضِهَا        ۞     رَدَّ الْغُيْورِ يَدَ الْجَانِ عَنِ الْحَرَمِ
Keindahan sastranya menaklukkan penentangnya
Bagai pencemburu membela keluarganya dari tangan jahil yang menjamahnya

لَهَا مَعَانٍ كَمَوْجِ الْبَحْرِ فِيْ مَدَدٍ       ۞     وَفَوْقَ جَوْهَرِهِ فِيْ الْحُسْنِ وَالْقِيَمِ
Bagi al-quran berlimpah banyak makna bertambah tambah bak ombak samudera
Keindahan dan nilainya melebihi mutira samudera

فَلَا تُعَدُّ وَلَا تُحْصٰى عَجَائِبُهَا          ۞     وَلَا تُسَامُ عَلىَ الْإِكْثَارِ باِلسَّـــــــأَمِ
Keajaiban ayat ayat Al-Quran tak bisa dibatasi hitungan
Maknanya nan banyak bertebaran sama sekali tak membosankan

قَرَّتْ بِهَا عَيْنُ قَارِيْهَا فَقُلْتُ لَهُ        ۞     لَقَدْ ظَفِرْتَ بِحَبْلِ الِلّٰهِ فَاعْتَصِمِ
Sejuklah mata pembacanya lalu kakatakan padanya
Sungguh anda telah beroleh bahagia berpeganglah selalu pada tali Allah ta`ala

إِنْ تَتْلُهَا خِيْفَ مِنْ حَرِّ نَارِ لَظىٰ      ۞     أَطْفَأْتَ حَرِّ لَظىٰ مِنْ وِّرْدِهَا الشِّبيَمِ
Jika karena takut kau membacanya dari panas neraka ladha
Maka kau padamkan panasnya karena kesejukan airnya

كَأَنَّهَا الحَوْضُ تَبْيَضُّ الْوُجُوهُ بِهِ      ۞     مِنَ العُصَاةِ وَقَدْ جَآءُوهُ كَالْحُمَمِ
Al-Quran laksana telaga dapat putihkan wajah
Wajah para pendosa wajah nan hitam arang tak cerah

وَكَالصِّـــــــــرَاطِ وَكَالْمِيْزَانِ مَعْدَلَةً         ۞     فَالْقِسْطُ مِنْ غَيْرِهَا فِيْ النَّــــاسِ لَمْ يَقُمِ
Al-Quran tegak bak lurusnya jalan laksana keadilan timbangan
Keadilan selain Al-Quran di kalangan manusia tiada yang langgeng bertahan lama

لَا تَعْجَبَنْ لِحَسُوْدٍ رَّاحَ يُنْكِرُهَا        ۞     تَجَاهُلً وَّهُوَ عَيْنُ الْحَاذِقِ الْفَهِمِ
Jangan heran pada pendengki yang berusaha mengingkari
Pura pura bodoh diri padahal ia cerdas dan memahami

قَدْ تُنْكِرُ الْعَيْنُ ضَوْءَ الشَّمْسِ مِنْ رَّمَدٍ         ۞     وَيُنْكِرُ الْفَمُ طَعْمَ الْمَآءِ مِنْ سَقَمِ
Terkadang mata sakit mengingkari pada sinar matahari

Segar air tekadang mulut pungkiri karena sakit yang menyilimuti

QOSIDAH BURDAH 
BAGIAN KE TUJU

الفصل السابع : في إسرائه ومعراجه صلى الله عليه وسلم

Bagian ke tuju :
Isra’ mi’raj nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam

يَا خَيْرَ مَنْ يَّمَّمَ الْعّافُونَ سَاحَتَهُ       ۞     سَعْيًا وَّفَوْقَ مُتُوْنِ الْأَيْنُقِ الرُّسُمِ
Wahai sebaik-baiknya manusia, para pencari kebaikan menuju kediamannya
Dengan berjalan kaki atau unta yang cepat berlari

وَمَنْ هُوَ الْأَيَةُ الكُبْــــرٰى لِمُعْتَبِرٍ        ۞     وَمَنْ هُوَ الِنّعْمَةُ الْعُظْمٰــــى لِمُغْتَنِمِ
Wahai nabi nan jadi pertanda besar bagi pencari i`tibar
Duhai nabi nan sebagai nikmat agung bagi orang yang ingin beruntung

سَرَيْتَ مِنْ حَرَمٍ لَيــــْلً إِلَىٰ حَرَمٍ        ۞     كَمَا سَرَى الْبَدْرُ فِيْ دَاجٍ مِّنَ الظُّلَمِ
Dikala malam engkau berjalan dari masjidil haram ke masjidil aqsha
Bagai purnama yang berjalan menembus malam gulita

وَبِتَّ تَرْقـــىٰ إِلىٰ أَنْ نِلْتَ مَنْزِلَةً        ۞     مِنْ قَابِ قَوْسَيْنِ لَمْ تُدْرَكْ وَلَمْ تَرُمِ
Dan engkau terus meninggi hingga suatu tempat engkau gapai
Yaitu tempat sekira -kira busur dua tak bisa dicapai dan diasa

وَقَدَّمَتْكَ جَمِيعُ الْأنْبِيَــــــــآءِ بِهَا          ۞     وَالرُّسْلِ تَقْدِيَمَ مَخْدُومٍ عَلىٰ خَدَمِ
Para nabi dan utusan mempersilahkan anda di depan
Laksana penghormatan pelayan kepada sang majikan

وَأَنْتَ تَخْتَرِقُ السَّبْعَ الطِّبَاقَ بِهِمْ     ۞     فِيْ مَوْكِبٍ كُنْتَ فِيهِ صّاحِبَ الْعَلَمِ
Engkau tembus langit tujuh petala bersama para rasul dan anbiya’
Dalam kumpulan malaikat allah ta`ala engkaulah menjadi pemimpinnya

حَتّٰى إِذَا لَمْ تَدَعْ شَأْوًا لِمُسْتَبِقٍ       ۞     مِنَ الدُّنُوِّ وَلاَ مَرْقًى لِمُسْتَنِمِ
Hingga tak satu puncak kau sisai bagi orang yang ingin mendahului
Tempat dekat dan tempat tinggi bagi pencari derajat tinggi

خَفَضْتَ كُلَّ مَقَامٍ بِاْلِإضَافَةٍ إِذْ        ۞     نُوْدِيتَ بِالرّفْعِ مِثْلَ الْمُفْرَدِ الْعَلَمِ
Dibandingkan dengan derajatmu derajat jadi rendah semua
Karena dengan khusus dipanggil namamu bak mufrad `alam dalam kekhususannya

كَيْمَا تَفُوْزَ بِوَصْلٍ أَيِّ مُسْتَتِرٍ          ۞     عَنِ الْعُيُونِ وَسِرٌّ أَيِّ مُكْتَتَمِ
Agar kau peroleh hubungan sempurna tertutup dari pandangan mata
Dan rahasia nan tiada terbuka tersimpan dari makhluk tercipta

فَحُزْتَ كُلَّ فِخَارٍ غَيْرَ مُشْتَرِكٍ         ۞     وَجُزْتَ كُلَّ مَقَامٍ غَيْرَ مُزْدَحَمِ
Kau kumpulkan semua kebanggaan keutamaan nan tak terbagi
Kau lewati setiap derajat ketinggian derajat nan tak terdesaki

وَجَلَّ مِقْدَارُ مَا وُلِّيَتَ مِنْ رُتَبٍ        ۞     وَعَزَّ إِدْرَاكُ مَا أُولِيْتَ مِنْ نِّعَمِ
Sungguh agung nilainya derajat yang kau dapati
Sungguh jarang lagi langka dapatkan nikmat yang engkau diberi

بُشْرٰى لَنَا مَعْشَرَ الْإِسْلَامٍ إِنّ لَنَا      ۞     مِنَ العِنَايِةِ رُكْنًا غَيْرَ مُنْهَدِمِ
Kabar gembira wahai golongan umat islam
Bagi kita tiang kokoh jaya takkan roboh padam

لَمَّا دَعَا اللهُ دَاعِينَا لِطَاعَتِهِ   ۞     بِأَكْرَمِ الرُّسْلِ كُنَّا أَكْرَمُ الُأُمَمِ
Tatkala Allah panggil nabi pengajak kita karena ketaatannya kepada Allah Swt
Dengan panggilan rasul termulia maka jadilah kita umat yang paling mulia

QOSIDAH BURDAH 
BAGIAN KE SEMBILAN

الفصل التاسع : في التوسل بالنبي صلى الله عليه وسلم

Bagian ke sembilan :  
Tawassul

خَدَمْتُهُ بِمَدِيحٍ أَسْتَقِيلُ بِهِ   ۞     ذُنُوبَ عُمْرٍ مَّضٰى فِي الشِّعْرِ وَالنَّدِمِ
Kupuja nabi dengan pujian kumohon adanya pengampunan
Dosa –dosa hidup yang terlewatkan dalam bersyair dan pujian

إِذْ قَلّدَانِيَ مَا تَخْشٰى عَوَاقِبُهُ          ۞     كَأَنَّنِيْ بِهِمَا هَدْىٌ مِنَ النَّعَمِ
Keduanya mengalungi diriku sesuatu yang menakutkan akibatnya dengan dua perkara itu
Seakan akan diriku hewan sembelihan berupa unta

أَطَعْتُ غَيَّ الصِّبَا فِيْ الحَالَتَيْنِ وَمَا   ۞     حَصَّلْتُ إِلاَّ عَلَى الْأَثَامِ وَالنَّدَمِ
Kuturuti bujuk rayu masa muda dalam bersyair dan memuja
Tak ada yang ku dapatkan kecuali dosa dan penyesalan

فَيَا خَسَارَةَ نَفْسٍ فِيْ تِجَــــارَتِهَا         ۞     لَمْ تَشْتَرِ الدِّيْنَ بِالدُّنْيَــا وَلَمْ تَسُمِ
Alangkah ruginya jiwa dalam perdagangannya
Tak pernah beli agama dengan dunia dan pernah menawarnya

وَمَنْ يَبِعْ أٰجِلً مِنْهُ بِعَاجِلِهِ   ۞     بَيْنَ لَهُ الْغَبْنُ فِيْ بَيْعٍ وَفِيْ سَلَمِ
Barangsiapa menjual akhirat dengan dunia kebahagian sesaat
Maka nyata baginya kerugian dalam jual beli dan akad salam[1]

إِنْ أٰتِ ذَنْبًا فَمَا عَهْدِيْ بِمُنْتَقِضٍ      ۞     مِنَ النَّبِيِّ وَلاَ حَبْلِيْ بِمُنْصَرِمِ
Jika dosa kulakukan janjiku pada nabi tidaklah terputuskan
Dan juga tali hubungan takkan terputuskan

فَإِنَّ لِيْ ذِمَّةً مِنْهُ بِتَسْمِيَتِى   ۞     مُحَمَّدًا وَهْوَ أَوْفَى الْخَلْقِ بِالذِّمَمِ
Sesungguhnya ku punya jaminan namaku muhammad sesuai dengan nabi
Nabi lebih sempurnanya makhluk ciptaan dalam menepati janji

إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْ مَعَادِيْ أٰخِذًا بِيَدِيْ   ۞     فَضْلً وَإِلاَّ فَقُلْ يَا زَلَّةَ الْقَدَمِ
Jika di akhirat nabi tak ulurkan tangan menolongku sebagai fadhal keutamaan
Maka sampaikanlah kata “wahai orang yang tergelincir kakinya”

حَاشَاهُ أَنْ يَّحْرِمَ الرَّاجِيْ مَكَارِمَهُ       ۞     أَوْ يَرْجِعَ الْجَارُ مِنْهُ غَيْرَ مُحْتَرَمِ
Maha suci Allah ta`ala nabi tak tolak pengharap syafaatnya
Atau tetangga  kembali darinya tanpa dihormati dan dimuliakan

وَمُنْذُ أَلْزَمْتُ أَفْكَارِيْ مَدَائِحَهُ         ۞     وَجَدْتُهُ لِخَلَصِي خَيْرَ مُلْتَزِمِ
Sejak kucurahkan segala pikiran untuk memberikan aneka pujian
Maka untuk keselamatanku nabi kudapatkan sebaik baik pemberi jaminan

وَلَنْ يَفُوتَ الْغِنٰى مِنْهُ يَدًا تَرِبَتْ      ۞     إَنّ الْحَيَا يُنْبِتُ الْأَزْهَارَ فِيْ اْلأَكَمِ
Pemberian nabi takkan luputkan setiap tangan yang membutuhkan
Susengguhnya hujan akan menghidupi bunga – bunga di bukit tinggi

وَلَمْ أُرِدْ زُهْرَةَ الدُّنْيَا الَّتِي اقْتَطَفَتْ    ۞     يَدَا زُهَيْرٍ بِمَا أَثْنٰى عَلَى حَرَمِ
Aku tidaklah mengharapkan dunia yang penuh kenikmatan
Seperti yang zuhair petik dengan tangannya atas raja haram yang ia puja

QOSIDAH BURDAH 
BAGIAN KE SEPULUH
PENUTUP

 الفصل العاشر : في المناجاة وعرض الحاجات

Bagian ke sepuluh : 
Bermunajat dan meminta hajat

يَا أَكْرَمَ الْخَلْقِ مَالِيْ مَنْ أَلُـــوذُ بِهِ     ۞     سِوَاكَ عِنْدَ حُلُولِ الحَادِثِ العَمَمِ
Wahai makhluk paling mulia, tiada orang tempat perlindungan hamba
Selain engkau baginda kala huru hara kiamat melanda semua manusia

وَلَنْ يَضِيقَ رَسُولَ اللهِ جَاهُكَ بِيْ      ۞     إِذَا الْكَرِيِمُ تَجَلّٰى بِاسْمِ مُنْتَقِمِ
Wahai Rasululloh, keagunganmu tiada sempit karena hamba
Tatkala Dzat yang Maha Mulia bersifat dengan nama Dzat Penyiksa

فَإِنَّ مِنْ جُودِكَ الدُّنْيَا وَضُرّتَهَا        ۞     وَمِنْ عُلُومِكَ عِلْمَ اللَّوْحِ وَالْقَلَمِ
Di antara kemurahanmu adalah dunia dan akhirat baqa
Dan diantara ilmumu adalah ilmu lauh mahfudh dan qalam pena

يَا نَفْسُ لَا تَقْنَطِيْ مِنْ زَلَّةٍ عَظُمَتْ    ۞     إِنَّ الْكَبَآئِرَ فِيْ الغُفْرَانِ كَاللَّمَمِ
Wahai jiwa janganlah putus asa karena dosa besar yang telah dilakukan
Sesungguhnya dosa-dosa besar dalam luasnya ampunan Alloh seperti kecil dan ringan

لَعَلَّ رَحْمَةَ رَبِّي حِيْنَ يَقْسِمُـــــهَا         ۞     تَأْتِي عَلىٰ حَسَبِ العِصْيَانِ فِي الْقِسَمِ
Semoga Rahmat Alloh Swt, ketika dibagi-bagikan
Datang, sampai  kepadaku dalam pembagian Sesuai dengan nilai kedurhakaanku

يَا رَبِّ وَاجْعَلْ رَجَآئِيْ غَيْـرَ مُنْعَكِسٍ   ۞     لَدَيْكَ وَاجْعَلْ حِسَابِيْ غَيْرَ مُنْخَرِمِ
Ya allah jadikanlah harapanku tak berbeda dengan apa yang ada disisi-mu
Dan jadikanlah keyakinanku tiada putus – putus kepada-mu

وَالْطُفْ بِعَبْدِكَ فِي الدَّارَيْنِ إَنَّ لَهُ     ۞     صَبْرًا مَتٰى تَدْعُهُ الَهْوَالُ يَنْهَزِمِ
Ya Allah, kasihanilah hamba-mu ini dalam dunia dan akhirat nanti
Sesungguhnya ia punya kesabaran jika bencana menimpa lari tak tahan

وَأْذَنْ لِسُحْبِ صَلاَةٍ مِنْكَ دَائِمَةً      ۞     عَلَى النَّبِيِّ بِمُنْهَلٍّ وَمُنْسَجِمِ
Ya Allah, semoga Engkau curahkan awan shalawat-mu abadi tak terbatas
Kepada junjungan nabi Agung Muhammad Saw, layaknya hujan mengalir deras

مَا رَنَّحَتْ عَذَبَاتِ الْبَانِ رِيحُ صَبًا     ۞     وَأَطْرَبَ الْعِيْسَ حَادِي الْعِيْسِ بِالنَّغَمِ
Selagi angin timur masih mendoyongkan dahan – dahan pohon ban
Dan selagi pengembala unta senangkan unta dengan merdu suara

ثُمَّ الرِّضَا عَنْ أَبِي بَكْرٍ وَعَنْ عُمَرٍ     ۞     وَعَنْ عَلِيٍّ وَعَنْ عُثْمَانَ ذِي الْكَرَمِ
Kemudian ridha Allah semoga tetap tercurah ruah untuk Abu bakar, Umar
Ali dan Utsman, mereka shahabat –shahabat yang memiliki kemuliaan yang tinggi

وَالْآلِ وَالصَّحْبِ ثُمَّ التَابِعِيَن فَهُمْ    ۞     أَهْلُ التُّقٰى وَالنَّقَا وَالحِلْمُ وَالْكَرَمِ
Juga keluarga dan shahabatnya kemudian para tabi`in
Dan pengikutnya mereka ahli taqwa dan kesucian bersifat penyantun dan dermawan

يِا رَبِّ بِالمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا      ۞     وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ الكَرَمِ
Ya Allah, semoga dengan berkah nabi yang pinilih, gandakanlah segala cita-cita kami
Dan ampunlah segala dosa kami yang terlewat masa wahai dzat yang luas kemurahan-nya

وَاغْفِرْ إِلٰهِي لِكُلِّ الْمُسْلِمِينَ بِمَا      ۞     يَتْلُونَ فيِ المَسْجِدِ الأَقْصٰى وَفِي الْحَرَمِ
Ampunilah wahai tuhan beta dosa – dosa muslim semua
Berkat qur-an yang mereka baca di masjidil haram dan aqsha

بِجَاهِ مَنْ بَيْتَهُ فيِ طَيْبَةٍ حَرَمٌ ۞     وَاسْمُهُ قَسَمٌ مِنْ أَعْظَمِ الْقَسَمِ
Dengan keagungan nabi yang tinggal di tanah suci
Namanya menjadi sumpah paling agungnya sumpah

وَهَذِهِ بُرْدَةُ المُخْتَارِ قَدْ خُتِمَتْ        ۞     وَالحَمْدُ للهِ فيِ بِدْءٍ وَفيِ خَتَمِ
Inilah sair-sair burdah yang telah sampai pada penghabisan
Segala puji bagi  Allah Swt, dari permulaan sampai penghabisan

أَبْيَاتُهَا قَدْ أَتَتْ سِتِّينَ مَعْ مِائَةٍ        ۞     فَرِّجْ بِهَا كَرْبَنَا يَا وَاسِعَ الْكَرَمِ
Bait- bait Qashidah Burdah sebanyak seratus enam puluh buah
Berkat burdah lapangkan segala duka cita wahai dzat yang maha luas kemurahan-nya


Kamis, 21 Januari 2021

Layang Dungo Restu Happy Asmara

 


Lirik lagu
LDR (Layang Dungo Restu)

Tak tulis layang kangen iki dinggo kowe
Soyo ngampet gede roso katresnanku
Snadyan adoh pangonmu ra bakal tak lale’ke
Tunggulahku dan jaga hatimu untukku

Donga’no aku karo restumu
Sabar ngenteni tekan baliku
Tak jogo roso kanggo awakmu
Semoga dirimu juga begitu

Roso sayang iki ra biso lali
Nganti mbesok tekaning mati
Janji tulus ra mung ono ing lathi
Mantep roso lan jiwo rogo iki

Tak titipke layang kangenku iki
Mugo biso nambahi ati
Panyuwunku siji kanggo awakmu
Njogo roso lan katresnanku

Doa Agar Segera Memiliki Rumah

 Amalan Doa Agar Segera Memiliki Rumah

Al-Habib Sholeh Al-Hamid (Tanggul) memberikan ijazah doa agar cepat punya rumah. 


Inilah doanya:


ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺭﺏ ﺍﻟﺒﻴﺖ

ﺃﺳﺄﻟﻚ ﺑﺠﺎﻩ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ

ﺃﻥ ﺗﻴﺴﺮ ﻟﻲ ﺧﻴﺮ ﺑﻴﺖ

ﺣﺘﻰ ﻻ ﻧﻘﻮﻝ ﻳﺎ ﻟﻴﺖ


Allohhumma Robbal Bait

As Aluka Bijaahi Ahlil Bait

An Tuyassiro lii Khoiro Bait

Hattaa Laa Naquulu Yaa Laiit


Artinya :


Ya Allah Engkau pemilik Baitulloh

Hamba memohon dengan wasilah/perantara Ahlil Bait (Rasulallah Saw)

Agar Engkau mudahkan untukku sebaik-sebaiknya rumah.

Sehingga kami tidak mengucap "Seandainya aku punya rumah".


Baca terus (amalan ini) tanpa batas. 

Boleh dijadikan wirid sambil usaha atau kerja, dengan niat yang kuat maka Insya Alloh akan terwujud dalam waktu dekat asal istiqomah.


Sudah banyak yang membuktikan dan hasilnya beda-beda. 

Ada yang kurang dari setahun, ada yang lebih. 

Intinya ikhtiar doa ini, dan masalah hasil yang kita terima adalah hak Allah SWT.


Mudah-mudahan berkat Rasulullah, para auliya, dan orang-orang sholeh, dosa-dosa dan kesalahan kita, dzahir bathin seumur hidup diampuni Allah, qobul segala hajat, selamat dunia akhirat, husnul khotimah, dan masuk surga bighoiri hisaab. 

Aamiin ya Rabbal ‘alamiin...


Wallahu a'lam, insya Alloh bermanfaat

Jumat, 25 September 2020

Manusia Malaikat Hewan Setan

Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan dalam bentuk terbaik.
 Ia diciptakan dengan bentuk fisik yang indah, juga diberi perangkat lunak yang sempurna, seperti akal pikiran, rasa, dan karsa (kehendak).
 Manusia berbeda dari makhluk Allah lainnya.
 Malaikat diciptakan hanya memiliki akal tanpa diberi syahwat dan nafsu.
 Hewan dibekali syahwat sehingga hidupnya hanya mengikuti keinginan kebutuhan badannya; makan, minum, berhubungan badan dan segala keinginan yang bersifat jasmaniah.
 Sementara setan diciptakan hanya dengan bekal nafsu sehingga sepanjang hidupnya selalu ingkar akan nikmat Allah.

Minggu, 15 Maret 2020

DOA UKAASYAH (AKASAH)

DO'A UKAASYAH (AKASAH)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

اَللَّهُمَّ صَلىِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ
Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammadiw wa 'alaa aalihii washahbihii 
Ya Allah, tetapkanlah shalawat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad, Keluarga dan shahabat-shahabat beliau.

بِسْمِ اللهِ النُّوْرِ نُوْرٌعَلَى نُوْرٍ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِىْ خَلَقَ النُّوْرَ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ عَلَى جَبَلِ الِطُّوْرِفِى كِتَابٍ مَسْطُوْرٍ
Bismillaahin nuuri nuurun 'alaa nuur, alhamdulillaahil ladzii khalaqan nuura wa-anzalat tauraata 'alaa jabalith thuuri fii kitaabim masthuur. 
Dengan menyebut nama Allah sebagai sumber cahaya, cahaya diatas cahaya. Segala puji hanya bagi Allah yang telah menciptakan cahaya dan menurunkan Taurat diatas bukit Thur dalam kitab yang tertulis.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذَيْ بِالْغِنَآءِ مَذْكُوْرٌ وَبِالْعِزَّةِ وَالْجَلاَلِ مَشْهُوْرٌ وَعَلَى السَّرَّآءِ وَلضَّرَّآءِ مَشْكُورٌ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّموَاتِ وَاْلاَرْضِ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرَثُمَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْابِرَبِّهِمْ يَعْدِلُوْنَ
Alhamdulillaahil ladzii bilghinaa-i madzkuur, wabil 'izzati waljalaali masyhuur. Wa-'alas sarraa i wadh-dharraa-i masykuur, alhamdu lillaahil ladzii khalaqas samaawaati wal-ardha waja-'alazh zhulumaati wannuur, tsummal ladziina kafaruu birabbihim ya'diluun.
Segala Puji hanya bagi Allah yang selalu disebut-sebut dengan kekayaanNya, yang dengan kemulyaan dan keagunganNya Dia dikenal, yang selalu disyukuri atas suka dan duka yang Dia berikan. Segala puji hanya bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang. Kemudian orang-orang yang ingkar mempersekutukan Tuhan mereka (dengan sesuatu).

گهيعۤص حمَ عۤسۤق اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ يَاحَيُّ يَا قَيُّوْمُ اَللهُ الَّطِيْفُ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَآءُ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُ
Kaaf. Haa. Yaa. 'Aiin. Shaad. Haa. Miim. 'Aiin. Siin. Qaaf. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta-'iin. Yaa hayyu yaa qayyuum. Allaahu lathiifum bi'ibaadihii yarzuqu may yasyaa-u wahuwal qawiyyul 'aziiz. 
Kaaf. Haa. Yaa. 'Aiin. Shaad. Haa. Miim. 'Aiin. Siin. Qaaf. Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan, wahai Tuhan yang Maha Hidup lagi Maha mengurus makhluk-Nya. Allah Maha lembut kepada hamba-Nya, memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia Maha kuat lagi Maha perkasa.

يَاكَافِيْ كُلِّ شَىْءٍاِكْفِنِيْ وَاصْرِفْ عَنِّىْ كُلىَّ شَىْءٍ بِيَدِكَ الْخَيْرُ اِ نَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ .
Yaa kaafiiya kulli syai-in ikfinii washrif 'annii kulla syaii', biyadikal khairu innaka 'alaa kulli syai-in qadiir. 
Wahai Tuhan yang mencukupi segala sesuatu, cukupilah kami, dan jauhkanlah dari kami segala sesuatu (yang berbahaya). Di 'tangan' kekuasaan-Mulah segala kebaikan itu. sesungguhnya Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu.

اَللَّهُمَّ يَاكَثِيْرَ النَّوَالِ 
Allaahumma yaa katsiiran nawwaal, 
Ya Allah, duhai Zat yang banyak pemberian-Nya,

وَيَادَائِمُ الْوَصَالِ 
Wayaa daa-imal washaal, 
Duhai Zat yang selalu bertemu,

وَيَاحَسَنَ الْفِعَالِ
Wayaa hasanal fi-'aal, 
Wahai Zat yang bagus perbuatan-Nya,

وَيَارَازِقَ الْعِبَادِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
Wayaa raaziqal 'ibaadi 'alaa kulli haal, 
Duhai Zat pencipta rezeki kepada hamba-Nya dalam keadaan apapun,

وَيَابَدِيْعًا بِلاَمِثاَلٍ
Wayaa badii'an bilaa mitsaal, 
Duhai Zat pencipta pertama kali dengan tanpa contoh,

وَيَابَاقٍ بِلاَزَوَالٍ
Wayaa baaqim bilaa zawaal, 
Duhai Zat yang langgeng dan tidak akan pernah binasa,

نَجِّنَامِنَ الْكُفْرِوَالضَّلاَلِ
Najjinaa minal kufri wadh-dhalaal, 
Selamatkanlah kami dari kufur dan kesesatan terhadapMu,

.........
......
...
.

Kamis, 23 Januari 2020

Wasiat Nasehat

AS-SYAHID SAYYIDINA HASAN SYABABUL JANNAH,RA
Tinggalkan apa yang meragukan hatimu, beralihan kepada sesuatu yang tidak meragukan hatimu, karena sesungguhnya kebenaran itu membawa ketenangan di dalam hati.

Manusia celaka karena tiga hal : Sombong, rakus dan dengki.
Sombong adalah penyebab rusaknya agama dan karena sifat inilah iblis mendapat laknat.
Rakus adalah musuh bagi hati manusia dan karena sifat inilah Nabi Adam dikeluarkan dari surga.
Dengki adalah menuju kejahatan dank arena sifat inilah Qabil membunuh Habil.