Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh _monggo pinarak ingkang sekeco_

Kamis, 31 Agustus 2017

Takbir

"Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar,
Laa illaa haillallah-huwaallaahuakbar
Allaahu akbar walillaahil hamd'."

" Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah. "

Takbir

" Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,
Wasubhaanallaahi bukrataw wa ashiillaa.
Laa ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiin,
Walau karihal kaafiruun, walau karihal musyrikun, walau karihal munafiqun.
Laa ilaaha illallaahu wahdah, shodaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundahu wahazamal ahzaaba wahdah.
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil hamd."

"Allah maha besar dan juga sempurna kebesaran-Nya, Segala puji bagi-Nya dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada yang kami sembah selain kepada-Nya, Kami memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, musrik, dan munafiq membencinya. Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-esaan-Nya. Dia Maha menepati janji. Dan menolong hamba-hamba-Nya, Memuliakan bala tentara-Nya dan menghancurkan musuh-musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan Segala Puji hanya bagi Allah."

Amalan Mustajab Seusai Jumatan

Dari Syekh Abdul Wahhab Sya’roni-semoga Allah memberikan maslahat kepada kita berkat Syekh Wahhab-bahwa siapa saja yang melazimkan dua bait ini setiap hari Jum’at, maka Allah akan ambil ruhnya dalam keadaan Islam tanpa ragu sedikitpun.

Kedua bait syair itu berbunyi:

Ilahi lastu lil Firdausi ahla
Wa la aqwa ala naril jahimi
Fa hab li taubatan waghfir dzunubi
Fainnaka ghafirudz dzanbil ‘azhimi

Tuhanku, aku bukanlah penghuni yang pantas surga-Mu.
Aku pun tidak sanggup masuk neraka.
Karena itu, bukalah pintu tobat-Mu.
Ampunilah segenap dosaku.
Karena sungguh Engkau ialah Zat yang maha pengampun.

Bacaan Doa di Antara Takbir Shalat Id

Kita dianjurkan bertakbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama sembahyang Id setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, sebelum membaca Surat Al-Fatihah.

Sementara pada rakaat kedua kita dianjurkan bertakbir sebanyak lima kali.

Adapun jeda di antara satu ke lain takbir kita dianjurkan untuk membaca zikir berikut ini :

Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm.

Artinya, “Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Dia, Allah mahabesar, dan tiada daya serta upaya selain berkat pertolongan Allah yang mahatinggi lagi mahaagung.”

Bacaan ini disarikan dari Busyral Karim halaman 355 karya Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin.

Wallahu a‘lam .

Senin, 21 Agustus 2017

Hikmah 27

27. “JANGAN MINTA DIPINDAH DARI SATU MAQOM KE MAQOM LAIN”

27. "Jangan engkau meminta kepada Alloh supaya dipindahkan dari suatu masalah kepada masalah yang lain, sebab sekiranya Alloh menghendakinya tentu telah memindahkanmu, tanpa merubah keadaan yang terdahulu."

Dalam suatu hikayat :

Ada seorang yang salik, dia bekerja mencari nafkah dan beribadat dengan tekun, lalu ia berkata dalam hatinya :

Andai kata aku bisa mendapatkan untuk tiap hari, dua potong roti, niscaya aku tidak susah bekerja dan melulu beribadat.

Tiba-tiba ia tanpa ada masalah, tiba-tiba ia ditangkap dan dipenjara, dan tiap hari ia menerima dua potong roti, kemudian setelah beberapa lama ia merasa menderita dalam penjara, ia berpikir :

Bagaimana sampai terjadi demikian ini?

Tiba-tiba ia mendengar suara yang berkata :

Engkau minta dua potong roti, dan tidak minta keselamatan, maka Kami [Alloh] menerima dan memberi apa yang engkau minta.

Setelah itu ia memohon ampun dan membaca istighfar, maka seketika itu pula pintu penjara terbuka dan ia dibebaskan dari penjara.

Sebab Alloh menjadikan manusia dengan segala kebutuhannya, sehingga tidak perlu manusia merasa khawatir, ragu dan jemu terhadap sesuatu pemberian Alloh, walaupun berbentuk penderitaan pada lahirnya, sebab hakikatnya nikmat besar bagi siapa yang mengetahui hakikatnya, sebab tidak ada sesuatu yang tidak muncul dari rahmat, karunia dan hikmah Alloh subhanahu wata'ala.

TERJEMAH ALHIKAM HIKMAH 27
Ibnu 'Atho'illah asSyakandary ra.

Kamis, 17 Agustus 2017

AL HIKAM MUQODDIMAH

MUQODDIMAH ALHIKAM ibnu 'Atho'illah asSyakandary ra.

Segala puji bagi Allah, Tuhan yang mengisi [memenuhi] hati para wali-Nya dengan kasih sayang-Nya dan mengistimewakan jiwa mereka dengan memperhatikan kebesaran-Nya dan mempersiapkan Rahasia mereka untuk menerima ma'rifat-Nya, maka hati nurani mereka merasa bergembira dalam kebun ma'rifat-Nya dan roh mereka terasa nikmat di alam malakut-Nya, sedang Rahasia mereka berenang di lautan jabarut, maka keluar dari alam pikiran mereka berbagai permata ilmu dan dari lidah mereka mutiara hikmah.
Maha suci Allah yang memilih mereka untuk mendekat pada-Nya dan mengutamakan mereka dengan kasih sayang-Nya.
Maka terbagi antara mereka salik dan majdzub dan menyintai dengan yang dicintai, mereka tenggelam dalam cinta Dzat-Nya dan timbul kembali karena memperhatikan sifat-Nya.
Kemudian shalawat dan salam atas Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sumber dari semua ilmu dan cahaya, bibit dari semua ma'rifat dan sir [rahasia].
Dan semoga Allah ridha pada keluarga dan sahabatnya yang tetap taat mengikuti jejaknya. Amiiin.
Adapun dalam segala masa, maka ilmu tasawuf yang dahulunya atau hakikatnya ilmu tauhid untuk mengenal Allah, maka termasuk semulia-mulia ilmu terbesar dan tertinggi, sebab ia sebagai intisari dari pada syari'at, bahkan menjadi sendi yang utama dalam agama Islam, sebab Allah telah berfirman:
"Wa maa khalaq tul jinna wal insan illa liya'buduun".
[Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka menyembah Aku].
Karena pengertian ilmu Tauhid telah berubah namanya menjadi ilmu kalam, ilmu filsafat yang sama sekali, seakan-akan tidak ada hubungannya dengan akhlak dan amal usaha, maka timbul nama ilmu tauhid yang dijernihkan kembali dari sumber yang semula di ajarkan dan dilakukan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan sahabatnya.
Sebab dari ilmu inilah akan dapat memancar nur [cahaya] hakikat, sehingga dapat menilai semua soal hidup dan penghidupan ini dengan bimbingan dan pentunjuk Allah dan pelaksanaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Sedang kitab yang disusun oleh Abul Fadhel Ahmad bin Muhammad bin Isa bin al-Husain bin Athaillah al-Iskandary.
Salah satu kitab yang sangat baik menjadi pedoman dalam ajaran tauhidnya, sehingga tampak benar bahwa ia berupa ilmu ladunni dan rahasia quddus.
Adapun definisi ilmu tasawuf [tauhid],
Junaid al-Baghdadi berkata:
"Mengenal Allah, sehingga antaramu dengan Allah tidak ada perantara [hubungan dengan Allah tanpa perantara]. :
- Menerapkan dalam kehidupan semua akhlak yang terpuji menurut apa yang telah di sunnahkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan meninggalkan akhlak yang tercela.
- Mengendalikan hawa nafsu sesuai kehendak Allah.
- Merasa tidak memiliki apapun dan juga tidak dimiliki oleh siapapun kecuali Allah.
Adapun caranya:
Mengenal Asmaa Allah dengan penuh keyakinan, sehingga menyadari sifat-sifat dan af'al Allah di dunia ini.
Maka Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang telah mengajarkan dari tuntunan wahyu dan melaksanakannya lahir-batin sehingga diikuti oleh para sahabat-sahabatnya radhiallahu 'anhu.
Adapun mamfaatnya:
Mendidik hati sehingga mengenal Dzat Allah, sehingga berbuah kelapangan dada, kesucian hati dan berbudi pekerti yang luhur menghadapi semua makhluk.
Abul Hasan asy-Syadzily radhiallahu 'anhu berkata:
Pengembaraan kami terdiri diatas lima:
1. Taqwa kepada Allah lahir dan batin dalam kesendirian dan di depan publik.
2. Mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam semua kata dan perbuatan.
3. Mengabaikan semua makhluk dalam kesukaan ataupun dalam kebencian mereka. [tidak menghiraukan apakah mereka suka atau benci].
4. Rela [ridha] menurut hukum [takdir] Allah, baik yang ringan maupun yang berat.
5. Kembali kepada Allah dalam suka dan duka.
Maka untuk melaksanakan taqwa harus berlaku wara' [menjauh dari makruh, subhat dan haram] dan tetap istiqamah dalam mentaati semua perintah dan tetap tabah tidak berubah.
Dan untuk melaksanakan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, harus berhati-hati dan menerapkan budi pekerti yang baik.
Dan mengabaikan makhluk dengan sabar dan tawakkal [berserah diri kepada Allah subhanahu wataala].
Rela [ridha] pada Allah atas segala takdir-Nya dan merasa cukup dan tidak tamak terhadap sesuatu.
Mengembalikan segala-galanya hanya kepada Allah dalam suka dan duka dengan bersyukur dalam suka dan berlindung kepada-Nya dalam duka.
Dan semua ini pada intinya ada 5 hal:
1. Semangat yang tinggi.
2. Berhati-hati pada yang haram dan menjaga kehormatan.
3. Taat dan memahami diri sebagai seorang hamba.
4. Melaksanakan kewajiban.
5. Menghargai nikmat.
Maka barangsiapa yang bersemangat tinggi, pasti naik tingkat derajatnya.
Dan barangsiapa yang meninggalkan larangan yang diharamkan Allah, maka Allah akan menjaga kehormatannya.
Dan barangsiapa yang benar dalam taatnya, pasti mencapai tujuan kebesaran-Nya dan kemulian-Nya.
Dan barangsiapa yang melaksanakan kewajibannya dengan baik, maka bahagia hidupnya.
Dan barangsiapa yang menghargai nikmat, berarti mensyukuri dan selalu akan menerima tambahan nikmat yang lebih besar.
Abul Hasan asy-Syadzily radhiallahu 'anhu berkata :
Aku dipesan oleh guruku [Abdul Salam bin Masyisy radhiallahu 'anhu] :
"Janganlah kamu melangkahkan kaki kecuali untuk sesuatu yang dapat mencapai keridhaan Allah, dan jangan duduk di majlis kecuali yang aman dari murka Allah.
Dan jangan bersahabat kecuali kepada orang yang dapat membantu berbuat taat kepada Allah.
Dan jangan memilih sahabat karib kecuali orang yang menambah keyakinanmu terhadap Allah, yang demikian ini sudah jarang untuk didapat.
Sayid Ahmad al-Badawi radhiallahu 'anhu berkata :
"Perjalanan kami berdasarkan kitab Allah dan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
1. Benar dan jujur.
2. Bersih hati.
3. Menepati janji.
4. Bertanggung jawab dalam tugas dan derita.
5. Menjaga kewajiban."
Seorang muridnya yang bernama Abdul Ali bertanya :
Apakah syarat yang harus diperbuat oleh orang yang ingin menjadi wali Allah?
Jawabnya:
Seorang yang benar-benar dalam syariat ada 12 tanda-tandanya:
1. Benar-benar mengenal Allah [yakni mengerti benar tauhid dan penuh keyakinan kepada Allah].
2. Menjaga benar-benar perintah Allah.
3. Berpegang teguh pada sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
4. Selalu berwudhu [bila berhadas segera berwudhu kembali].
5. Rela menerima ketentuan [takdir] Allah dalam suka maupun duka.
6. Yakin terhadap semua janji Allah.
7. Putus harapan dari semua apa yang di tangan mkhluk.
8. Tabah, sabar menanggung berbagai derita dan gangguan orang.
9. Rajin mentaati perintah Allah.
10. Kasih sayang terhadap semua makhluk Allah.
11. Tawadhu, merendah diri terhadap yang tua dan muda.
12. Menyadari selalu bahwa syaitan itu musuh yang utama.
Sedang kendaraan syaitan itu dalam hawa nafsumu dan selalu berbisik untuk mempengaruhimu.
Firman Allah :
"Innasysyaithana laku aduwwun fattakhi dzuhu aduwwa."
[Sesungguhnya syaitan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh. QS. Fathir 6].
Kemudian Ahmad Badawi melanjutkan nasehatnya ;
Wahai Abdul Ali:
Berhati-hatilah kepada cinta dunia, sebab itu bibit segala dosa dan dapat merusak amal saleh.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
"Hubbud dunia ra'su kulli khathi'ah"
[Cinta pada dunia itu sumber segala kejahatan].
Sedang Allah subhanahu wataala berfirman :
''Inna Allaha ma'alladzinat taqau walladzina hum muhsinun"
[Sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang bertakwa, dan orang-orang yang berbuat kebaikan. QS. an-Nahl 128 ].
Orang boleh mempunyai kekayaan di dunia ini, tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang jangan cinta dunia, seperti Nabi Sulaiman 'alaihi salam dan para sahabat yang kaya, kita harus menundukkan dunia, dunia tidak boleh di letakkan dalam hati.
Wahai Abdul Ali!
Kasihanilah anak yatim dan berikan pakaian pada orang yang tidak berpakaian, dan beri makan pada orang yang lapar, dan hormatilah tamu dan orang dalam perantauan, semoga-semoga dengan begitu kamu diterima oleh Allah.
Dan perbanyaklah dzikir, jangan sampai termasuk golongan orang yang lalai disisi Allah.
Dan ketahuilah bahwa satu rakaat di waktu malam lebih baik dari seribu rakaat di waktu siang, dan jangan mengejek/merendahkan orang yang tertimpa musibah.
Dan jangan berkata ghibah atau namimah [membicaraka aib seseorang atau mengadu domba seseorang dengan yang lain].
Dan jangan membalas mengganggu orang yang telah mengganggumu.
Dan maafkan orang yang menganiayamu.
Dan berilah pada orang yang kikir padamu.
Dan berlaku baik pada orang yang jahat padamu.
Dan sebaik-baik moral [budi pekerti] seseorang ialah yang sempurna imannya.
Dan barangsiapa tidak berilmu, maka tidak berharga di dunia dan akhirat.
Dan barangsiapa yang tidak sabar, tidak berguna ilmunya.
Barangsiapa yang tidak dermawan, tidak mendapat keuntungan dari kekayaannya.
Barangsiapa tidak sayang kepada sesama manusia, tidak mendapat hak syafaat disisi Allah.
Barangsiapa yang tidak bertakwa, tidak berharga disisi Allah.
Dan barangsiapa yang tidak memiliki sifat-sifat ini, tidak mendapat tempat di surga.
Berzikirlah kepada Allah dengan hati yang khusyu' dan waspadalah terhadap sesuatu yang melalaikan, sebab lalai itu menyebabkan hati beku.
Dan serahkan dirimu pada Allah, dan relakan hatimu menerima musibah, ujian sebagaimana kegembiraanmu ketika menerima nikmat dan tundukkan hawa nafsu dengan meninggalkan syahwat.

MUQODDIMAH ALHIKAM ibnu 'Atho'illah asSyakandary ra.

Jumat, 11 Agustus 2017

Ramuan Herbal Darah Tinggi

1. Ramuan kunyit dan buah belimbing , cara membuatnya: rebus 3 rimpang kunyit dan 1 buah belimbing manis dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc atau setengahnya, kemudian saring, minum 2 kali sehari setengah gelas.

2. Ramuan biji mahoni , seduh 8 gram biji mahoni segar dengan 2 gelas air panas, setelah dingin saring, lalu bagi menjadi 2 bagian, minum pagi dan sore.

3. Ramuan daun cincau, remas-remas daun cincau bersama air secukupnya , sampai air berubah warnanya menjadi hijau, tambahkan gula secukupnya, biarkan sampai menjadi agar-agar, potong agar-agar cincau menjadi kecil-kecil, lalu makan, lakukan tiga kali sehari, masing masing satu gelas.

4. Ramuan belimbing wuluh dan daun kemangi, rebus 3 buah belimbing wuluh, setengah ikat daun kemangi dalam 2gelas air mendidih sampai tersisa setengahnya, kemudian saring dan minum 3 kali sehari.

Akar Jeruk Nipis Untuk Ambeien Wasir

Membuat obat tradisional ambeien dengan akar jeruk nipis dan cara minumnya, yaitu:

2 sampai 4 potong akar jeruk nipis
1,5 liter air

2 sampai 4 potong akar jeruk nipis direbus,dengan air 1,5 liter air sampai mendidih hingga menjadi 1 liter

Saring dan ambil air rebusan akar jeruk nipis tersebut.

Minum obat tradisional ambeien ini secara rutin setiap sore hari saja.

Daun Ungu Untuk Ambeien Wasir

Ramuan tradisional yang paling ampuh untuk mengobati ambeien atau wasir yakni dengan meramu daun ungu.
Kandungan daun ungu terbukti mampu membenahi masalah liver dan wasir.
Berikut ini cara membuat ramuan tradisional untuk ambeien dengan daun ungu, yaitu:

5 lembar daun ungu
1 ruas jempol kunyit
2 gelas air

Rebus 5 lembar daun ungu dan irisan 1 ruas jempol kunyit dengan 2 gelas air hingga menjadi 1 gelas.

Minum ramuan tradisional ini secara rutin 2 kali sehari pagi dan sore.

Minggu, 06 Agustus 2017

PENDONGKRAK PENGGEMUK BOBOT KAMBING DAN SAPI BAHAN HERBAL TRADISIONAL

Temulawak 1 kg
Kunyit 1 kg
Jahe 0,5 kg
Daun Sirih 1 kg
Asam Jawa        0.5 kg
Tetes Tebu           1 kg
EM 4                 250 ml
Air bersih 20 ltr

CARA PEMBUATAN :
Siapkan bahan herbal, cuci bersih.
Blender/ parut semua bahan, termasuk asam jawa sudah di buang bijinya.
Campurkan semua hasil blender dalam suatu wadah lalu diperas, hasil perasan ini di sendirikan pada wadah.
Bahan exstrak dari perasan di tambah air bersih, di ambilkan dari jatah air yang 20 liter sebanyak 1 liter, lalu diperas kembali, hasil perasan di campurkan pada hasil perasan yang pertama.
Bahan herbal yang telah mengalami 2 kali perasan di tambah sedikit tetes, di bentuk butiran kecil 3 – 5 gram lalu di keringkan, bisa di simpan sebagai obat herbal untuk ternak, daripada di buang percuma, begitu.
Hasil perasan ( dua kali perasan ), di tambahkan air bersih 19 liter dan EM 4 250 ml.
Dimasukkan pada drum atau jerigen.
Begitu juga tetes 1 kg dicampurkan.
Tutup rapat drum/ jerigen, biarkan proses fermentasi selama 20 hari.
Tiga hari sekali drum/ jerigen diaduk-aduk sekaligus mengeluarkan gas hasil fermentasi.

Aturan pakai setiap 5 – 10 ml dicampur air minum 1 liter atau bisa di campurkan pada pemberian pakan, ini untuk dosis ternak kambing, sedang untuk sapi aturan pakai setiap hari membutuhkan 100 ml yang di campurkan pada komboran. Bisa juga di berikan model Cekok langsung, untuk kambing sekali cekok perlu herbal sebanyak 100 ml pemberian seminggu sekali. Sedang untuk sapi, sekali cekok perlu 250 – 500 ml, inipun hanya seminggu sekali.
Hasil ujicoba pada kambing, jika tidak pakai herbal fermentasi pertumbuhan 2 – 3 kg/ bulan jika pakai herbal pertumbuhan 4 – 5 kg/bulan.
Sedang pada ternak sapi ( sapi minimal umur 1 tahun), untuk sapi jenis ongole atau turunan ongole, pertumbuhan menjadi 1, 05 – 1,1 kg/ hari, sedang yang tidak pakai herbal pertumbuhan 0,4 – 0,5 kg/ hari.
Untuk jenis sapi Simmental atau limousen pertumbuhan mencapai 1,3 – 1, 5 kg/ hari. Jika tidak pakai herbal pertumbuhan 0,8 kg/ hari.

Efek pemberian herbal daya tahan tubuh ternak meningkat, penyakit kembung dan cacing yang biasanya selalu menyerang ternak, tidak pernah muncul.
Satu lagi, bau kotoran dan urin terkurangi secara nyata sekali.
Ini di mungkinkan jika metabolisme dalam tubuh ternak bekerja optimal.