Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh _monggo pinarak ingkang sekeco_

Rabu, 24 November 2010

OLEHTISME FANS LOVE

OLEHTISME FANS
adalah suatu group yang berbasic "ANKER" dimana anggotanya boleh melakukan apa saja. ≍☺≍ Kita ciptakan dunia tanpa sedih.≍☺≍ Bahagia di depan mata "selamanya".

TUJUAN OLEHTISME FANS LOVE adalah untuk mencari teman n menjalin persaudaraan diantara komonitas dari berbagai kalangan..dalam hal ini bukan anak2 ANKER saja yang jadi fans nya olehtisme....hal ini akan meningkatkan hubungan jarak jauh diantara anak ANKER.

OLEHTISME adalah JIWA_Q
FANS LOVE adalah SIFAT_Q
ANKER adalah salam PERSAHABATAN_Q
BAHAGIA "SELAMANYA" adalah TUJUAN HIDUP_Q

Ξ▓Ξ
Ξ▓Ξsalam "ANKER" ~⊙≈☺≈⊙~.

http://www.olehtismefanslove.blogspot.com
Hak©gGeя_đяa®2020™*

SAMBAL GORENG DAGING

Resep Sambal Goreng Daging

Bahan membuat sambal goreng daging :

500 gr daging sapi, rebus, iris
3 buah cabai merah, iris tipis
2 lembar daun salam 10 cm serai memarkan
250 ml santan
2 sdm minyak sayur untuk menumis
4 siung bawang putih
5 butir kemiri
4 buah cabai merah
1 cm lengkuas
1 cm jahe

Cara membuat sambal goreng daging :

Haluskan bawang putih, kemiri, cabai merah, lengkuas, dan jahe Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan daging, cabai merah iris dan santan Aduk hingga mengental Angkat, dan sajikan

(sumber : Hidangan Tumpeng Sehat, Kartini 2224)

UMPOMO SIRO KEMBANG

Umpomo siro kembang mekaro ono ring taman
Wangio siro kembang arum endah di sawang

Kembange ati iki sun rumat lan sun sayangi
Ojo nduwe sifat sombong angkuh ambi kancane

Mekaro wangio sun pujo siro kembang
Jejeko langkah iro madep ono Pangeran

Masio siro kembang ring antarane kembang
Masio akeh kembang tapi wangine liyo



UMPOMO SIRO KEMBANG

Umpomo siro kembang mekaro ono ring taman
Wangio siro kembang arum endah di sawang

Kembange ati iki sun rumat lan sun sayangi
Ojo nduwe sifat sombong angkuh ambi kancane

Mekaro wangio sun pujo siro kembang
Jejeko langkah iro madep ono Pangeran

Masio siro kembang ring antarane kembang
Masio akeh kembang tapi wangine liyo

Minggu, 21 November 2010

RESEP SAMBAL GORENG ATI

Enak Sambal Goreng Ati

Ada yang suka masak gk ?
Apa pengennya makan aj n gk mau repot bikin ?
Menurutku masakan yang paling enak adalah buatan sendiri, apalagi waktu buatnya pas lapar jadi semangat.

RESEP SAMBAL GORENG ATI

Bahan membuat sambal goreng ati :

500 gr hati sapi, iris dadu
2 batang petai (jika suka)
250 cc santan
3 buah cabai merah, iris halus
4 buah belimbing wuluh (jika ada)
Bumbu halus : 20 gr cabai merah ½ sdm
garam ½ sdm
gula pasir 50 gr
kemiri 25 gr
bawang merah 2 siung bawang putih

Cara membuat sambal goreng ati:

Tumis bumbu halus hingga harum
Masukkan hati sapi, tuang santan, petai, belimbing wuluh dan cabai merah
Masak, angkat dan sajikan.

Eeh.. Tapi cicipi dulu enak gk ? Kalau enak makan sendiri aj... Yang lain biar masak sendiri... Hehe...

7 MANFAAT MANDI PAGI YANG WAJIB DI KETAHUI

7 Manfaat Mandi Pagi yang Wajib Kamu Ketahui

Selamat pagi
– Rutinitas yang padat sehari-hari menuntut kita senantiasa aktif dan produktif.
Untuk itu, diperlukan kondisi tubuh yang segar dan prima agar kita bisa menjalankan berbagai aktivitas sepanjang hari.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membuat tubuh menjadi lebih segar dan tetap prima adalah dengan mandi pagi.

Saya yakin kamu semua melakukan kebiasaan ini setiap hari bukan.
Memang terkesan sepele namun sangat berguna dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh manusia.

Menurut beberapa penelitian, sebaiknya manusia membiasakan diri untuk mandi pagi setiap hari dengan air dingin.

Mandi pagi dengan air dingin tidak hanya bertujuan untuk membersihkan badan saja loh.

Ternyata kebiasaan ini memiliki banyak manfaat lainnya yang berguna bagi kesehatan manusia.

Berikut 7 manfaat mandi pagi dengan air dingin yang perlu kamu ketahui:

1 . Mandi pagi mampu melancarkan peredaran darah Menurut hasil penelitian sebuah lembaga riset trombosit di Inggris, jika seseorang sering mandi pagi dengan air dingin, maka peredaran darahnya akan menjadi lebih lancar.
Tubuh juga akan terasa lebih segar dan bugar.
Hal ini tentu akan sangat berguna sebagai bekal kita untuk menjalani kegiatan sehari-hari.

2 . Mandi dengan air dingin akan meningkatkan sel darah putih Masih menurut hasil studi di Inggris, mandi dengan air dingin akan meningkatkan sel darah putih dalam tubuh.
Bila sel darah putih dalam tubuh meningkat, maka daya tahan dan kemampuan tubuh dalam melawan virus pun akan semakin meningkat.
Manfaat positifnya tubuh akan menjadi lebih prima dan tidak mudah sakit karena daya tahan tubuh selalu terjaga dengan baik.

3 . Mandi dengan air dingin bisa menurunkan resiko darah tinggi Menurut Frederic Premji, seorang hipnoterapis dari The American Board of Hypnotherapy, mandi air dingin akan menurunkan resiko timbulnya darah tinggi, varises dan mengerasnya pembuluh darah.
Hal ini disebabkan karena mandi air dingin akan melancarkan seluruh sirkulasi darah ke organ-organ tubuh.

4 . Mandi dengan air dingin dapat meningkatkan kesuburan Mandi pagi dengan air dingin memiliki efek positif bagi kesehatan reproduksi manusia.
Manfaatnya yaitu untuk meningkatkan produksi hormone testosterone pada pria dan hormone estrogen pada wanita.
Akibatnya, kesuburan dan gairah seksual pun akan semakin meningkat.

5 . Mandi pagi memperbaiki kesehatan jaringan tubuh Kebiasaan mandi pagi dengan air dingin setiap hari berdampak positif juga pada kesehatan jaringan tubuh manusia.
Dengan kebiasaan ini, jaringan kulit akan semakin membaik, kulit tidak kering dan menjadi lebih kenyal.
Mandi dengan air dingin juga mampu mengurangi noda dan lingkaran hitam pada bagian bawah mata.
Sehingga, kesegaran wajah akan semakin terpancar.

Sebaliknya bila mandi dengan air hangat, maka kulit lebih mudah keriput dan kurang kenyal.

Selain itu, mandi dengan air dingin juga berdampak positif pada jaringan kuku.
Kuku pun akan menjadi lebih sehat, kuat dan tidak mudah retak.


6 . Mandi pagi dengan air dingin dapat membuat rambut lebih sehat

Apa sih yang terjadi pada rambut bila dibilas dengan air dingin?

Ternyata air dingin bisa menutupi kutikula rambut, sehingga mampu mengurangi kerontokan.
Rambut pun akan lebih terlindungi dari kotoran-kotoran yang biasanya menempel pada kulit kepala.
Dengan demikian rambut akan menjadi lebih sehat dan kuat.

7 . Mandi air dingin berkhasiat meredakan depresi Ritual mandi pagi dengan air dingin biasa dilakukan oleh para pejuang samurai Jepang tempo dulu.
Ritual ini biasa disebut misogi dalam bahasa Jepang.
Kebiasaan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa sehingga pikiran menjadi lebih tenang dan bisa menjalani hari-hari dengan penuh semangat.

Namun, terlepas dari ritual yang biasa dilakukan orang Jepang tersbut, rasanya memang logis ya bila mandi air dingin bisa berefek meredakan depresi dan stress.

Coba bayangkan bila kita sedang suntuk, dalam keadaan tegang atau depresi karena sesuatu hal, setelah kita mandi maka tubuh akan terasa lebih segar, pikiran menjadi lebih tenang, jernih, dan lebih rileks ya kan.

Wah, ternyata mandi pagi khususnya dengan air dingin tidak hanya sekedar ritual wajib yang biasa dilakukan setiap hari, ya.

Di balik kebiasaan ini ada begitu banyak manfaat yang amat berguna bagi kesehatan tubuh manusia.

Sekarang, tidak ada alasan lagi dong untuk malas mandi pagi… (ST)

sumber : http://informasitips.com/7-manfaat-mandi-pagi-yang-wajib-kamu-ketahaui

Jumat, 19 November 2010

JANGAN HANYA BISA MENYESALI SESUATU YANG TELAH TERJADI TAPI MAULAH MENGETAHUI APA AKIBATnya YANG AKAN TERJADI

Apabila kita salah melangkah, kita membawa beban yang terlalu berat di luar kemampuan kemudian kita tersandung batu dan jatuh apakah kita mau menyalahkan orang lain...?

Seandainya kita tahu mendung di langit sudah hitam dan tebal dan kita sengaja meneruskan perjalanan tanpa mempersiapkan payung, tidak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya sedangkan kita tidak sempat lagi lari mencari tempat untuk berteduh dan kita basah kuyup kedinginan dan demam, akankah kita menyalahkan siapa...?

Ada cerita baru saja terdengar tentang kemauan hati dari lidah yang sengaja di luahkan.

Seorang cew amat sangat menginginkan belas kasih dari seorang cow pujaan yang baru di kenalnya.

Si cew mencari cara dan berterus terang mengatakan pada si cow , si cow menanggapi, menerimanya karena si cew tadi juga kelihatan cakep.
Tentu saja cew tadi senang harapannya tidak bertepuk sebelah tangan.

Waktu si cew berlalu dengan kegembiraan kesenangan

Hari-hari tiada sepi si cew ada yang menemani tidak peduli janji terucapkan si cow mengiyakan.

Senang si cew bukan kepalang restu ortu pun sudah di pintakan kegembiraanpun merata ke keluarga.
Alangkah indah dunia si cew waktu itu (katanya sambil terisak).

Tidak lama senang sedih dalam kesulitan masih bisa bersama
Lama bersama ada kejenuhan juga akhirnya...
Si cew terbuka mata tahu segalanya
Si cow nya itu tidak sendiri Ternyata ada kasih lain, (tanggung jawab isteri, anak)

Menyesal tapi harus bagaimana...?

Si cew kebingungan janji, pengorbanan terlanjur di berikan.

Terlalu percaya tanpa bukti akhirnya menyakiti diri

Pandangan gelap nangis.

Si cew mau berkata pada siapa..?

Segala sesuatu itu bila tepat pada tempatnya akan nampak indah pada mata yang memandang. Padahal itu bukan karena kepandaian kita di bidang itu akan tetapi hanya karena kita tahu tata letak penempatannya saja.
Dan bukan berarti selalu bisa menciptakannya.


Perbaiki Diri Dalam Menilai
Persiapkan Langkah Jangan Menuju Salah
Sampai Kapan Beralasan Karena Orang Lain
Akhirnya Menanggung Beban Sendiri Dan Tak Terperih

Mulai Sejak Dini
Untuk Melihat Apa Akibat Yang Akan Terjadi

Mengoreksi Diri
Buka Mata Buka Telinga
Buang Malu Segera Cari Tahu

JANGAN HANYA BISA MENYESALI SESUATU YANG TELAH TERJADI TAPI MAULAH MENGETAHUI APA AKIBATnya YANG AKAN TERJADI

KAJIAN IMAM AL GHAZALI TENTANG Konsep Ketuhanan Yesus

Imam Al Ghazali

Inilah Kajian Al Ghazali tentang Konsep Ketuhanan Yesus

-Imam al- Ghazali adalah salah seorang ulama klasik yang berusaha keras mematahkan hujjah ketuhanan Yesus.
Melalui bukunya yang berjudul al- Raddul Jamil li Ilahiyati `Isa, al-Ghazali membantah ketuhanan Yesus dengan mengutip teks-teks Bibel.

Buku ini menarik untuk dikaji karena diterbitkan oleh UNESCO dalam bahasa Arab.

Imam al-Ghazali adalah ulama yang sangat terkenal di zamannya sampai zaman sekarang ini.

Nama lengkapnya, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad At-Thusi Asy-Syafii (pengikut mazhab Syaf'i).
AlGhazali lahir 450 H/1058 M dan wafat pada tahun 505 H/1111 M dalam usia 55 tahun.

Karyanya tidak kurang dari 200 buku, dan di antara karyanya yang sangat monumental adalah "Ihya `Ulumiddin" (Revival of Religious Sciences).

Ia dikenal sebagai seorang filosof, ahli tasawwuf, ahli fikih, dan juga bisa dikatakan sebagai seorang Kristolog.
Ini terbukti lewat karyanya al-Raddul Jamil, yang ditulisnya secara serius dan mendalam.

Dalam bukunya, Al-Ghazali memberikan kritik-kritik terhadap kepercayaan kaum Nasrani yang bertaklid kepada akidah pendahulunya, yang keliru.
Kata al- Ghazali dalam mukaddimah bukunya: " Aku melihat pembahasan-pembahasan orang Nasrani tentang akidah mereka memiliki pondasi yang lemah. Orang Nasrani menganggap agama mereka adalah syariat yang tidak bisa di takwil"

Imam al-Ghazali juga berpendapat bahwa orang Nasrani taklid kepada para filosof dalam soal keimanan.

Misalnya dalam masalah al- ittihad, yaitu menyatunya zat Allah dengan zat Yesus.

Al-Ghazali membantah teori al-ittihad kaum Nasrani.

Menurutnya, anggapan bahwa Isa AS mempunyai keterkaitan dengan Tuhan seperti keterkaitan jiwa dengan badan, kemudian dengan keterkaitan ini terjadi hakikat ketiga yang berbeda dengan dua hakikat tadi, adalah keliru.

Menurutnya, bergabungnya dua zat dan dua sifat ( isytirak), kemudian menjadi hakikat lain yang berbeda adalah hal yang mustahil yang tidak diterima akal.

Dalam pandangan al-Ghazali, teori alittihad ini justru membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan.

Al-Ghazali menggunakan analogi mantik atau logika.

Ia berkata, ketika Yesus disalib, bukankah yang disalib adalah Tuhan, apakah mungkin Tuhan disalib?
Jadi, Yesus bukanlah Tuhan.

Penjelasannya dapat dilihat pada surat an-Nisa ayat 157 : "Dan tidaklah mereka membunuhnya (Isa AS) dan tidak juga mereka menyalibnya akan tetapi disamarkan kepada mereka".

Selain al-ittihad, masalah al-hulul tak kalah pentingnya.

Menurut Al-Ghazali, makna al-hulul, artinya zat Allah menempati setiap makhluk, sebenarnya dimaksudkan sebagai makna majaz atau metafora.

Dan itu digunakan sebagai perumpamaan seperti kata "Bapa" dan "Anak".

Misalnya seperti dalam Injil Yohannes pasal 14 ayat 10 : "Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku. Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriKu sendiri tetapi Bapa yang diam di dalam Aku, Dia-lah yang melakukan pekerjaanNya."


Dalam melakukan kajiannya, Imam al Ghazali merujuk kepada Bibel kaum Nasrani.

Dalam al-Raddul Jamil, al- Ghazali mencantumkan enam teks Bibel yang menurutnya menafikan ketuhanan Yesus, dan dikuatkan dengan teks-teks Bibel lainnya sebagai tafsiran teks-teks yang enam tadi.
Di antara teks yang dikritisi oleh alGhazali adalah Injil Yohannes pasal 10 ayat 30-36 , "Aku dan Bapa adalah satu. Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: " banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-ku yang kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari aku?
Jawab orang- orang Yahudi itu: "bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari engkau, melainkan karena engkau menghujat Allah dan karena engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan dirimu dengan Allah.
Kata Yesus kepada mereka: "tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: kamu adalah Allah?
Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut Allah sedangkan kitab suci tidak dapat dibatalkan, masihkah kamu berkata kepada dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia." (Teks dikutip dari Bibel terbitan Lembaga Al-kitab Indonesia; Jakarta 2008.)
Teks ini, menurut al-Ghazali, menerangkan masalah al-ittihad ( menyatunya Allah dengan hamba-Nya).
Orang Yahudi mengingkari perkataan Yesus "aku dan Bapa adalah satu".

Al- Ghazali berpendapat, perkataan Yesus, Isa AS "..aku dan Bapa adalah satu" adalah makna metafora.
Al Ghazali mengkiaskannya seperti yang terdapat dalam hadits Qudsi, dimana Allah berfirman: "Tidaklah mendekatkan kepadaKu orang-orang yang mendekatkan diri dengan yang lebih utama dari pada melakukan yang Aku fardhukan kepada mereka. Kemudian tidaklah seorang hamba terus mendekatkan diri kepadaKu dengan hal-hal yang sunnah sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengaran yang ia mendengar dengannya, penglihatan yang ia melihat dengannya, lisannya yang ia berbicara dengannya dan tangannya yang ia memukul dengannnya."

Menurut Al-Ghazali, adalah mustahil Sang Pencipta menempati indra-indra tersebut atau Allah adalah salah satu dari indra-indra tersebut. Akan tetapi seorang hamba ketika bersungguh- sungguh dalam taat kepada Allah, maka Allah akan memberikannya kemampuan dan pertolongan yang ia mampu dengan keduanya untuk berbicara dengan lisan-Nya, memukul dengan tangan-Nya, dan lain-lainnya.
Makna metafora dalam teks Bibel dan hadis Qudsi itulah yang dimaksudkan bersatunya manusia dengan Tuhan, bukan arti harfiahnya.

Demikianlah, di abad ke-12 M, Imam al-Ghazali telah melalukan kajian yang serius tantang agama-agama selain Islam.
Kajian ini tentu saja sesuatu yang jauh melampaui zamannya.
Kritiknya terhadap konsep Ketuhanan Yesus jelas didasari pada keyakinannya sebagai Muslim, berdasarkan penjelasan Alquran.
Al-Ghazali bersifat seobjektif mungkin saat meneliti fakta tentang konsep kaum Kristen soal Ketuhanan Yesus. Tapi, pada saat yang sama, dia juga tidak melepaskan posisinya sebagai Muslim saat mengkaji agama-agama.


Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/islam-digest/10/05/21/116540-inilah-kajian-al-g

TIPS MENJADI PRIA SINGLE YANG DI SUKAI WANITA

Apakah saat ini Anda adalah seorang pria yang masih berstatuskan single atau dengan kata lain Anda masih belum mendapatkan seorang wanita yang mau mendampingi Anda (kekasih hati istilah lainnya)?

Padahal Anda juga sudah menyadari bahwa diri Anda memiliki wajah yang bisa dibilang tampan , memiliki ukuran tubuh yang ideal untuk seorang pria, dan bahkan Anda juga sudah bisa meraih sukses di bidang pekerjaan Anda saat ini.

Lalu sebenarnya apa yang terjadi?

Mengapa orang yang bisa dibilang menarik seperti Anda masih belum bisa mendapatkan seorang wanita yang sangat Anda idam- idamkan?

Nah jika Anda saat ini mengalami hal seperti itu maka permasalahan terbesarnya adalah pada sifat di dalam diri Anda.

Dengan mengubah sifat-sifat itu menjadi lebih alami dan terbuka maka Anda bisa benar-benar menjadi diri Anda sendiri dan bersiaplah untuk dikejar-kejar oleh para wanita yang mulai menyukai Anda apa adanya.

Jika Anda tidak tahu apakah sifat-sifat yang perlu Anda tanamkan dan ubah pada diri Anda saat ini, Anda tidak perlu khawatir karena beberapa tips ampuh berikut bisa membantu Anda :

Jadilah Pria Yang Jujur
Setiap orang baik itu wanita ataupun pria termasuk juga Anda pasti sangat menyukai pribadi orang yang sangat jujur bukan?
Ya, jika Anda ingin untuk disukai para wanita maka hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menanamkan sifat jujur pada diri Anda sendiri.
Tidak peduli apakah Anda sebelumnya adalah raja bohong, sang penguntit makanan atau sifat jelek lainnya yang pernah Anda miliki sebelumnya, Anda harus bisa mulai mengubah diri Anda menjadi orang yang jujur.
Dengan menjadi orang yang jujur ini maka Anda bukan hanya bisa didekati oleh banyak wanita yang mulai mengagumi pria seperti Anda, tetapi Anda juga bisa mendapatkan banyak teman yang tentu saja akan bermanfaat apalagi jika ternyata Anda adalah seorang pebisnis .
Namun dalam berkata jujur ada hal yang perlu Anda perhatikan seperti mengatakannya terlalu jujur.
Sebagai contoh Anda diajak bertemu dengan seorang wanita kenalan Anda melalui chatting , namun ketika bertemu Anda merasa wanita tersebut biasa saja dan tidak menarik bagi Anda.
Nah jangan sampai Anda berkata padanya bahwa dia hanyalah wanita biasa dan Anda tidak tertarik padanya.
Sekali-sekali sebagai seorang pria Anda juga perlu untuk menjaga perkataan Anda yang bisa menyinggungnya walaupun itu bersifat jujur sekalipun.
Jangan sampai memberikan kesan jujur itu menyakitkan .
Jangan Membandingkan Ada kalanya ketika seorang pria mulai tertarik kepada seorang wanita, pria tersebut pasti berusaha mengatakan hal-hal hebat mengenai diri Anda kepadanya.
Ya, sebagian besar pria pasti selalu berusaha membuat wanita tersebut merasa beruntung berkenalan dengannya termasuk membandingkannya dengan wanita-wanita lain yang pernah Anda kenal.

Ingat dengan membandingkannya dia dengan wanita yang lain maka Anda sudah membuatnya merasa tidak nyaman dan yang paling parah, wanita yang Anda ajak bicara tersebut akan berpikir bahwa Anda adalah seorang playboy .

Jangan Mengikutinya Terus Menerus Sering terjadi jika seorang pria sudah memutuskan untuk suka dengan seorang wanita maka dirinya akan terus mengikutinya ke manapun dia pergi.
Pria semacam ini akan berusaha menghubunginya setiap hari melalui hp , datang ke rumah wanita tersebut berkali-kali sampai dengan mengikutinya ke manapun wanita itu pergi seperti seorang detektif yang sedang mengincar targetnya.

Namun tahukah Anda bahwa tindakan semacam ini justru sangat dibenci oleh wanita ?

Ya, pastilah setiap orang tidak mau bukan hidupnya secara tiba-tiba diikuti oleh orang yang belum lama dikenalnya secara misterius.

Nah usahakan Anda untuk tidak melakukan hal ini berlebihan .

Anda boleh saja menelponnya atau mendatangi rumah wanita tersebut tapi jangan sering-sering atau dia akan mulai mem-block segala sesuatu yang berhubungan dengan diri Anda.

Jadilah Pendengar Yang Baik
Ketika seorang wanita bercerita mengenai sesuatu khususnya permasalahan pribadinya kepada seorang pria, maka itu adalah pertAnda bahwa dirinya sedang membuka hati pada pria tersebut.

Ya, jika Anda mendapatkan peluang yang bagus semacam ini maka yang perlu Anda lakukan adalah menjadi seorang pendengar yang baik dan berusaha untuk memahami permasalahannya.

Perlu Anda ketahui, cukup banyak pria yang mendapatkan wanita idamannya hanya bermodalkan sebuah perhatian yang luar biasa kepada pasangannya.

Jadi cobalah untuk mulai menjadi pendengar yang baik kepada wanita idaman Anda.

Cobalah Untuk Selalu Tersenyum

Senyum adalah hal penting yang harus Anda lakukan untuk membuat suasana pembicaraan antara pria dan wanita menjadi lebih rileks dan tenang.
Coba saja Anda bayangkan jika ternyata Anda bertemu dengan wanita idaman Anda dalam kondisi yang merenggut dan tidak tersenyum sedikitpun, pastilah wanita tersebut akan mencari alasan untuk segera pulang ke rumah karena jenuh, bosan bahkan stres melihat tingkah laku Anda tersebut.

Menjadi seorang pria Anda dituntut untuk bisa bersabar, karena itu cobalah untuk tersenyum ketika bertemu dengannya walaupun saat itu Anda sedang mengalami masalah .

Lakukan Yang Terbaik
Banyak pria berusaha menarik perhatian wanita dengan tingkah lakunya yang terbilang ekstrim atau bahkan diluar pikiran sehat.

Ambil contoh saja seperti melakukan aksi-aksi berbahaya demi mendapatkan perhatian sang wanita.
Memang hal itu akan terlihat sangat cool , tapi apa benar setiap wanita ingin melihat hal seperti itu?
Tidak, tidak semua wanita menginginkan pria yang ekstrim dan berbahaya, malah beberapa diantara mereka akan berkata bahwa pria tersebut gila dan akhirnya mulai menjauhi mereka.
Cobalah untuk melakukan hal-hal yang bisa Anda lakukan dengan baik, misalkan berpenampilan rapi, baik dan wangi atau mungkin menunjukkan skill memasak Anda kepada wanita yang Anda sukai.

Cobalah Untuk Jual Mahal
Jika ternyata ada sebuah reaksi yang bagus dari wanita yang Anda sukai, maka sebagai seorang pria Anda harus sedikit menjual mahal diri Anda seperti bersikap sedikit cuek dan terkesan tidak membutuhkannya.
Sikap ini berdasarkan riset bukannya dijauhi oleh para wanita tetapi malah membuat wanita tersebut semakin berdebar-debar dan tergila-gila dalam melakukan pengejaran terhadap Anda.
Dengan membuat mereka penasaran maka Anda bisa mendapatkan wanita idaman yang Anda inginkan.

Jaga Cara Berbicara dan Penampilan Anda
Ketika seorang pria baru saja berkenalan dengan wanita, pastilah mereka akan berbicara secukupnya saja tanpa berlebihan.
Sikap ini digunakan untuk pendekatan awal sekaligus kesan bahwa Anda adalah pria yang sopan dan teratur.
Selain itu penampilan Anda saat berhadapan dengan wanita juga sangatlah penting.
Cobalah untuk berpakaian rapi dengan menggunakan parfum yang fresh dan tidak berlebihan agar menimbulkan kesan aroma terapi bagi wanita tersebut.
Jangan sampai ketika Anda bertemu dengan wanita target Anda ternyata Anda belum mandi bahkan bau Anda kecut sekali , tentu saja dalam waktu yang sangat singkat wanita tersebut akan segera meninggalkan Anda dan dijamin Anda tidak akan pernah bertemu dengannya untuk kedua kalinya kecuali memang bertemu secara kebetulan.

Tips Menjadi Pria Single Yang Disukai Wanita
Oleh: AnneAhira.com
Sumber : http://www.anneahira.com/pria-single.htm

SETIAP WANITA ADALAH CANTIK TAPI KECANTIKAN ALAMI TIDAK AKAN PERNAH TERGANTI

Siapa yang tidak ingin cantik? Jika pertanyaan ini ditanyakan kepada seluruh wanita di dunia , mereka akan mengatakan, "kami semua ingin cantik". Tahukah Anda, untuk menjadi cantik, seorang wanita rela merogoh koceknya dalam-dalam.
Mereka bahkan rela makan seadanya agar bisa perawatan di salon mahal.
Semua itu demi sebuah kecantikan.

Mengapa wanita ingin cantik?
Tentunya tak lepas dari kodrat wanita yang merupakan makhkuk ciptaan Tuhan yang paling indah, yang diciptakan di dunia ini untuk membuat dunia menjadi penuh warna .

Katanya, seorang wanita yang terlihat cantik akan lebih percaya diri dibandingkan sebaliknya.

Seorang wanita yang cantik katanya juga akan dicintai oleh banyak pria , dibandingkan seorang wanita yang kurang menarik.

Hal tersebut merupakan opini yang diciptakan oleh kaum wanita itu sendiri sehingga mereka berlomba-lomba untuk tampil cantik di hadapan pria.

Kecantikan seperti apakah yang sebenarnya dicari di dunia ini?

Terlepas dari segi fisik yang memang menarik, seorang wanita akan terlihat jauh lebih cantik daripada fisiknya yang memang sudah cantik dan indah, bila ia memiliki kecantikan alami .


Kecantikan alami, seperti apakah itu?

Kecantikan alami adalah kecantikan yang dimiliki oleh setiap wanita yang berasal dari dalam ruhnya.

Ya, pada dasarnya setiap wanita yang ada di dunia ini cantik.

Tidak ada satupun manusia yang diciptakan dengan kondisi yang memprihatinkan.


Bayangkan, untuk dapat menjadi zigot saja sebuah sperma harus mengalahkan jutaan sperma lainnya di dalam rahim .
Itu artinya, sperma yang menjadi pemenang adalah yang paling kuat di antara yang lain.
Dan itu tandanya, semua manusia di dunia ini tanpa terkecuali, diciptakan dengan sempurna .



Pancarkan kecantikan alami!

Meski semua wanita di dunia ini tercipta dalam keadaan yang cantik , namun ternyata tak semua wanita menyadarinya. Sebagian besar di antara mereka malah kurang bersyukur diciptakan dengan kondisi seperti apa adanya. Alhasil, berbagai macam cara yang notabene menyiksa diri sendiri pun dilakukan, seperti bedah plastik.


Tidak perlu membayar mahal untuk cantik!

Cantik tidak harus mahal. Tugas seorang wanita yang ingin terlihat cantik hanyalah memaksimalkan dan merawat aura kecantikan alami yang sudah ada sejak lahir di dalam dirinya.

Caranya cukup mudah, yaitu:

1 . Mandi minimal dua kali sehari.
2 . Menjaga kebersihan kulit dan gigi .
3 . Bagi muslimah , sering-seringlah berwudhu karena selain bisa menenangkan hati juga bisa memancarkan aura yang ada di dalam tubuh.
4 . Makan makanan sehat , bukan junk food .
5 . Banyak mengonsumsi air putih.
6 . Berbuat baik kepada sesama.


Cantik tidak harus mahal.

Cantik tidak harus dengan mengubah ciptaan Tuhan.
Setiap wanita sudah tercipta dalam keadaan cantik.
Oleh sebab itu, tugas seorang wanita adalah merawat kecantikan alami dan mensyukuri pemberian Tuhan kepadanya.

Sumber : www.anneahira.com

Rabu, 17 November 2010

KEUTAMAAN BULAN DZULHIJJAH

10 Hari Pertama Dzulhijjah, Qur’ban, dan Hari Raya ‘Idul ‘ Adh-ha oleh : Fadhilatusy Syaikh Al-’Allamah Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah

KEUTAMAAN BULAN DZULHIJJAH

10 Hari Pertama Dzulhijjah, Qur'ban, dan Hari Raya 'Idul ' Adh-ha oleh : Fadhilatusy Syaikh Al-'Allamah Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah


Sesungguhnya di antara keutamaan dan karunia yang Allah berikan kepada makhluk-Nya adalah dijadikannya musim (masa-masa tertentu) bagi hamba-hamba-Nya yang shalih untuk memperbanyak amal shalih di dalamnya.

Di antara musim (masa- masa) tersebut adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah :

1. Allah Ta'ala berfirman: "Demi fajar, dan malam yang sepuluh." (Al-Fajr: 1-2)
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Yang dimaksud dengan malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu ' Abbas, Ibnu Az-Zubair, Mujahid, dan yang lainnya. Diriwayatkan oleh Al- Imam Al-Bukhari."

2. Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu ' anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر. قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجلٌ خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء. "Tidak ada hari-hari di mana amalan shalih yang dikerjakan di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari ini.
Para shahabat bertanya: Termasuk pula jihad fi sabilillah?
Beliau bersabda: Ya, termasuk pula jihad fi sabilillah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya dan tidak kembali darinya sedikit pun." (HR. Al-Bukhari, Abu Dawud, At-Tirmidzi. Lafazh ini adalah lafazh Abu Dawud)

3. Allah ta'ala berfirman: وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ. "Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan." (Al Hajj: 28)
Ibnu 'Abbas berkata: "(Yakni) sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah." (Tafsir Ibni Katsir).

4. Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu ' anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ما من أيام أعظم عند الله سبحانه ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر؛ فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد. "Tidak ada hari yang lebih agung dan lebih dicintai di sisi Allah subhanahu wata'ala jika amalan shalih dikerjakan di dalamnya daripada sepuluh hari ini, maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari tersebut." (HR. Ahmad)

5. Sa'id bin Jubair rahimahumullah -dan beliau yang meriwayatkan hadits Ibnu ' Abbas (poin no. 2) di atas- ketika telah memasuki sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, beliau sangat bersungguh- sungguh untuk beribadah sampai- sampai hampir beliau tidak mampu untuk mengerjakannya. (HR. Ad-Darimi)

6. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari berkata: "Dan yang tampak dari sebab diistimewakannya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah karena waktu tersebut merupakan tempat berkumpulnya (dan ditunaikannya) induk dari berbagai macam ibadah, yaitu shalat, puasa, shadaqah, dan haji. Itu semua tidak terjadi pada waktu yang lain."

Amalan Yang Disunnahkan Untuk Dikerjakan Pada 10 Hari Pertama Dzulhijjah
1. Shalat Disunnahkan untuk bersegera menunaikan (shalat) fardhu dan memperbanyak yang sunnah, karena ini adalah termasuk amalan yang paling afdhal untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Shahabat Tsauban radhiyallahu 'anhu berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: عليك بكثرة السجود لله، فإنك لا تسجد لله سجدة إلا رفعك الله بها درجة، وحطَّ عنك بها خطيئة. "Wajib atas kamu untuk memperbanyak sujud kepada Allah, karena seseunnguhnya tidaklah kamu bersujud kepada Allah sekali saja melainkan Allah akan mengangkat satu derajatmu dan Allah akan menghapus satu kesalahan darimu." (HR. Muslim). Dan ini (bersujud) mencakup semua waktu, kapan pun dilaksanakan.

2. Puasa Karena puasa termasuk dalam keumuman amal shalih (yang disunnahkan untuk diperbanyak pada hari-hari itu).

Dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari sebagian istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia berkata: كان رسول الله يصوم تسع ذي الحجة، ويوم عاشوراء، وثلاثة أيام من كل شهر. "Dahulu Rasulullah berpuasa pada hari kesembilan bulan Dzulhijjah, dan hari ' asyura' (tanggal sepuluh Muharram), dan tiga hari pada setiap bulannya." ( HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An Nasa'i).

Al-Imam An-Nawawi mengatakan tentang puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah bahwa itu adalah amalan yang sangat disenangi (disunnahkan).

3. Takbir, Tahlil, Tahmid Berdasarkan hadits dari Ibnu 'Umar yang telah disebutkan di atas: فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد. "Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari tersebut."
Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata: "Ðahulu Ibnu 'Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma keluar menuju pasar pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan bertakbir, kemudian orang-orang pun juga ikut bertakbir ketika mendengar takbir keduanya." Beliau (Al-Imam Al-Bukhari) juga berkata: "Dan 'Umar dahulu bertakbir di kubahnya di Mina, maka kemudian orang-orang yang berada di dalam masjid mendengarnya dan mereka pun ikut bertakbir, dan orang-orang yang berada di pasar pun juga ikut bertakbir sampai-sampai Mina bergetar disebabkan suara takbir mereka." Dan Ibnu 'Umar dahulu bertakbir di Mina pada hari-hari tersebut, dan juga bertakbir setiap selesai mengerjakan shalat, bertakbir ketika berada di atas ranjangnya, di dalam kemahnya, di majelisnya, dan di setiap perjalanannya pada hari-hari tersebut.

Dan disenangi (disunnahkan) untuk mengeraskan bacaan takbir sebagaimana yang dilakukan Umar, anaknya (yakni Ibnu 'Umar), dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhum.

Sudah sepantasnya bagi kita kaum muslimin untuk menghidupkan kembali sunnah tersebut yang sudah hilang pada zaman ini dan hampir dilupakan bahkan oleh ahlu ash shalah wal khair (orang-orang yang memiliki kebaikan dan keutamaan) sekalipun.

Dan yang memprihatinkan adalah apa yang terjadi sekarang justru menyelisihi amaliyah yang biasa dilakukan as salafush shalih.

Lafazh Takbir Ada tiga lafazh, Pertama : الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر كبيراً. Kedua : الله أكبر. الله أكبر. لا إله إلا الله. والله أكبر. الله أكبر ولله الحمد. Ketiga : الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. لا إله إلا الله. والله أكبر. الله أكبر. الله أكبر ولله الحمد. 4.


Puasa hari Arafah Puasa pada hari Arafah sangat ditekankan berdasarkan sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam tentang puasa hari Arafah: أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده. "Aku berharap kepada Allah untuk menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya." (HR. Muslim) .


Beliau juga bersabda ketika ditanya tentang puasa 'Arafah : يكفر السنة الماضية والباقية "(Puasa Arafah tersebut) menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan yang akan datang." (HR. Muslim) Akan tetapi barangsiapa yang berada di Arafah -yakni sedang beribadah haji-, maka tidak disunnahkan baginya berpuasa karena Nabi shallallahu ' alaihi wasallam melakukan wuquf di Arafah dalam keadaan berbuka (tidak berpuasa).

Keutamaan Hari Nahr [1 ]
Kebanyakan kaum muslimin melalaikan hari ini, kebanyakan kaum mukminin pun lalai dari kemuliaan dan keutamaannya yang sangat besar, banyak, dan melimpah pada hari tersebut.
Demikianlah, padahal sebagian 'ulama berpendapat bahwa hari itu adalah hari yang paling afdhal (utama) dalam setahun secara mutlak termasuk juga (lebih afdhal daripada) hari Arafah.

Ibnul Qayyim rahimahumullah berkata: " Sebaik-baik hari di sisi Allah adalah hari Nahr, dan dia adalah hari Haji Akbar." Sebagaimana yang disebutkan dalam Sunan Abi Dawud dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: إن أعظم الأيام عند الله يوم النحر، ثم يوم القرِّ. "Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari Nahr, kemudian hari Al Qarr."
Hari Al Qarr adalah hari ketika berada di Mina, yaitu hari ke-11 ( bulan Dzulhijjah).

Pendapat lain mengatakan bahwa hari Arafah afdhal (lebih utama) daripada hari Nahr, karena puasa yang dikerjakan pada hari itu akan menghapus kesalahan yang dilakukan selama dua tahun (setahun sebelumnya dan setahun setelahnya), dan tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba dari Neraka lebih banyak daripada pada hari Arafah, dan juga karena Allah subhanahu wata' ala akan mendekat kepada hamba- hamba-Nya pada hari itu kemudian Allah akan membanggakan orang- orang yang wuquf di hadapan para malaikat.

Yang benar adalah pendapat pertama, karena hadits yang menunjukkan hal tersebut tidak ada satu dalil pun yang menyelisihinya.
Sama saja apakah yang afdhal (lebih utama) itu hari Nahr atau hari Arafah, maka setiap muslim hendaknya bersemangat, baik dia sedang berhaji maupun sedang mukim (tidak berhaji) untuk meraih keutamaannya dan memanfaatkan kesempatan pada hari itu (untuk banyak melakukan amalan kebajikan).

Bagaimana Menyambut Musim (masa- masa) yang Penuh Kebaikan?
1. Sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk menyambut setiap musim (masa-masa) yang penuh kebaikan dengan taubat yang jujur dan sebenar-benarnya, dengan meninggalkan segala bentuk perbuatan dosa dan maksiat karena sesungguhnya dosa-dosa itu akan menyebabkan seseorang diharamkan dari keutamaan Rabbnya dan akan menghalangi hati dari Penolongnya ( Allah ta'ala).

2. Demikian pula hendaknya musim ( masa-masa) yang penuh kebaikan itu disambut dengan tekad yang jujur dan kesungguhan untuk memanfaatkan masa tersebut dengan menjalankan amalan yang bisa mendatangkan ridha Allah 'Azza wa Jalla.
Barangsiapa yang jujur kepada Allah, maka Allah akan membenarkannya. وَالَّذِينَ جَاهَدُواْ فِينَا لَنَهدِيَنَّهُمّ سُبُلَنَا. Dan orang-orang yang berjihad untuk ( mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. (Al-'Ankabut: 69)

Wahai saudaraku muslim, bersemangatlah untuk memanfaatkan kesempatan ini sebelum lewat darimu, yang akan menyebabkan kamu menyesal, tidak ada waktu untuk menyesal. Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq kepadaku dan kepada kamu untuk bisa memanfaatkan musim (masa-masa) yang penuh kebaikan ini, dan kami memohon kepada-Nya pertolongan agar bisa menjalankan ketaatan dan bagusnya ibadah kepada-Nya pada masa tersebut.

Sekelumit Hukum-Hukum terkait dengan Al-Udh-hiyah (Qurban) dan Pensyari'atannya

Al-Udh-hiyah adalah hewan ternak yang disembelih pada hari-hari Adh-ha disebabkan adanya 'Id (Hari Raya), dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah 'azza wajalla. Amalan ini merupakan salah satu bentuk ibadah yang disyari'atkan dalam Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa 'ala alihi wasallam, dan ijma' (kesepakatan) kaum muslimin. Adapun dalam Kitabullah, Allah ta'ala berfirman: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. "Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berqurbanlah." (Al- Kautsar: 2) Dan firman-Nya: قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ. "Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, sesembelihanku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri ( kepada Allah)." (Al-An'am: 162-163) Waktu Pelaksanaan Al-Udh-hiyah Al-Udh-hiyah adalah ibadah yang tertentu waktunya, bagaimanapun kondisinya tidak boleh dilaksanakan sebelum waktunya, dan tidak boleh pula dilaksanakan setelah keluar dari waktunya, kecuali jika mengakhirkannya dalam rangka mengqadha' disebabkan 'udzur tertentu.
Awal waktu pelaksanaannya adalah setelah shalat 'Id bagi yang mengerjakan shalat 'Id, seperti orang- orang yang tinggal di daerahnya (tidak dalam keadaan safar).
Atau juga dilaksanakan setelah ada kesempatan bagi orang-orang yang tidak mengerjakan shalat 'Id, seperti musafir dan penduduk yang tinggal di pedalaman (Badui).

Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat ('Id) maka hewan yang disembelih tadi adalah hewan sembelihan biasa, bukan termasuk Udh-hiyah dan wajib untuk menyembelih lagi dengan tata cara yang sama setelah shalat sebagai penggantinya, hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al- Bukhari dari Al-Barra' bin Azib radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: من ذبح قبل الصلاة فإنما هو لحم قدمه لأهله ، وليس من النسك في شيء. "Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat, maka sesungguhnya itu hanya daging sembelihan biasa yang disuguhkan untuk keluarganya saja, dan bukan termasuk nusuk ( sembelihan qurban) sedikitpun." ( Ahmad dan Ibnu Majah)

Dan diriwayatkan pula oleh Al-Bukhari dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ومن ذبح بعد الصلاة فقد تم نسكه ، وأصاب سنة المسلمين. "Dan barangsiapa yang menyembelih setelah shalat, maka sempurnalah nusuk (ibadah qurban)nya dan mencocoki sunnah kaum muslimin."

Jenis (Keadaan) Hewan Yang Layak dan Memenuhi Kriteria Untuk Dijadikan Hewan Qurban

Hewan yang dijadikan qurban adalah dari jenis hewan ternak saja, berdasarkan firman Allah ta'ala: وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكاً لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأَنْعَامِ. "Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari'atkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka." (Al- Hajj: 34).

Hewan ternak yang dimaksud di sini adalah unta, sapi, kambing baik dari jenis dha'n (domba) maupun ma'z ( kambing jawa).

Demikain yang dinyatakan Ibnu Katsir, dan beliau berkata: "Ini adalah pendapat Al-Hasan, Qatadah, dan yang lainnya.

Ibnu Jarir berkata: Demikian juga jenis seperti inilah yang dimaksud di kalangan orang Arab." -selesai penukilan-.

Dan juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: لا تذبحوا إلا مسنة إلا أن تعسر عليكم فتذبحوا جذعة من الضأن. "Janganlah kalian menyembelih ( hewan qurban) kecuali musinnah.

Kecuali jika kalian kesulitan mendapatkannya, maka dibolehkan bagi kalian untuk menyembelih jadza' ah (yang berumur muda) dari jenis dha' n." (HR. Muslim) Musinnah adalah Tsaniyah.

Tsaniyah pada Unta adalah unta yang genap berumur lima tahun.

Tsaniyah pada Sapi adalah sapi yang genap berumur dua tahun.

Tsaniyah pada Kambing ( baik dari jenis dha'n maupun ma'z) adalah yang genap berumur satu tahun.

Adapun jadza' dari jenis dha'n adalah yang genap berumur setengah tahun.

Dan juga karena Udh-hiyah adalah merupakan ibadah sebagaimana Hadyu (sesembelihan yang dilakukan jama'ah haji), sehingga amalan ini tidak disyari' atkan kecuali dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Tidak pernah dinukilkan dari beliau bahwa beliau menyembelih untuk hadyu maupun qurban dari selain unta, sapi, dan kambing.

Yang paling afdhal (utama) adalah unta, kemudian sapi, kemudian dha'n ( domba), kemudian ma'z (Kambing Jawa), kemudian sepertujuh dari unta, dan kemudian sepertujuh dari sapi. Dan yang paling afdhal dari itu semua adalah yang paling gemuk, banyak dagingnya, sempurna fisiknya, dan bagus dipandang.

Dalam Shahih Al- Bukhari dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يضحي بكبشين أقرنين أملحين. "Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dahulu berqurban dengan menyembelih dua kambing kibasy yang bertanduk dan amlah."
Amlah adalah yang warna putihnya bercampur dengan hitam.


Keadaan Hewan Qurban yang Harus Dihindari

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya: "Hewan qurban yang bagaimana yang hendaknya dihindari?" Maka beliau memberikan isyarat dengan tangannya dan bersabda: أربعا : العرجاء البين ظلعها ، والعوراء البين عورها ، والمريضة البين مرضها ، والعجفاء التي لا تنقي. "Ada empat, yaitu
(1) yang pincang dan jelas pincangnya,
(2) yang rusak matanya dan jelas kerusakannya,
(3) yang sakit dan jelas sakitnya, dan
(4) yang kurus dan tidak bersumsum." (HR. Abu Dawud no. 2802 , At-Tirmidzi no. 1502 , Ibnu Majah no. 3144 dengan sanad yang dishahihkan oleh An- Nawawi rahimahullahu dalam Al- Majmu' 8/227. )

Pada riwayat At-Tirmidzi disebutkan Al-' Ajfa' (yang kurus), dan dalam riwayat An-Nasa'i disebutkan pengganti dari lafazh Al-Kasir (yang lemah).

Keempat keadaan ini telah disebutkan secara nash tentang larangannya dan belum memenuhi kriteria untuk dijadikan hewan qurban, yaitu:
1. Yang rusak matanya dan jelas kerusakannya, yaitu yang matanya cekung ataupun cembung. Jika hewan tadi tidak bisa melihat dengan matanya akan tetapi kerusakannya tidak nampak jelas, maka itu masih memenuhi kriteria. Akan tetapi jika selamat ( sehat) dari kelainan tersebut, maka itu lebih baik.

2. Yang sakit dan jelas sakitnya, yaitu yang nampak pengaruh sakitnya pada hewan tersebut, seperti demam yang menghalanginya dari gembalaan (tidak bisa digembalakan), dan juga seperti kudis yang parah dan bisa merusak daging atau berpengaruh terhadap kesehatannya, atau yang semisalnya dari penyakit yang dianggap oleh orang-orang sebagai penyakit yang nyata. Jika pada hewan ada sifat malas atau tubuhnya lemah yang tidak menghalangi dari gembalaan (bisa digembalakan) dan dimakan, maka ini sudah mencukupi kriteria, akan tetapi jika dipilih hewan yang kondisinya lebih segar, maka itu lebih baik.


3. Yang pincang dan jelas pincangnya, yaitu yang tidak mampu berjalan bersama hewan-hewan lain yang sehat (sehingga selalu tertinggal). Jika hewan tersebut mengalami kepincangan yang ringan dan tidak menghalanginya dari berjalan bersama hewan-hewan yang lain (bisa berjalan normal seperti yang lainnya), maka ini sudah mencukupi kriteria, akan tetapi memilih hewan yang lebih sehat (tidak ada kepincangan padanya) itu lebih baik.

4. Yang lemah atau kurus tidak bersumsum, jika hewan tersebut kurus atau lemah tetapi masih ada sumsumnya, maka ini sudah mencukupi. Kecuali jika hewan tersebut mengalami kepincangan yang sangat jelas. Akan tetapi hewan yang gemuk dan sehat itu lebih baik.

Inilah empat keadaan hewan yang secara nash disebutkan dalam hadits tersebut tentang larangan menjadikannya sebagai hewan qurban.


Para ulama juga berpendapat demikian. Al-Imam Ibnu Qudamah Al- Maqdisi dalam kitab Al-Mughni mengatakan: "Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat tentang tidak terpenuhinya kriteria binatang yang demikian kondisinya sebagai hewan qurban." -Selesai penukilan-.

Termasuk juga hewan yang tidak boleh dijadikan qurban adalah jika kondisinya semakna (seperti) dengan empat keadaan di atas atau bahkan yang lebih parah dari itu.
Masuk dalam kategori ini adalah:
1. Yang mengalami kebutaan, yaitu yang tidak bisa melihat dengan matanya.
Hewan ini lebih layak untuk tidak memenuhi kriteria hewan qurban, karena kondisinya lebih parah daripada hewan "yang rusak matanya dan jelas kerusakannya."
Adapun hewan yang menderita rabun senja, yakni bisa melihat hanya pada waktu siang dan tidak bisa melihat pada malam hari, maka madzhab Asy- Syafi'i menyatakan bahwa itu sudah mencukupi kriteria, karena yang demikian tidak tergolong hewan "yang rusak matanya dan jelas kerusakannya", dan tidak pula termasuk yang buta terus menerus sehingga mempengaruhi penggembalaan dan perkembangbiakannya.
Akan tetapi hewan yang tidak menderita seperti itu lebih baik.

2. Yang mengalami sakit pencernaan, sampai dia bisa membuang kotorannya (berak).
Karena penyakit pada pencernaan itu akan menimbulkan bahaya seperti penyakit yang nyata.
Jika dia berhasil membuang kotorannya (berak), maka hilanglah kondisi kritis pada hewan tersebut dan sudah bisa mencukupi kriteria untuk dijadikan hewan qurban jika tidak terjadi dengannya penyakit yang jelas.

3. Hewan yang mau melahirkan sampai dia selamat (ketika melahirkan), karena kondisi seperti ini sangat berbahaya, terkadang bisa memutus kehidupannya (mati) sehingga diserupakan dengan penyakit yang nyata.
Bisa saja hewan tersebut memenuhi kriteri untuk dijadikan hewan qurban jika melahirkan itu memang menjadi kebiasaan baginya dan tidak mengalami masa yang membuat dagingnya berubah dan rusak.

4. Hewan yang mengalami sesuatu yang menyebabkan kematian seperti tercekik, terpukul, jatuh, ditanduk, dan diterkam binatang buas. Karena yang demikian kondisinya itu lebih pantas untuk tidak mencukupi kriteria sebagai hewan qurban daripada hewan "yang menderita sakit yang jelas sakitnya" dan hewan "yang pincang dan jelas kepincangannya."

5. Az-Zumna, yaitu hewan yang lemah tidak mampu berjalan karena penyakit tertentu, ini lebih pantas untuk tidak mencukupi kriteria sebagai hewan qurban daripada hewan "yang pincang dan jelas kepincangannya."
Adapun hewan yang lemah tidak mampu berjalan karena kegemukan, maka madzhab Malikiyah meyatakan hal itu sudah mencukupi karena tidak adanya penyakit pada hewan tersebut dan tidak ada cacat pada tubuhnya.

6. Hewan yang terpotong salah satu tangan atau kakinya, karena ini juga lebih pantas untuk tidak mencukupi kriteria sebagai hewan qurban daripada "yang pincang dan jelas kepincangannya." Dan juga karena telah hilang bagian yang vital dari tubuhnya sehingga diserupakan dengan hewan yang terpotong ekornya.

Inilah di antara cacat yang menghalangi terpenuhinya kriteria ideal hewan qurban, yaitu ada sepuluh, empat di antaranya telah disebutkan secara nash dan yang enam adalah dengan qiyas.

Jika didapati salah satu dari keadaan-keadaan (cacat) tersebut pada hewan ternak, maka tidak boleh berqurban dengannya karena tidak terpenuhinya salah satu syarat yaitu selamat (sehat) dari cacat yang bisa menghalangi terpenuhinya kriteria ideal hewan qurban.

Apakah Boleh Berqurban Atas Nama Mayit (Orang yang Sudah Meninggal Dunia)?

Pada asalnya berqurban itu disyari' atkan terhadap orang-orang yang masih hidup sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para shahabatnya dahulu berqurban untuk diri mereka sendiri dan keluarganya.
Adapun permasalahan yang diyakini sebagian orang awam yaitu pengkhususan qurban untuk orang yang sudah meninggal, maka ini tidak ada dasarnya dalam syari'at ini.


Berqurban atas nama orang yang sudah meninggal ada tiga macam:

1. Berqurban atas nama orang yang sudah mati tetapi sifatnya hanya mengikuti yang masih hidup, seperti seseorang berqurban atas nama dirinya sendiri dan keluarganya, dan dia meniatkan keluarga yang dimaksud di sini adalah yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Dasar dari amalan ini adalah qurban yang dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau berqurban atas nama diri beliau sendiri dan keluarganya, dan di antara anggota keluarganya ada yang sudah meninggal sebelumnya.

2. Berqurban atas nama mayit dalam rangka menjalankan wasiatnya.
Dasar dari amalan ini adalah firman Allah ta' ala: فَمَن بَدَّلَهُ بَعدَمَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَا إِثمُهُ عَلَى الَّذِينَ يُبَدِلُونَهُ إِنَّ اللهَ سَمِيع عَلِيمٌ. "Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al Baqarah: 181)

3. Berqurban atas nama mayit dalam rangka shadaqah yang terpisah (berdiri sendiri) dari yang masih hidup, maka ini diperbolehkan.

Para ulama madzhab Al-Hanabilah menyatakan bahwa pahalanya akan sampai kepada si mayit dan bisa memberikan manfaat baginya, atas dasar qiyas dengan amalan shadaqah atas nama dia. Akan tetapi kami tidak memandang bahwa pengkhususan qurban atas nama orang yang sudah meninggal itu merupakan sunnah (tuntutan Nabi), karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah mengkhususkan berqurban atas nama seorang pun dari orang-orang yang sudah meninggal. Tidak pernah beliau berqurban atas nama paman beliau, Hamzah, padahal dia adalah salah seorang kerabat yang paling mulia di sisi beliau. Dan tidak pula beliau berqurban atas nama anak- anaknya yang telah meninggal ketika beliau masih hidup, tiga anak perempuan yang telah menikah dan tiga anak laki-laki yang masih kecil. Dan tidak pula beliau berqurban atas nama istri beliau, Khadijah padahal beliau adalah salah seorang istri yang paling beliau cintai. Dan tidak pernah pula disebutkan dari para shahabat pada zamannya, bahwa salah seorang dari mereka berqurban atas nama seseorang yang sudah meninggal. Dan kami juga melihat di antara kesalahan yang dilakukan sebagian orang adalah mereka berqurban ( menyembelih hewan) atas nama orang yang telah meninggal pada awal tahun kematiannya yang mereka namakan dengan Udh-hiyatul Hufrah.
Mereka berkeyakinan bahwa tidak boleh bagi seorang pun untuk bersama-sama dalam meraih pahala dengan si mayit tersebut. Atau mereka berqurban dari harta orang yang sudah meninggal dalam rangka shadaqah ataupun menjalankan wasiatnya, dan tidak berqurban atas nama diri sendiri dan keluarganya.

Kalau seandainya mereka mengetahui bahwa seseorang jika berqurban dari hartanya sendiri atas nama diri dan keluarganya baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, maka mereka tidak akan meninggalkan yang seperti ini untuk berpaling kepada amalan mereka ( sebelumnya) tersebut.

Hal-Hal Yang Harus Dijauhi Oleh Seseorang Yang Hendak Berqurban Jika seseorang hendak berqurban dan telah memasuki bulan Dzulhijjah - baik dengan cara ru'yatul hilal maupun menyempurnakan bulan Dzulqa'dah menjadi 30 hari - maka diharamkan baginya untuk mengambil (memotong) sedikitpun dari rambut, kuku, dan kulitnya sampai dia benar-benar telah menyembelih hewan qurbannya.
Berdasarkan hadits Ummu Salamah radhiyallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: إذا دخلت العشر وأراد أحدكم أن يضحي فليمسك عن شعره وأظفاره. Jika telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan salah seorang dari kalian hendak menyembelih hewan qurban, maka tahanlah (tidak memotong) dari rambut dan kukunya." (HR. Ahmad dan Muslim)

Dan dalam lafazh yang lain: فلا يمسَّ من شعره ولا بشره شيئاً حتى يضحي. Maka janganlah menyentuh ( mengambil) rambut dan kulitnya sedikitpun sampai dia melaksanakan qurbannya."

Dan jika niat untuk berqurban itu muncul di pertengahan sepuluh hari tersebut, maka hendaknya dia menahan diri (untuk tidak mengambil/ memotong rambut, kuku, dan kulitnya) mulai saat itu juga, dan dia tidak berdosa jika pernah mengambil/ memotongnya ketika sebelum berniat.

Hikmah larangan ini adalah bahwasamya seorang yang berqurban, yang berarti dia turut serta bersama jama'ah haji dalam melakukan sebagian amaliah manasik - yaitu dalam bentuk menyembelih hewan qurban - maka dia pun juga harus turut serta (dengan para jama'ah haji) dalam hal sebagian kekhususan ( keadaan ketika) ihram, berupa menahan diri (tidak mengambil/ memotong) rambut dan yang semisalnya.

Atas dasar ini, maka dibolehkan bagi keluarga orang yang hendak berqurban untuk mengambil/ memotong rambut, kuku, dan kulitnya pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah tersebut.

Hukum ini khusus berlaku bagi orang yang hendak berqurban.

Adapun bagi Al-Mudhahha 'Anhu (pihak yang diatasnamakan padanya qurban), maka tidak ada kaitannya sama sekali dengan hukum tersebut karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: وأراد أحدكم أن يضحي… "Dan salah seorang dari kalian hendak menyembelih hewan qurban …" Dan tidak mengatakan: "… ataupun juga bagi yang diatasnamakan padanya qurban." Di samping itu juga karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dahulu pernah berqurban dengan mengatasnamakan keluarganya, namun tidak pernah dinukilkan dari beliau bahwa beliau memerintahkan mereka (keluarganya) untuk menahan diri (tidak mengambil/memotong) itu semua.
Dan jika orang yang hendak berqurban mengambil/memotong sedikit saja dari rambut, kuku, ataupun kulitnya, maka wajib atas dia untuk bertaubat kepada Allah ta'ala dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

Tidak diwajibkan bagi dia untuk membayar kaffarah, dan tidak pula menghalangi dia untuk menyembelih hewan qurbannya sebagaimana yang disangka oleh sebagian orang awam [2 ].

Dan jika mengambil/memotongnya itu disebabkan lupa atau tidak mengerti hukumnya, atau karena rambut tersebut rontok tanpa disengaja, maka tidak ada dosa baginya.

Dan jika memang benar-benar sangat diperlukan untuk mengambil/ memotongnya (karena darurat), maka yang demikian diperbolehkan baginya dan tidak terkenai tanggungan (dosa) sedikitpun, misalnya ketika kukunya patah yang menyebabkan gangguan padanya, sehingga dia harus memotongnya, ataupun rambutnya terurai ke bawah sampai mengenai kedua matanya sehingga dia harus menghilangkannya, dan juga karena sangat dibutuhkan untuk pengobatan luka dan yang semisalnya.

Beberapa Hukum Dan Adab Terkait Dengan Hari Raya 'Idul Adh-ha Yang Penuh Barakah Ini Saudaraku muslim, segala bentuk kebaikan adalah dengan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam semua aspek kehidupan kita.

Dan segala bentuk kejelekan adalah dengan menyelisihi petunjuk Nabi kita.

Oleh karena itulah kami bermaksud untuk menyebutkan kepada anda sebagian perkara yang disunnahkan untuk diamalkan ataupun diucapkan pada malam idul Adh-ha yang penuh barakah, hari Nahr ( tanggal 10) , dan tiga hari-hari Tasyriq ( tanggal 11 , 12 , 13).

Dan perkara- perkara tersebut telah kami ringkas dalam beberapa poin berikut :

Takbir Disyari'atkan untuk mengumandangkan takbir sejak waktu fajar pada hari ' Arafah (tanggal 9) sampai waktu 'Ashr pada hari Tasyriq yang terakhir yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Allah Ta'ala berfirman: وَاذكُرُواْ اللهَ فِي أَيَامٍ مَعدُودَاتٍ. "Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang." (Al Baqarah: 203) Dan lafazh Takbir adalah: الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر الله أكبر ولله الحمد Dan disunnahkan untuk mengeraskannya bagi laki-laki, baik di masjid-masjid, pasar-pasar, rumah- rumah, dan setiap selesai shalat dalam rangka memperlihatkan keagungan Allah dan menampakkan ibadah dan rasa syukur kepada-Nya.

Menyembelih Hewan Qurban.
Dilakukan setelah pelaksanaan Shalat ' Id, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: من ذبح قبل أن يصلي فليعد مكانها أخرى، ومن لم يذبح فليذبح. "Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat 'Id, maka hendaklah dia menggantinya dengan yang lain, dan barangsiapa yang belum menyembelih (setelah shalat 'Id), maka lakukanlah penyebelihan." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dan waktu penyembelihan itu ada empat hari :
hari Nahr (tanggal 10) dan tiga hari-hari Tasyriq (11 , 12 , 13) , berdasarkan sabda Nabi shallallahu ' alaihi wasallam: كل أيام التشريق ذبح. "Semua hari-hari tasyriq adalah (waktu) penyembelihan." (HR. Ahmad. Lihat As- Silsilah Ash-Shahihah no. 2476)

Mandi, Memakai Wewangian dan Memakai Baju Paling Bagus Bagi Laki- Laki tanpa berlebihan dan tidak isbal ( Memanjangkan kain celana/sarung sampai melebihi mata kaki) Dan tidak pula memotong jenggot karena ini semua adalah sesuatu yang diharamkan.

Adapun kaum wanita, maka disyari' atkan baginya untuk keluar ke mushalla 'id tanpa tabarruj (berhias) dan memakai wewangian.

Tidak sah jika melakukan ketaatan kepada Allah dan melakukan shalat, tetapi pada saat yang bersamaan bermaksiat kepada-Nya dengan melakukan tabarruj, tidak memakai hijab (cadar), dan memakai wewangian di hadapan laki-laki.

Makan Dari Hewan Sembelihan Dahulu
Rasulullah tidak makan sampai beliau pulang dari mushalla (tempat shalat 'Id) dan kemudian memakan daging sembelihannya. (Zadul Ma'ad I/ 441)

Pergi ke Mushalla (Tempat Shalat) 'Id dengan Berjalan Kaki, jika mudah baginya.

Dan menurut sunnah adalah shalat 'id itu dilakukan di mushalla [3 ] kecuali jika di sana ada udzur seperti hujan, maka shalat di masjid berdasarkan amalan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Shalat 'Id Hukumnya Wajib, Adapun Menghadiri Khuthbah 'Id Hukumnya Sunnah.

Masalah yang ditarjihkan oleh para muhaqqiqun (peneliti) dari kalangan para 'ulama, seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, adalah bahwa shalat ' id itu hukumnya wajib, berdasarkan firman Allah ta'ala: فَصَلِّ لِرَبِكَ وَانحَر. "Maka Dirikanlah shalat tarena Rabbmu; dan berqurbanlah." (Al Kautsar: 2)

Dan kewajiban tersebut tidak akan gugur kecuali jika ada udzur.

Para wanita juga (diwajibkan) menghadiri shalat 'id bersama dengan kaum muslimin lainnya walaupun sedang mengalami haid maupun yang sedang berada dalam pingitan.

Akan tetapi para wanita haid diharuskan berada pada posisi yang terpisah dengan mushalla.

Melewati Jalan yang Berbeda (Jalan Berangkat Berbeda dengan Jalan Pulang)

Disunnahkan bagi anda untuk pergi ke mushalla 'id dengan melewati jalan tertentu dan ketika pulang dengan melewati jalan yang lain karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbuat yang demikian.

Mengucapkan Selamat Hari Raya, karena hal ini pernah dilakukan para shahabat Rasulullah.

Hati-Hati Dari Kesalahan Yang Sering Terjadi Pada Hari Raya

Berhati-hatilah wahai saudaraku muslim dari ketergelinciran kepada kesalahan yang banyak terjadi di tengah-tengah manusia, di antara kesalahan tersebut adalah:

1. Mengumandangkan takbir secara bersama-sama dengan satu suara ( serempak) atau mengulang-ulang takbir di belakang seorang yang mengumandangkannya.

2. Melakukan permainan pada hari 'id dengan sesuatu yang haram, seperti mendengarkan musik, menonton film, ikhthilat (bercampur baurnya laki-laki dan perempuan) yang bukan mahramnya, dan yang lainnya dari bentuk-bentuk kemungkaran.

3. Mengambil (menggunting) rambut dan memotong kuku walaupun sedikit sebelum menyembelih hewan qurbannya bagi yang akan berqurban karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang yang demikian.

4. Berlebihan dan boros (dalam menghamburkan harta) untuk sesuatu yang tidak ada manfaat dan mashlahatnya berdasarkan firman Allah ta'ala: وَلا تُسرِفُوا إِنّهُ لا يُحِبُّ المُسرِفِينَ. "Dan janganlah kalian berlebih- lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. " (Al An'am: 141)

Dan sebagai penutup, jangan lupa wahai saudaraku muslim untuk bersemangat dalam beramal kebajikan seperti silaturrahim, mengunjungi kerabat, meninggalkan sikap saling membenci, hasad, dan tidak suka kepada saudaranya, serta berupaya untuk membersihkan hati dari itu semua, menyantuni fakir miskin dan anak yatim, membantu mereka, dan berusaha menggembirakan mereka.

Kami memohon kepada Allah untuk memberikan taufiq-Nya kepada kita untuk beramal dengan amalan yang dicintai dan diridhai-Nya, dan agar Allah memberikan kepahaman terhadap agama kita, dan agar Allah menjadikan kita termasuk di antara hamba-hamba- Nya yang bisa beramal pada hari-hari ini -sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah- dengan amalan yang shalih dan ikhlas semata-mata mengharapkan wajah-Nya yang mulia. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Diambil dari Maqalat Wa Fatawa Wa Rasail Fadhilatusy Syaikh Al 'Allamah Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullahu ta'ala.
diterjemahkan oleh : Ust. Abu 'Abdillah Kediri dan Abu 'Amr Ahmad [1 ]
Tanggal 10 Dzulhijjah. [2 ] Sebagian orang awam berkeyakinan kalau orang yang hendak berqurban memotong rambut, kuku, maupun kulitnya pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, maka dia harus membatalkan niatnya untuk berqurban tersebut. Ini adalah keyakinan yang keliru. [3 ] Yakni selain masjid. Namun di luar masjid, berupa tanah yang lapang, kosong, dan luas yang diistilahkan mushalla. Biasanya terletak di pinggir desa/kampung.


(Sumber http://www.assalafy.org/ mahad/?p=397)