Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh _monggo pinarak ingkang sekeco_

Minggu, 24 April 2011

Intuition atau intuisi dalam kamus diartikan sebagai ”suara hati; pengetahuan tentang sesuatu tanpa memikirkan atau mempelajarinya”.

 Pengertian yang mendalam mengenai intuisi sampai saat ini masih terus diperdebatkan.

 Ada yang menyatakan bahwa intuisi adalah saat dimana ada ”sumber yang lebih tinggi ” yang memberikan input pada kesadaran kita secara tiba-tiba saja.

 Yang lainnya berpendapat bahwa intuisi adalah kemampuan kita untuk secara tidak sadar mendownload atau mengambil data atau info yang selalu tersedia di unconscious mind/pikiran bawah sadar kita.

 Ada juga yang berpendapat bahwa ia adalah kemampuan telepati tanpa sadar antara seseorang dengan orang lain ditempat yang berjauhan. 

Mungkin perbedaan pendapat ini akan berlanjut terus

=?UTF-8?B?Lg3igKnigKlBbGJlcnQgRWluc3RlaW46DeKAqeKAnA==?=
Intelektual mempunyai peranan yang kecil
dalam sebuah penemuan. Bila datang sebuah
lompatan dalam kesadaran, sebut itu sebagai
intuisi atau apa saja sesuai dengan keinginanmu, solusi akan datang...
Date: Sun, 24 Apr 2011 22:43:04 +0800
Message-ID: <hchxDqgFCW9G.nGq4RyNF@nokia-free.smtp.mail.yahoo.com>
X-Mailer: EPOC Email Version 2.10
MIME-Version: 1.0
Content-Language: i-default
Content-Type: text/plain; charset=UTF-8
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable

Intuition atau intuisi dalam kamus diartikan sebagai =E2=80=9Dsuara hati; =
pengetahuan tentang sesuatu tanpa memikirkan atau =
mempelajarinya=E2=80=9D.

Pengertian yang mendalam mengenai intuisi sampai saat ini masih terus =
diperdebatkan.

Ada yang menyatakan bahwa intuisi adalah saat dimana ada =E2=80=9Dsumber =
yang lebih tinggi =E2=80=9D yang memberikan input pada kesadaran kita =
secara tiba-tiba saja.

Yang lainnya berpendapat bahwa intuisi adalah kemampuan kita untuk secara =
tidak sadar mendownload atau mengambil data atau info yang selalu tersedia =
di unconscious mind/pikiran bawah sadar kita.

Ada juga yang berpendapat bahwa ia adalah kemampuan telepati tanpa sadar =
antara seseorang dengan orang lain ditempat yang berjauhan.=20

Mungkin perbedaan pendapat ini akan berlanjut terus.=0D

Albert Einstein:=0D
=E2=80=9C Intelektual mempunyai peranan yang kecil dalam sebuah penemuan. =
Bila datang sebuah lompatan dalam kesadaran, sebut itu sebagai intuisi atau =
apa saja sesuai dengan keinginanmu, solusi akan datang kepadamu dan kamu =
tidak tahu bagaimana atau mengapa.=E2=80=9D=0D

=E2=80=9C Sesuatu yang paling berharga adalah intuisi=E2=80=9D=0D
=E2=80=9C
Pikiran yang intuitif adalah suatu karunia suci, dan pikiran yang masuk =
akal adalah seorang pelayan yang setia.

Kita sudah menciptakan masyarakat yang menghormati pelayan dan melupakan =
karunia suci.
=E2=80=9D=0DIntuisi adalah suatu karunia yang =
suci=E2=80=A6=E2=80=A6=E2=80=A6=E2=80=A6=E2=80=A6=E2=80=A6.=0D
Ia adalah kuasa yang tersembunyi.
Kadang-kadang ia datang sebagai sebuah pikiran, sebuah gambaran dalam =
pikiran kita atau sebuah perasaan sensasi dalam diri kita.
Bisa datang tiba-tiba, atau terus menerus.
Ketidak pahaman mengenai kuasa ini akan membuat ia tidak digunakan =
sebagaimana mestinya.=0D

=20
Intuisi adalah pengertian yang mendalam dan pengetahuan secara langsung =
tentang tingkat dari kesadaran yang lebih tinggi.=20
=20
Semakin kita mencapai kesadaran diri, atau semakin kita mampu =
mengembangkan diri kita seutuhnya, semakin meningkat intuisi kita.
=20
Tujuan dari pengetahuan yang langsung memungkinkan kita untuk menciptakan =
suatu dunia yang lebih baik.=0D
=20
Ungkapan Einstein yang mengatakan bahwa intusi adalah solusi dari sebuah =
penemuan, adalah sangat tepat, karena ia adalah sumber visi dan gagasan =
yang mempunyai kuasa untuk mencerahkan kesadaran dan menaikkan getaran atas =
segala sesuatu yang berada di sekitar kita.
Ia sanggup memberikan jawaban atas apapun pertanyaan yang ada pada diri =
kita.=0D

Intuisi bersifat universal secara alami.
Dengan intuisi kita memahami keesaan tentang hidup dan kehadiran energi =
di dalam pengalaman manusia sehari-hari.
Dan ia ada dalam diri kita semua, selalu siap untuk digunakan dan selalu =
siap untuk menjadi semacam konsultan pribadi yang dapat memberi pengetahuan =
yang lebih mendalam....tanpa dipungut biaya apapun...:-)=0D

Gunakanlah dan bukalah intuisi anda.
Jangan kita biarkan karunia suci itu terlantar.
Ia ada dan siap untuk dipakai.
Walaupun intuisi tidak dapat dipaksa untuk digunakan, tapi dengan cara =
yang tepat dan mengkondisikannya sesuai dengan diri anda, ia akan siap =
digunakan.=0D

Untuk itu kita harus selalu melakukan latihan =
=E2=80=9Dberkomunikasi=E2=80=9D dengan intuisi kita dengan sadar.
=20
Butuh waktu dan konsistensi untuk dapat melakukannya, tapi semua kita =
bisa.=0D

Ada beberapa cara untuk membuka intuisi.
=20
Salah satunya adalah cara sederhana dibawah ini:=0D
=20
1. Duduklah dengan tenang ditempat dimana anda tidak akan =
terganggu.=0D

2. Lakukan pernapasan secara perlahan dan teratur.
Tarik napas kedalam perut dan keluarkan secara perlahan.=0D

3. Lakukan pernapasan ini sampai anda merasa relax dan nyaman..=20
=20
4. Buat sebuah imajinasi dari persoalan atau kondisi yang ada pada anda =
yang anda ingin ketahui (cobalah cari persoalan atau kondisi yang sederhana =
pada awal-awal latihan).=0D

5. Imajinasi ini sebaiknya menggambarkan persoalan atau kondisi anda tanpa =
adanya pikiran yang menghakimi.
=0D
6. Setelah itu biarkan diri anda menjadi hening.=0D

7. Amati semua yang terjadi pada anda.
Apakah ada gambar yang muncul, atau perasaan, atau getaran dalam tubuh =
anda.=0D

8. Amati saja.=0D

9. Anda bisa juga membuka mata anda dan amati sekeliling anda, apakah ada =
tanda atau signal yang mencolok yang terlihat saat anda membuka mata yang =
dapat menjadi petunjuk untuk menjawab persoalan anda.=0D

10. Ikuti gambaran atau petunjuk yang anda terima untuk melakukan langkah =
selanjutnya dalam persoalan anda.
Bila petunjuknya bagus, ia akan membawa anda ke langkah selanjutnya, bila =
kurang tepat, setidaknya ia telah mengurangi beberapa opsi dalam pemecahan =
persoalan anda.=0D

11. Jangan sesekali ragu dengan kemampuan anda.=20
Lakukan latihan terus dan percayalah bahwa intuisi siap anda =
gunakan.

Sabtu, 23 April 2011

Din Dra ▶ OLEHTISME FANS LOVE
◙◙◙▓█★☆★☆★█▓◙◙◙
 KEPEMIMPINAN BERARTI LOYALITAS
◙◙◙▓█★☆★☆★█▓◙◙◙

▂▃▄▇█☺█▇▄▃▂


Assalamu alaikum wr wb, Fans Love nya OLEHTISME
Salam sejahtera,...

◙◙◙▓█★☆★☆★█▓◙◙◙
KEPEMIMPINAN BERARTI LOYALITAS
◙◙◙▓█★☆★☆★█▓◙◙◙

1. Bekerjasamalah dengan orang lain menurut keadaan mereka, bukan mau anda atas diri mereka.
2. Bekerjasamalah dengan segala sesuatunya sebagaimana lazim, bukan semau-mau anda.
3. Bersabarlah. Pahamilah bahwa memberikan sudut pandang baru kepada orang lain itu membutuhkan waktu.
4. Untuk mendapatkan loyalitas anak buah, lebih dulu curahkanlah perhatian pada loyalitas Anda sendiri.
5. Untuk memenangi cinta, berikanlah cinta, cinta anda, terlebih dulu.
6. Saat mengoreksi orang lain, pikirkan kesiapan dia untuk mendengarnya.
7. Lebih dahulu, bersikaplah loyal kepada diri anda sendiri.
▂▃▄▇█☺█▇▄▃▂

◙◙◙▓█★☆★☆★█▓◙◙◙
Karena kita akan menjadi pemimpin atas diri kita, keluarga ataupun akan di contoh/di kritik oleh masyarakat umum...
Dan yang terpenting kita akan mempertanggung jawabkan segala tindakan kita kelak... Tanpa bisa mengelak...
Segala yang ada di dunia ini, tentang hidup, harta, kemiskinan, kesenangan, sakit dlln, adalah ujian...
◙◙◙▓█★☆★☆★█▓◙◙◙

OLEHTISME adalah JIWAKU
FANS LOVE adalah SIFATKU
ANKER adalah salam PERSAHABATANKU
BAHAGIA "SELAMANYA" adalah TUJUAN HIDUPKU


Ξ▓Ξ
Ξ▓Ξsalam "ANKER" ~⊙≈☺≈⊙~.

http://olehtismefanslove.blogspot.com
▂▃▄▇█☺█▇▄▃▂

Secuil Keju Penghalang Manisnya Ibadah

 Konon, Abu Yazid Al Bastomi adalah seorang ulama besar, beliau sudah beribadah selama bertahun-tahun kepada Allah SWT dengan segala macam formula ibadah, namun ternyata beliau merasa belum mendapatkan kenikmatan dari ibadahnya.
 
 Suatu hari beliau menemui ibunya dan mengeluhkan permasalahannya kepada sang ibunda, Abu yazid berkata :
 “Wahai ibunda ! saya beribadah selama bertahun-tahun, tapi sampai sekarang belum merasakan manisnya ibadah, tolong ingat-ingat ! apakah ibunda pernah memakan barang haram saat saya berada dalam kandungan atau ketika menyusui saya ?”. 
 
 Kemudian ibu beliau berfikir sejenak,lalu menjawab :
 “Wahai anakku ! saat kamu berada dalam kandungan, suatu ketika aku naik ke atas loteng,dan menemukan keju dibak cucian, aku sangat menginginkannya lalu aku memakan secuil dari keju itu tanpa seizin pemiliknya “. 
 


Secuil Keju Penghalang Manisnya Ibadah

Konon, Abu Yazid Al Bastomi adalah seorang ulama besar, beliau sudah beribadah selama bertahun-tahun kepada Allah SWT dengan segala macam formula ibadah, namun ternyata beliau merasa belum mendapatkan kenikmatan dari ibadahnya.

Suatu hari beliau menemui ibunya dan mengeluhkan permasalahannya kepada sang ibunda, Abu yazid berkata :
"Wahai ibunda ! saya beribadah selama bertahun-tahun, tapi sampai sekarang belum merasakan manisnya ibadah, tolong ingat-ingat ! apakah ibunda pernah memakan barang haram saat saya berada dalam kandungan atau ketika menyusui saya ?".

Kemudian ibu beliau berfikir sejenak,lalu menjawab :
"Wahai anakku ! saat kamu berada dalam kandungan, suatu ketika aku naik ke atas loteng,dan menemukan keju dibak cucian, aku sangat menginginkannya lalu aku memakan secuil dari keju itu tanpa seizin pemiliknya ".

Abu Yazid berkata :
"Wahai ibunda ! inilah satu-satunya hal yang mengganjal ibadah saya, carilah pemilik keju itu dan ceritakanlah semua ini kepadanya ! "
Lalu ibu beliau menemui pamilik keju itu serta menceritakanya, dan pemilik keju ahirnya mengihlaskan.

Setelah kejadian inilah Abu Yazid baru merasakan bagaimana manisnya ibadah.

Catatan hikmah.
Secuil barang haram yang termakan saat seseorang berada di kandungan ibunya ternyata dapat mempengaruhi kenikmatan ibadahnya, bagaimana jika barang haram tersebut dimakan langsung oleh yang bersangkutan ?
dan bagimana dengan ibadah serta ta'allum kita ?

Referensi: Annawadir lil qulyuby

Rabu, 20 April 2011

Syarat di Terimanya Amal 


Bismillah.
Alhamdulillah, ashsholaatu wassalaamu 'alaa man laa nabiyya ba'da.

Wahai saudarku, Alloh telah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia sebuah kalimat yang besar maknanya, yang menunjukkan tujuan Alloh menciptakan Manusia & jin, Ia berfirman dalam QS. Al Zariyat: 56, yang artinya: "dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."


Dan NabiNya yang mulia shollallohu 'alaihi wasallam telah bersabda yang artinya: "Hak Alloh atas HambaNya adalah supaya mereka beribadah kepadaNya dan tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun" (HR. Bukhori dan Muslim)

Wahai saudaraku, yang jadi pertanyaan saat ini adalah ibadah seperti apakah yang diterima oleh Alloh?

Apa syaratnya agar ibadah kita diterima oleh Alloh?

Disini saya akan membahas sedikit mengenai syarat diterimanya amal sebatas apa yang saya ketahui.

Wahai saudara, termasuk salah satu sifat seorang muslim hendaknya apabila terdengar suatu kabar atau hukum berkaitan dengan agama, maka tanyakan apa dalilnya dan bagaimana keshohihannya.

Agar kita semua selamat dari kejahilan & kesesatan dalam beragama.
Oleh karena itu, Insya Alloh saya akan bawakan dalil-dalil dan pendapat ulama tentang permasalahan ini.

Ketahuilah wahai saudaraku, amal seorang muslim hanya akan diterima dengan 2 hal, yaitu amal yang dilakukan dengan IKHLAS hanya mengharapkan wajah Alloh semata dan amal yang dilakukan dengan ITTIBA' (mengikuti petunjuk nabi shollallohu 'alaihi wasallam).

1. Ikhlas Ikhlas memiliki makna memurnikan tujuan beribadah kepada Alloh dari hal-hal yang mengotorinya, yaitu riya' (ingin dilihat orang) & sum'ah (ingin didengar orang).
Arti lainnya adlah menjadikan Alloh sebagai satu-satunya tujuan dalam beribadah kepada Alloh dengan mengabaikan pandangan makhluk dengan cara selalu berkosentrasi (khusyu') kepada Al-Kholiq.

Lalu apa dalilnya yang mengatakan bahwa ikhlas adlah syarat diterimanya amal?

Dalilnya tersebar dibanyak ayat dalam AlQur'an dan tersurat dalam hadits-hadits Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam, diantara dalil-dalinya adalah sebagai berikut:

Al Qur'an Alloh berfirman dalam QS. Az Zumar : 2, yang artinya: "sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya."

Dan juga QS. Al bayyinah : 5 "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus."

As Sunnah A. Abu Umamah meriwayatkan, seseorang telah menemui Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam, dan bertanya, "Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan upah dan pujian?

Apakah ia mendapatkan pahala?

" Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam menjawab, "Ia tidak mendapatkan apa-apa."

Orang tadi mengulangi pertanyaanya tiga kali, dan Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam pun tetap menjawab, "Ia tidak mendapatkan apa-apa."

Lalu beliaupun bersabda, "Sesungguhnya Alloh tidak menerima suatu amalan, kecuali jika dikerjakan murni karenaNya dan mengharap wajahNya."(HR. Abu dawud dan An Nasa'i dengan sanad yang jayyid, dishohihkan oleh ibnu hajar dalam fathulbaariy)

B. Dari Alqamah bin Waqash al-Laitsi, ia berkata, "Saya mendengar Umar ibnul Khaththab rodhiallohu 'anhu (berpidato 8/59) di atas mimbar, 'Saya mendengar Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam bersabda, '(Wahai manusia), sesungguhnya amal-amal itu tergantung dengan niatnya (dalam satu riwayat: amal itu dengan niat 6/118) dan bagi setiap orang hanyalah sesuatu yang diniatkannya.
Barang siapa yang hijrahnya (kepada Allah dan Rasul Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul Nya.
Dan, barangsiapa yang hijrahnya 1/20) kepada dunia, maka ia akan mendapatkannya. Atau, kepada wanita yang akan dinikahinya (dalam riwayat lain: mengawininya 3/119), maka hijrahnya itu kepada sesuatu yang karenanya ia hijrah." (HR. Bukhori)

2. Ittiba' Wahai saudarku niat yang baik dan lurus saja tidak cukup, ia harus disempurnakan dengan ittiba' kepada Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam.
Ittiba' secara bahasa berarti iqtifa' (menelusuri jejak), qudwah (bersuri teladan) dan uswah (berpanutan).
Ittiba' terhadap Al-Qur'an berarti menjadikan Al-Qur'an sebagai imam dan mengamalkan isinya.

Ittiba' kepada Rasul berarti menjadikannya sebagai panutan yang patut diteladani dan ditelusuri langkahnya. (Mahabbatur Rasul, hal.101-102).

Adapun secara istilah ittiba' berarti mengikuti seseorang atau suatu ucapan dengan hujjah dan dalil.

Ibnu Khuwaizi Mandad mengatakan : "Setiap orang yang engkau ikuti dengan hujjah dan dalil padanya, maka engkau adalah muttabi' (Ibnu Abdilbar dalam kitab Bayanul 'Ilmi, 2/143).

Namun perlu diperhatikan bahwa mustahil seseorang itu ber-uswah atau ber-ittiba' kepada Rasulullah saw jika dia jahil (bodoh) terhadap sunnah-sunnah dan petunjuk-petunjuk Rasulullah saw.

Oleh sebab itu jalan satu-satunya untuk ber-uswah kepada Rasulullah adalah dengan mempelajari sunnah-sunnah beliau – ini menunjukkan bahwa atba' (pengikut Rasul) adalah ahlul bashirah (orang yang berilmu).

Jadi, Ittiba' ialah mengikuti petunjuk Rosululloh shollallohu 'aliahi wasallam melalui hadits-hadits yang sah (yang derajatnya shohih atau hasan) dari beliau shollallohu 'alaihi wasallam.

Kenapa harus ittiba'?
Apa dasarnya?
Kita jawab, banyak dasarnya, baik dari alQur'an maupun As Sunnah.
Saya akan tunjukkan beberapa dalilnya yang insya Alloh dapat mewakili, diantaranya: Al Qur'an "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik., (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kesenangan) hari akhirat dan dia banyak menyebut Allah."
(Al-Ahzab:21) Dan juga "..apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah.dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya." (QS. Al Harsy: 7)

As Sunnah " Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada perintahnya (contohnya) dari kami maka dia tertolak" (HR. Muslim) "

Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini, sesuatu yang bukan bagian darinya (tidak ada contohnya), maka ia tertolak" (HR. Bukhori dan Muslim, dari 'Aisyah rodhiallohu 'anha) Para ulama pun telah angkat bicara mengenai hal ini (syarat diterimanya amal), diantaranya adalah Fudhail bin 'iyadh rohimulloh ketika menafsirkan firman Alloh, "supaya Dia menguji kamu, siapa yang lebih baik amalnya" (QS. Al mulk:2)

Bliau berkata, "maksudnya, dia ikhlas dan benar dalam melakukannya. Sebab amal yang dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar maka tidak akan diterima. Dan jika dia benar, tetapi tidak ikhlas maka amalannya juga tidak diterima. Adapun amal yang ikhlas adalah amal yang dilakukan karena Alloh, sedang amal yang benar adalah apabila dia sesuai dengan sunnah Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam."

Jadi, sudah jelaslah bahwa syarat diterimanya amal seorang muslim adalah dengan mengikhlaskan ibadah hanya untuk Alloh & dengan contoh dari nabi shollallohu 'alaihi wasallam.

Maka saudaraku, jadikanlah dua syarat ini dasar kita dalam beramal.

Apakah kita mau beramal namun semuanya sia-sia?

Dan apakah kita mau hanya mendapatkan lelah tanpa pahala?
Dan apakah kita mau terjerumus dalam dosa?

Ketahuilah saudaraku, apabila kedua syarat ini tidak terpenuhi maka akan sia-sia ibadah kita dan apabila salah satu saja tidak terpenuhi maka dapat menjerumuskan kita kedalam dosa.

Bayangkan apabila kita beribadah sesuai contoh nabi tetapi kita tidak ikhlas dan mengharapkan orang lain melihat kita dalam beribadah, maka kita akan mendapatkan dosa riya'.

Lalu bayangkan jika kita beribadah hanya dengan niat ikhlas tanpa ittiba' maka kita akan terjerumus pada dosa bid'ah.

Wallohu a'lam
Apa yang benar dalam artikel ini datangnya dari Alloh dan apa yang keliru adalah dari kesalahan saya dan syaithon.

Saya mohon ampun kepada Alloh Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Akhirnya, Saya berharap saudaraku memberi nasihat yang baik apabila terdapat kesalahan dan kekurangan.

Semoga Alloh memudahkan kita mengamalkan dua syarat ini dalam beribadah dan semoga Alloh mengistiqomahkan kita diatas hidayahNya serta mewafatkan kita diatas islam dan sunnah.
Shollallohu wa sallam 'ala Nabiyyina Muhammadin wa 'Ala Aalihi wa Shohbihi wa man tabi'ahum bi ihsaanin ilaa yaumidiin.

Alhamdulillahi Robbil 'aalamin.

Subhanakallohumma wabihamdika asyhadualla ilaha ila anta astaghfiruka wa'atubu ilaik.

Bagi saudara-saudaraku ini maroji (sumber-sumber penulisan) saya:
1. Alqur'anul Karim dan terjemahannya
2. Ilmu ushul bid'ah karya Asy syaikh Ali Hasan Al Halabi Al Atsari
3. Ambillah Aqidahmu dari Alqur'an dan Assunnah yang Shohih, karya Asy syaikh muhammad bin jamil zainu
4. Syarah Aqidah Ahlussunnah wal jama'ah, karya al ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas
5. Dan kitab-kitab lainnya

Oleh Syafiq Al balami

Selasa, 19 April 2011

Sedikit kisah... 

Imam As-Sya’rani r.a.:
 “Seseorang itu selalunya, mengingkari apa yang dia jahil tentangnya” 
 Dalam khazanah kisah-kisah Sufi ada diceritakan tentang seorang pemuda yang begitu lantang mencemuuh tokoh sufi Zun Nun Al Misri dan tarikatnya. 
 
 Sesudah si pemuda puas memperlihatkan kebenciannya, Al Misri mencabut cincin dari pada jarinya dan berkata,“Bawalah cincin ini ke pasar, gadaikanlah dengan harga satu dinar saja”
 
 Pemuda itu hairan, namun cincin itu diterimanya juga dan dibawa ke pasar.
 
 Dia menawarkan kepada para pedagang, dari penjual buah sampai penjual makanan.
 
 Tiada seorang pun melirik apalah lagi tertarik.
 Lalu dengan wajah hampa pemuda itu kembali kepada Al Misri dan berkata, “Engkau membohongiku, cincin ini tidak berharga”
 
 Jawab Al Misri, ” Jangan marah dulu, sekarang juallah cincin itu kepada ahli permata. Tawarkan seribu dinar.”
 
 Tentu sa

Sedikit kisah...

Imam As-Sya'rani r.a.:
"Seseorang itu selalunya, mengingkari apa yang dia jahil tentangnya"
Dalam khazanah kisah-kisah Sufi ada diceritakan tentang seorang pemuda yang begitu lantang mencemuuh tokoh sufi Zun Nun Al Misri dan tarikatnya.

Sesudah si pemuda puas memperlihatkan kebenciannya, Al Misri mencabut cincin dari pada jarinya dan berkata,"Bawalah cincin ini ke pasar, gadaikanlah dengan harga satu dinar saja"

Pemuda itu hairan, namun cincin itu diterimanya juga dan dibawa ke pasar.

Dia menawarkan kepada para pedagang, dari penjual buah sampai penjual makanan.

Tiada seorang pun melirik apalah lagi tertarik.
Lalu dengan wajah hampa pemuda itu kembali kepada Al Misri dan berkata, "Engkau membohongiku, cincin ini tidak berharga"

Jawab Al Misri, " Jangan marah dulu, sekarang juallah cincin itu kepada ahli permata. Tawarkan seribu dinar."

Tentu saja pemuda itu menjadi gusar.
tapi rasa ingin tahunya membuatkan dia menuruti perintah ahli sufi itu.

Sungguh menghairankan, ternyata para pedagang permata berebut untuk membeli cincin itu.

Pemuda itu merasa takjub dan bergegas menemui Al Misri dan berkata " Mereka bersaing untuk membelinya."

"Nah." kata Al Misri. "Orang tidak akan mengetahui suatu benda berharga atau tidak jika ia belum mengenalnya.

Bagaimana mungkin kamu berani mencaci para sufi dan ilmu tasauf, jika kamu belum mengetahui isinya?

Pelajari dulu baik-baik, barulah tentukan pendapatmu.
Itulah sikap orang bijak ."

mari ambil pengertian dari kisah di atas, m0ga ada manfaatnya...

d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅

d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅
d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅d̲̲̲̅̅̅

Rabu, 13 April 2011

Kesabaran Rasulullah Ketika Diludahi 

 Bukan hanya sekali saja Nabi dihina.
 Bahkan ada seorang wanita tua yang berani mencerca Nabi.
 Setiap kali Nabi melintas muka rumahnya, kala itu pula si wanita meludahkan air liurnya, “cuh,cuh,cuh.”
 Peristiwa itu berulangkali terjadi, bahkan hampir setiap hari.
 Suatu kali, ketika Nabi lewat di depan rumahnya, si wanita tadi tak lagi meludahinya.
 Bahkan, batang hidungnya saja tak kelihatan pula.
 Nabi pun menjadi “kangen” akan air ludah si wanita tadi.
 Karena penasaran, Nabi lantas bertanya kepada seseorang, “Wahai Fulan, tahukah engkau, dimanakah wanita pemilik rumah ini, yang setiap kali aku lewat selalu meludahiku?”
 Orang yang ditanya menjadi heran, kenapa Nabi justru menanyakan, penasaran, dan tak sebaliknya merasa kegirangan.
 Namun, si Fulan tak ambil peduli, oleh karenanya ia segera menja

Kesabaran Rasulullah Ketika Diludahi

Bukan hanya sekali saja Nabi dihina.
Bahkan ada seorang wanita tua yang berani mencerca Nabi.
Setiap kali Nabi melintas muka rumahnya, kala itu pula si wanita meludahkan air liurnya, "cuh,cuh,cuh."
Peristiwa itu berulangkali terjadi, bahkan hampir setiap hari.
Suatu kali, ketika Nabi lewat di depan rumahnya, si wanita tadi tak lagi meludahinya.
Bahkan, batang hidungnya saja tak kelihatan pula.
Nabi pun menjadi "kangen" akan air ludah si wanita tadi.
Karena penasaran, Nabi lantas bertanya kepada seseorang, "Wahai Fulan, tahukah engkau, dimanakah wanita pemilik rumah ini, yang setiap kali aku lewat selalu meludahiku?"
Orang yang ditanya menjadi heran, kenapa Nabi justru menanyakan, penasaran, dan tak sebaliknya merasa kegirangan.
Namun, si Fulan tak ambil peduli, oleh karenanya ia segera menjawab pertanyaan Nabi, "Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa si wanita yang biasa meludahimu sudah beberapa hari terbaring sakit?"
Mendengar jawaban itu Nabi mengangguk-angguk, lantas melanjutkan perjalanan untuk ibadah di depan Ka'bah, bermunajat kepada Allah Pemberi Rahmah.

Sekembalinya dari ibadah, Nabi mampir menjenguk wanita peludah itu.
Ketika tahu, bahwa Nabi, orang yang tiap hari dia ludahi, justru menjenguknya, si wanita menangis dalam hati.
"Duhai betapa luhur budi manusia ini. Kendati tiap hari aku ludahi, justru dialah orang pertama yang menjenguk kemari."

Dengan menitikan air mata haru bahagia, si wanita bertanya,
"Wahai Muhammad, kenapa engkau menjengukku, padahal tiap hari aku meludahimu?"

Nabi menjawab, "Aku yakin, engkau meludahiku karena engkau belum tahu tentang kebenaranku. Jika engkau mengetahuinya, aku yakin engkau tak akan lagi melakukannya."
Mendengar ucapan bijak dari manusia utusan Allah swt ini, si wanita menangis dalam hati.
Dadanya sesak, tenggorokannya serasa tersekat.
Lantas,setelah mengatur nafas akhirnya ia dapat bicara lepas,
"Wahai Muhammad mulai saat ini aku bersaksi untuk mengikuti agamamu."

Lantas si wanita mengikrarkan dua kalimat syahadat.

(Sumber : Nasiruddin, S.Ag, MM, 2007, Kisah Orang-Orang Sabar, Republika, Jakarta.)

Senin, 11 April 2011

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. 

 Dua hal yang sangat berbeda namun keduanya bukan merupakan hal yang terpisahkan.. 
 
 Mungkin seseorang berpikir bahwa mimpi itu hanyalah suatu khayalan di dalam diri.. 
 
 Dan sebuah fantasi yang menyenangkan bagi pikirannya.. 
 
 Namun mimpi adalah awal dari suatu keinginan yang pasti.. 
 
 Yang dapat merubah hidupmu untuk selamanya.. 
 
 Tanpa mimpi..kau tidak akan mempunyai keinginan untuk merubah keadaan.. 
 
 Tanpa mimpi..kau tidak akan mempunyai tujuan yang pasti di dalam hidupmu.. 
 
 Mimpi adalah keinginanmu yang terpendam.. 
 
 Mimpi adalah awal dari keinginanmu untuk bertindak.. 
 
 Mimpi adalah suatu hal yang mampu untuk merubah keadaan.. 
 
 Dan satu hal yang pasti.. 
 Mimpimu dapat menjelma menjadi realita... 
 Namun untuk merubah mimpimu menjadi realita.. Ada jembatan yang harus kau lalui.. 
 Jembatan itu adalah kemauan keras dari dirimu.. 
 Kemauan keras yang tidak akan goyah.. 


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Dua hal yang sangat berbeda namun keduanya bukan merupakan hal yang terpisahkan..

Mungkin seseorang berpikir bahwa mimpi itu hanyalah suatu khayalan di dalam diri..

Dan sebuah fantasi yang menyenangkan bagi pikirannya..

Namun mimpi adalah awal dari suatu keinginan yang pasti..

Yang dapat merubah hidupmu untuk selamanya..

Tanpa mimpi..kau tidak akan mempunyai keinginan untuk merubah keadaan..

Tanpa mimpi..kau tidak akan mempunyai tujuan yang pasti di dalam hidupmu..

Mimpi adalah keinginanmu yang terpendam..

Mimpi adalah awal dari keinginanmu untuk bertindak..

Mimpi adalah suatu hal yang mampu untuk merubah keadaan..

Dan satu hal yang pasti..
Mimpimu dapat menjelma menjadi realita...
Namun untuk merubah mimpimu menjadi realita.. Ada jembatan yang harus kau lalui..
Jembatan itu adalah kemauan keras dari dirimu..
Kemauan keras yang tidak akan goyah..
Sekeras apapun angin bertiup dan badai menghadang..
Sederas apapun hujan yang tercurah dari langit..
Dan sekuat apapun gelombang pasang yang menghadang..
Semua itu tidak akan menggoyahkanmu..
Apabila kau mau untuk melewati jembatan itu..
Untuk merubah mimpimu menjadi realita..

Kau harus membayar harganya..
Kau harus berani untuk bertindak..
Dan kau harus siap tercabik-cabik dari duniamu yang selama ini kau nikmati..

Mungkin kau berpikir..
Hanya dengan sedikit tindakan dan keinginan di mulutmu..
Kau sanggup mewujudkan mimpimu..

Namun sesungguhnya hal itu adalah suatu kesalahan..
Karena tanpa melewati jembatan dan membayar harganya..
Kau tak akan mampu mengubah mimpimu menjadi realita..
Jika kau hanya berkata di mulutmu..
Namun kau tidak berani untuk bertindak dan membayar harganya..

Ketahuilah..
Mimpimu akan tetap menjadi harapan kosong..

Dan jalanmu akan tetap hampa untuk selamanya..

Karena jembatan yang harus kau lalui..
Dan harga yang harus kau bayar..
Adalah penghubung antara mimpi dan realita yang ada..

Yang sanggup untuk merubah segalanya..
Dan sanggup menjadikanmu menjadi pribadi yang lebih kuat..

Jembatan penghubung adalah kemauan keras dari dirimu..
Adalah hal yang harus kau lalui..
Dan tidak dapat kau hindari..

Memang untuk melewati jembatan itu..

Pastilah kau akan membayar harga yang mahal di dalam hidupmu..

Namun ketahuilah..
Ketika kau mau untuk melewati jembatan itu dengan sungguh-sungguh tanpa mengeluh..
Kau siap untuk merubah mimpimu menjadi realita yang akan mengubah hidupmu untuk selamanya..


Wallahu a'lam.
Semoga ada hikmahnya.
Cari dan teruslah mencari cinta Ilahi.
Salam persaudaraan selalu...hahayy...prikitieww ^_^

Sumber: vibizlife.com

PENGARUH KURANG KOMUNIKASI DALAM KELUARGA


PENGARUH KURANG KOMUNIKASI DALAM KELUARGA
>¤< >¤< >¤< >¤< >¤<
>¤< >¤< >¤< >¤< >¤<
Keluarga adalah sebuah ruang, rumah, tempat asal, dan tempat kembali, seseorang dalam kehidupannya.
Setiap manusia pasti memiliki keluarga.
Bagaimana mungkin seseorang tercipta bagaikan pertunjukan sulap, sim salabim langsung jadi.

Manusia pasti melalui proses tertentu hingga ia hadir di dunia.
Keluarga adalah tempat seseorang berasal.
Adanya seorang anak tentu terlahir dari seorang ibu yang dibuahi oleh seorang bapak meskipun semuanya tidak lepas dari kekuasaan Tuhan .

Setelah ketiganya berkumpul dalam suatu ruang, misalnya rumah, kebersamaan itu dapat dikatakan sebagai sebuah keluarga.

Seberapa Pentingkah Keluarga?
Jika ada pertanyaan itu, jawabannya sangatlah kompleks.
Keluarga adalah segalanya, bagian terpenting dari yang penting.
Kehadiran teman maupun jalinan hubungan lain memang dapat menghadirkan kepentingan tertentu.
Namun, keluarga adalah sebaik-baiknya tempat kembali.
Tak kenal pamrih dan tak berbalas.
Komunikasi dalam Keluarga Sebagai makhluk sosial, manusia tentu harus berinteraksi dengan sesamanya melalui jalan komunikasi.
Komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara.
Namun, yang terpenting adalah dengan bahasa atau tuturan.
Dengan bertutur, manusia dapat saling mengenal, memperhatikan, dan mengungkapkan perasaan.

Keluarga adalah kehidupan sosial yang paling kecil.
Misalnya, hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak.
Seharusnya, kehidupan sosial mini ini dapat berlangsung dengan hangat karena jumlah anggota masih sangat sedikit sehingga memungkinkan setiap anggota untuk saling mengenal dan saling mempedulikan.

Komunikasi yang lancar akan menghadirkan suasana hangat dalam keluarga.
Tidak ada perselisihan, kesalah pahaman, dan efek-efek buruk lain.

Keadaan keluarga yang nyaman akan berpengaruh positif bagi perkembangan mental anak.

Guru pertama anak-anak adalah orang tuanya.

Apa yang dilakukan orangtua cenderung ditiru anak-anak.

Papa Sibuk, Mama Kerja

Pernah mendengar istilah ini?
Inilah situasi "kekeluargaan" kini.
Terutama,di kota-kota besar.

Anak bahkan tak lagi "mengenal" siapa ayah dan ibunya.

Anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan pengasuhnya.
Anak dibiarkan untuk "dijaga" oleh seseorang yang tak bertalian darah.
Padahal, anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih dari kedua orangtuanya.

Anak merindukan sentuhan dan sapa lembut ibu.
Anak menginginkan nasihat-nasihat dan kebijakan ayah.

Namun, dunia kerja dan kemajuan zaman telah menggerus semua itu.
Yang lebih penting adalah kerja dan kerja demi "anak dan keluarga".

>¤< >¤< >¤< >¤< >¤<
Dampak Kurangnya Komunikasi dalam Keluarga
>¤< >¤< >¤< >¤< >¤<
Kurangnya perhatian yang diperoleh anak dari kedua orangtua akan memunculkan berbagai bentuk "perlawanan" yang cenderung merugikan.
Anak akan melakukan hal-hal yang berada di luar norma.

Alasannya hanya satu, ingin diperhatikan.
Namun, jangankan diperhatikan, bertegur sapa dengan orangtua pun jarang.
Bahkan, tidak.

Berikut ini beberapa efek negatif akibat kurangnya komunikasi antar keluarga.

*.Keluarga akan diramaikan dengan pertengkaran karena sering terjadi kesalah pahaman mencerna suatu hal.
Hubungan antara anak dan orangtua cenderung menjauh.

*.Anak akan melakukan hal-hal negatif sebagai ajang cari perhatian.

*.Anak akan kehilangan rasa hormat dan cenderung takut pada orang tuanya.

*.Memicu pertengkaran suami istri karena saling menyalahkan saat anak melakukan sebuah pelanggaran.

*.Mencetak anak-anak broken home.

>¤< >¤< >¤< >¤< >¤< >¤<
http://www.anneahira.com/keluarga-16103.htm
<><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><>

Jumat, 08 April 2011

Wudhu

Hikmah dan Keajaiban Wudhu

Hikmah dan Keajaiban Wudhu .
Di dalam ajaran Islam banyak hal-hal yang berkaitan dengan suatu ibadah yang terlihat sederhana dan mudah dilakukan namun memiliki manfaat dan hasiat yang luar biasa bagi kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani, contohnya adalah wudhu.

Wudhu adalah salah satu syariat Islam.
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk membersihkan diri atau berwudhu sebelum mendirikan shalat lima waktu. (QS Al-Maidah ayat 6).

Wudhu juga merupakan salah satu syarat diterimanya ibadah shalat oleh Allah SWT, namun terkadang ada sebagian umat Islam yang memandangnya biasa-biasa saja.
"Allah tidak akan menerima shalat seseorang di antara kamu, hingga dia berwudhu ." (HR. Bukhari Muslim).

Wudhu dan Kesehatan Jasmani
Wudhu ternyata mempunyai manfaatnya sangat besar.
Itulah yang dibuktikan oleh para ahli kesehatan dunia.
Salah satunya adalah Prof LeopoldWerner von Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria.
Ia menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam wudhu karena mampu merangsang pusat syaraf dalam tubuh manusia.
Karena keselarasan air dengan wudhu dan titik-titik syaraf, kondisi tubuh senantiasa akan sehat.
Dari sinilah ia akhirnya memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.
(www.republika.co.id)

Ulama fikih juga menjelaskan hikmah wudhu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani.
Daerah yang dibasuh dalam air wudhu-seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki –memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran.
Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh, sebab penyakit kulit umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka dan jarang dibersihkan, seperti di sela-sela jari tangan, kaki, leher, belakang telinga, dan lainnya.
Karena itu,Mochtar Salem memberi saran agar anggota tubuh yang terbuka senantiasa dibasuh atau dibersihkan dengan menggunakan air.
Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa munculnya penyakit kulit disebabkan oleh rendahnya kebersihan kulit.
Karena itu, orang yang memiliki aktivitas padat (terutama di luar ruangan) disarankan untuk sesering mungkin membasuh atau mencuci anggota badannya yang terbuka, seperti kepala, muka, telinga, hidung, tangan, dan kaki.
Mencegah penyakit dengan wudhu bisa kita cermati dan pelajari sejarah hidup Rasulullah SAW, seperti yang diungkapkan Muhammad Husein Haykal dalam bukunya Hayatu Muhammad, sepanjang hidupnya Rasulullah SAW tak pernah menderita penyakit, kecuali saat sakaratul maut hingga wafatnya.
Hal ini menunjukkan bahwa wudhu dengan cara yang benar niscaya dapat mencegah berbagai macam penyakit.
Menurut sejumlah penelitian, berwudhu itu dapat menghilangkan berbagai macam penyakit.
Misalnya, penyakit kanker, flu, pilek, asam urat, rematik, sakit kepala, telinga, pegal, linu, mata, sakit gigi, dan sebagainya.
Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the Body and Soul menjelaskan,wudhu bisa mencegah kanker kulit.
Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit.
Kemudian, apabila dibersihkan dengan air (terutama saat wudhu), bahan kimia itu akan larut.
Selain itu, jelasnya, wudhu juga menyebabkan seseorang menjadi tampak lebih muda.
Dalam penelitian yang dilakukan Muhammad Salim tentang manfaat wudhu untuk kesehatan, terungkap bahwa berwudhu dengan cara yang baik dan benar akan mencegah seseorang dari segala penyakit.
Dalam penelitiannya itu, Muhammad Salim juga menganalisis masalah kesehatan hidung dari orang-orang yang tidak berwudhu dan yang berwudhu secara teratur selama lima kali dalam sehari untuk mendirikan shalat.
Salim mengambil zat dalam hidung pada selaput lendir dan mengamati beberapa jenis kumannya.
Pekerjaan ini ia lakukan selama berbulan-bulan.
Berdasarkan analisisnya, lubang hidung orang-orang yang tidak berwudhu memudar dan berminyak, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam hidung, serta permukaannya tampak lengket dan berwarna gelap.
Adapun orang-orang yang teratur dalam berwudhu, ungkap Salim, permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu.
"Sesungguhnya, cara berwudhu yang baik adalah dimulai dengan membasuh tangan, berkumur-kumur, lalu mengambil air dan menghirupnya ke dalam hidung kemudian mengeluarkannya.
Langkah ini hendaknya dilakukan sebanyak tiga kali secara bergantian," kata Salim.

Wudhu dan Kesehatan Rohani
Ulama tasawuf menjelaskan hikmah wudhu dengan menjelaskan bahwa daerah-daerah yang dibasuh air wudhu memang daerah yang paling sering berdosa.
Kita tidak tahu apa yang pernah diraba, dipegang, dan dilakukan tangan kita.
Banyak panca indera tersimpul di bagian muka.
Berapa orang yang jadi korban setiap hari dari mulut kita, berapa kali berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain.
Apa saja yang dimakan dan diminum.
Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang didengar oleh kuping ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini?
Ke mana saja kaki ini gentayangan setiap hari?
Tegasnya, anggota badan yang dibasuh dalam wudhu ialah daerah yang paling riskan untuk melakukan dosa.

Rasul SAW menyatakan, wajah orang yang berwudhu itu akan senantiasa bercahaya.
Rasulullah akan mengenalinya nanti pada hari kiamat karena bekas wudhu.
"Umatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya karena bekas wudhu."

Muhammad Kamil Abd Al-Shomad, yang mengutip sumber dari Al-I'jaz Al-Ilmiy fi Al-Islam wa Al-Sunnah AlNabawiyah, menjelaskan bahwa manfaat semua hal yang diperintahkan dalam wudhu sangatlah besar bagi tubuh manusia.
Mulai dari membasuh tangan dan menyela-nyela jari, berkumur-kumur, memasukkan air ke dalam lubang hidung, membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh telinga, hingga membasuh kaki hingga mata kaki.

Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bukunya Lentera Hidup menuliskan keutamaan wudhu.
"Sekurang-kurangnya lima kali dalam sehari-semalam setiap Muslim diperintahkan untuk berwudhu dan mengerjakan shalat.
Meskipun wudhu belum lepas (batal), disunahkan pula memperbaharuinya.

Oleh ahli tasawuf, diterangkan pula hikmah wudhu itu.
Mencuci muka artinya mencuci mata, hidung, mulut, dan lidah kalau-kalau tadinya pernah berbuat dosa ketika melihat, berkata, dan makan.
Mencuci tangan dengan air seakan-akan membasuh tangan yang telanjur berbuat salah.
Membasuh kaki dan lain-lain demikian pula.
Mereka memperbuat hikmat-hikmat itu meskipun dalam hadis dan dalil tidak ditemukan.
Tujuannya adalah supaya manusia jangan membersihkan lahirnya saja, sementara batinnya masih tetap kotor.
Hati yang masih tamak, loba, dan rakus, kendati sudah berwudhu, maka wudhunya lima kali sehari semalam itu berarti tidak berbekas dan tidak diterima oleh Allah SWT, dan shalatnya pun tidak akan mampu menjauhkan dirinya dari perbuatan fakhsya' (keji) dan mungkar (dibenci).

" Buya Hamka menambahkan, wudhu itu dapat menyehatkan badan. "
Kita hidup bukanlah untuk mencari pujian dan bukan pula supaya kita paling atas di dalam segala hal.
Meskipun itu tidak kita cari, kalau kita senantiasa menjaga kebersihan, kita akan dihormati orang juga.

" Referensi : Al-quran dan terjemahnya-Kementerian Agama RI. Shahih Bukhari-Imam Bukhori Al Jami' Ash Shohih Al Musnad min haditsi rasulillaahi shallallaahu 'alaihi wasallam wa sunanihi wa ayyamihi-Imam Muslim.

Rabu, 06 April 2011

Pengertian Hukum

Definisi/pengertian tentang "hukum" ,dapat kita temui dari kamus, ensiklopedi ataupun dari suatu aturan perundang-undangan.
Untuk melihat apa yang dimaksud dengan hukum, definisi "hukum" dari beberapa aliran pemikiran dalam ilmu hukum yang ada, sebab timbulnya perbedaan tentang sudut pandang orang tentang apa itu "hukum" salah satunya sangat dipengaruhi oleh aliran yang melatar belakanginya.

Aliran Sosiologis Roscoe Pound, memaknai hukum dari dua sudut pandang, yakni:
1. Hukum dalam arti sebagai tata hukum (hubungan antara manusia dengan individu lainnya, dan tingkah laku para individu yang mempengaruhi individu lainnya, atau tata sosial, atau tata ekonomi).
2. Hukum dalam arti selaku kumpulan dasar-dasar kewenangan dari putusan-putusan pengadilan dan tindakan administratif (harapan-harapan atau tuntutan-tuntutan oleh manusia sebagai individu ataupun kelompok-kelompok manusia yang mempengaruhi hubungan mereka atau menentukan tingkah laku mereka).
Hukum bagi Rescoe Pound adalah sebagai "Realitas Sosial" dan negara didirikan demi kepentingan umum & hukum adalah sarana utamanya.

Jhering: Law is the sum of the condition of social life in the widest sense of the term, as secured by the power of the states through the means of external compulsion (Hukum adalah sejumlah kondisi kehidupan sosial dalam arti luas, yang dijamin oleh kekuasaan negara melalui cara paksaan yang bersifat eksternal).
Bellefroid: Stelling recht is een ordening van het maatschappelijk leven, die voor een bepaalde gemeenschap geldt en op haar gezag is vastgesteid (Hukum yang berlaku di suatu masyarakat mengatur tata tertib masyarakat dan didasarkan atas kekuasaan yang ada di dalam masyarakat itu).
Aliran Realis Holmes: The prophecies of what the court will do… are what I mean by the law (apa yang diramalkan akan diputuskan oleh pengadilan, itulah yang saya artikan sebagai hukum).

Llewellyn: What officials do about disputes is the law it self (apa yang diputuskan oleh seorang hakim tentang suatu persengketaan, adalah hukum itu sendiri).

Salmond: Hukum dimungkinkan untuk didefinisikan sebagai kumpulan asas-asas yang diakui dan diterapkan oleh negara di dalam peradilan.
Dengan perkataan lain, hukum terdiri dari aturan-aturan yang diakui dan dilaksanakan pada pengadilan.

Aliran Antropologi Schapera: Law is any rule of conduct likely to be enforced by the courts (hukum adalah setiap aturan tingkah laku yang mungkin diselenggarakan oleh pengadilan).

Gluckman: Law is the whole reservoir of rules on which judges draw for their decisions (hukum adalah keseluruhan gudang-aturan di atas mana para hakim mendasarkan putusannya).

Bohannan: Law is that body of binding obligations which has been reinstitutionalised within the legal institution (hukum adalah merupakan himpunan kewajiban-kewajiban yang telah dilembagakan kembali dalam pranata hukum).

Aliran Historis Karl von Savigny: All law is originally formed by custom and popular feeling, that is, by silently operating forces. Law is rooted in a people's history: the roots are fed by the consciousness, the faith and the customs of the people (Keseluruhan hukum sungguh-sungguh terbentuk melalui kebiasaan dan perasaan kerakyatan, yaitu melalui pengoperasian kekuasaan secara diam-diam.
Hukum berakar pada sejarah manusia, dimana akarnya dihidupkan oleh kesadaran, keyakinan dan kebiasaan warga negara.

Aliran Hukum Alam Aristoteles: Hukum adalah sesuatu yang berbeda dari pada sekedar mengatur dan mengekspressikan bentuk dari konstitusi;hukum berfungsi untuk mengatur tingkah laku para hakim dan putusannya di pengadilan dan untuk menjatuhkan hukuman terhadap pelanggar.

Thomas Aquinas: Hukum adalah suatu aturan atau ukuran dari tindakan-tindakan, dalam hal mana manusia dirangsang untuk bertindak atau dikekang untuk tidak bertindak.

Jhon Locke: Hukum adalah sesuatu yang ditentukan oleh warga masyarakat pada umumnya tentang tindakan-tindakan mereka, untuk menilai/mengadili mana yang merupakan perbuatan yang jujur dan mana yang merupakan perbuatan yang curang.

Emmanuel Kant: Hukum adalah keseluruhan kondisi-kondisi dimana terjadi kombinasi antara keinginan-keinginan pribadi seseorang dengan keinginan-keinginan pribadi orang lain, sesuai dengan hukum-hukum tentang kemerdekaan.

Aliran Positivis Jhon Austin: Hukum adalah seperangkat perintah, baik langsung ataupun tidak langsung, dari pihak yang berkuasa kepada warga masyarakatnya yang merupakan masyarakat politik yang independen, dimana otoritasnya merupakan otoritas tertinggi.

Blackstone: Hukum adalah suatu aturan tindakan-tindakan yang ditentukan oleh orang-orang yang berkuasa bagi orang-orang yang dikuasi, untuk ditaati.

Hans Kelsen: Hukum adalah suatu perintah memaksa terhadap tingkah laku manusia.
Hukum adalah kaidah-kaidah primer yang menetapkan sanksi-sanksi.

Teori Hukum
1. Prof Sahardjo : sebagai alat mengayomi masyarakat
2. G. Niemeyer : alat mengatur kegiatan manusia
3. L. Pospisil : alat untuk mengendalikan masyarakat kearah yang tertib
4. Roscoe Pound : Tool Of Social Engineering = alat untuk melakukan perubahan pola piker masyarakat
5. Teori Terpadu : Four In One = hukum sebagai alat mengayomi mengatur , mengendalikan dan mengubah masyarakat
6. Teori Etis : isi hukum semata-mata harus di tentukan oleh kesadaran etis kita (rasa etika ) mengenai apa adil dan apa yang tidak adil.
aristoteles menganut teori ini dalam bukunya rhetorica & rica necomachea berpendapat "tujuan hokum itu semata-mata untuk mewujudkan keadilan .
Menurut dia keadilan terbagi 2 jenis :
1. keadilan distributive : keadilan yang memberikan kepada setiap orang bagian sesuai jasanya ,atas dasar prinsip kesebandingan ( bukan sama rata)
2. keadilan komutatif : memberikan kepada setiap orang sama banyaknya tanpa mengingat jasanya

7. Teori Utilitas : hukum bertujuan mewujudkan apa yng berfaedah , "kebahagian terbesar untuk jumlah terbanyak" .

"The greatest happiness for the greatest number" , hukum bisa dikatakan berhasil apabila sebanyak mungkin dapat mewujudkan keadilan ( Jeremy Betham dalam bukunya the principles of morals and legislation 1780M).

Hukum dengan kekuasaan saling melengkapi,ucapan Prof . Muhtar Khusumahatmadja yang sangat popular."hukum tanpa kekuasaan adalah angan-angan , kekuasaan tanpa hukum adalah kesewenang-wenangan.

Kelemahan teori ETIS & UTILITAS adalah terlalu berat sebelah , terlalu mengagungkan keadilan dengan mengabaikan kepastian hukum.
Dengan terabaikannya kepastian hukum akan terganggu ketertiban , padahal dengan terwujudnya ketertiban maka akan terwujud pula keadilan.

Kelemahan teori ini memunculkan teori pengayoman (pendapat menteri kehakiman Suhardjo)

Teori ini berpendapat bahwa : tujuan hukum adalah mengayomi kepentingan manusia secara aktif (mendapatkan kondisi kemasyarakatan yang manusiawi dalam proses yang berlangsung secara wajar ) dan pasip ( mengupayakan pencegahan tindakan sewenang-wenang dan penyelah gunaan hak)

Pengayoman meliputi :
1. mewujudkan ketertiban dan keteraturan
2. mewujudkan kedamaian sejati
3. mewujudkan keadialan
4. mewujudkan kesejahteraan dan keadilan social warga masyarakat selama tidak melanggar hak dan merugikan orang lain tanpa rasa khawatir akan :
a. secara bebas melakukan apa yang dianggap benar
b. secara bebas dapat mengembangkan bakat dan minat
c. secara bebas merasa selalu mendapat perlakuan wajar.