Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh _monggo pinarak ingkang sekeco_

Jumat, 04 April 2014

MENJAGA HUBUNGAN BAIK MANUSIA DENGAN MANUSIA

Agama islam mempunyai konsep-konsep dasar mengenai kekeluargaan,
kemasyarakatan, kebangasaan dll.
Semua konsep tersebut memberikan gambaran tentang ajaran-ajaran yang
berhubungan dengan manusia dengan manusia (hablum minannas) atau
disebut pula sebagai ajaran kemasyarakatan, manusia diciptakan oleh
Allah terdiri dari laki-laki dan perempuan.
Mereka hidup berkelompok-kelompok, berbangsa-bangsa dan bernegara.
Mereka saling membutuhkan satu sama lain sehingga manusia dirsebut
sebagai makhluk sosial.
Maka tak ada tempatnya diantara mereka saling membanggakan dan
menyombongkan diri, sebab kelebihan suatu kaum tidak terletak pada
kekuatannya, harkat dan martabatnya, ataupun dari jenis kelaminnya
karena bagaimanapun semua manusia sama derajatnya di mata Allah, yang
membedakannya adalah ketaqwaannya.

Artinya orang yang paling bertaqwa adalah orang yang paling mulia
disisi Allah SWT.


Hubungan dengan Allah menjadi dasar bagi hubungan sesama manusia.
Hubungan antara manusia ini dapat dibina dan dipelihara antara lain
dengan mengembangkan cara dan gaya hidupnya yang selaras dengan nilai
dan norma agama, selain itu sikap taqwa juga tercemin dalam bentuk
kesediaan untuk menolong orang lain, melindungi yang lemah dan
keberpihakan pada kebenaran dan keadilan.
Oleh karena itu orang yang bertaqwa akan menjadi motor penggerak,
gotong royong dan kerja sama dalam segala bentukkebaikan dan
kebijakan.

Surat Al-baqarah ayat 177:

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu
kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada
Allah, hari kemudian, malaikat, kitab, nabi, dan memberikan harta yang
dicintainya kepada kerabat, anak yatim, oring miskin,
musafir(yangmemerlukan pertolongan), dan orang-orang yang
meminta-minta, dan(merdekakanlah)hamba sahaya, mendirikan shalat dan
menunaikan zakat.
Dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang
yang bersabar dalam kesempatan, penderitaan, dan dalam peperangan.
Mereka itulah orang yang benar(imannya)mereka itulah orang yang
bertaqwa. (Al-baqarah 2:177).

Dijelaskan bahwa ciri-ciri orang bertaqwa ialah orang yang beriman
kepada Allah, hari kemudian, malaikat dan kitab Allah.
Aspek tersebut merupakan dasar keyakinan yang dimiliki orang yang
bertaqwa dan dasar hubungan dengan Allah.
Selanjutnya Allah menggambarkan hubungan kemanusiaan, yaitu
mengeluarkan harta dan orang-orang menepati janji.
Dalam ayat ini Allah menggambarkan dengan jelas dan indah, bukan saja
karena aspek tenggang rasa terhadap sesama manusia dijelaskan secara
terurai, yaitu siapa saja yang mesti diberi tenggang rasa, tetapi juga
mengeluarkanharta diposisikan antar aspek keimanan dan shalat.

Tidak ada komentar: