Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh _monggo pinarak ingkang sekeco_

Kamis, 03 Maret 2011

Jauhi Perasaan Dengki Dan Khianat


Jauhi Perasaan Dengki Dan Khianat

Sudah menjadi lumrah, ada sesetengah manusia yang merasa kurang senang apabila melihat kelebihan nikmat dikurniakan Allah kepada orang lain.

Untuk menghapuskan perasaan negatif itu, kita seharusnya mengikuti panduan yang telah digariskan oleh Nabi SAW.

Diceritakan kepada sahabatnya, Abu Zarr Al-Ghifari, katanya Nabi SAW pernah suatu hari berpesan kepadanya: "Lihatlah kepada orang yang berada di bawah mu dan jangan melihat orang yang berada di atas mu karena yang demikian lebih patut supaya kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan kepadamu." (Hadis riwayat Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi)

Ini satu panduan terbaik buat kita menelusuri kehidupan di dunia dengan tidak menyimpan perasaan hasad dengki dan iri hati terhadap orang lain.

Memang benar, ada manusia diberikan nikmat kurniaan dalam bentuk limpahan kekayaan kebendaan ataupun anak yang ramai.

Dalam hal pemilikan harta kekayaan dunia, seharusnya kita meneliti bagaimana orang itu mendapat hasilnya.

Mungkin karena kecekapan dan kegigihan usaha penuh dedikasi sehingga memperoleh nikmat Allah itu.

Kita fikir dan renunglah sebagai iktibar supaya turut sama bisa berusaha gigih.

Kita dilarang keras melakukan sebarang pengkhianatan ataupun perbuatan sabotase terhadap usaha dan perolehan mereka.

Cobalah kita membawa mata hati berfikir dan melihat kepayahan hidup orang lain yang lebih rendah dari pada kita.

Sudah tentu pada ketika itu kita berasa sangat bersyukur karena berada dalam keadaan lebih baik.

Ini sebenarnya inti pati hadis Nabi SAW yang mengajak seluruh umatnya bersyukur atas segala nikmat dimiliki dan tidak melihat kepada golongan yang sudah kaya dan mewah hidupnya sehingga terkocak dalam hati rasa dengki.

Rasulullah SAW meminta kita senantiasa bersikap syukur atas nikmat diberikan Allah dan bersifat qanaah, yaitu merasa cukup atas kurniaan Allah.

Sabda Nabi SAW yang bermaksud: "Sesungguhnya sangat beruntunglah orang yang memeluk Islam, diberikan rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa puas terhadap apa yang Dia berikan kepadanya." (Hadis riwayat Muslim, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Namun, dalam aspek ibadah, kita harus melihat kepada orang yang lebih baik daripada kita.

Jika ada kalangan sahabat atau ahli masyarakat yang hebat amal ibadat wajib mahupun sunat, perlu dijadikan ikutan supaya kita juga tergolong dalam kategori mukmin soleh dan kuat beribadah.

Ingat pesanan Allah yang bermaksud: "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikurniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak daripada sebahagian yang lain. Karena bagi orang lelaki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan dan bagi wanita pun ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan." (Surah An-Nisa' : Ayat 32)

Selain itu, perbuatan berdengki dengan nikmat dimiliki orang lain akan membawa kepada kemurkaan Allah dan menyebabkan si pelaku hilang pahala segala amalnya.

Oleh karena itu, kita sewajarnya mendidik hati supaya bersih daripada tompokan rasa dengki.

Tidak ada komentar: