RIDLAH : CARI RIDHONYA ALLOH SWT & SYAFA'ATNYA NABI MUHAMMAD SAW. PENGUCAPMU PENGAMALANMU PADAKNO KARO KAREPE ATIMU
Selasa, 29 Maret 2016
Manfaat Mengingat Kematian
– Memendekkan angan-angan untuk lama tinggal di dunia yang fana ini,
kerana panjang angan-angan merupakan sebab paling besar lahirnya
kelalaian.
– Menjauhkan diri dari cinta dunia dan redha dengan yang sedikit.
– Menguatkan keinginan pada akhirat dan mengajak untuk berbuat ta'at.
– Meringankan seorang hamba dalam menghadapi ujian dunia.
– Mencegah kerakusan dan ketamakan terhadap nikmat duniawi.
– Mendorong untuk bertaubat dan muhasabah kesalahan masa lalu.
– Melembutkan hati, membuat mata menangis, memberi semangat untuk
mendalami agama dan menghapuskan keinginan hawa nafsu.
– Mengajak bersikap rendah hati (tawadhu'), tidak sombong, dan berlaku zalim.
– Mendorong sikap toleransi, mema'afkan teman dan menerima kesalahan
dan kelemahan orang lain.
KEMATIAN
Tapi merupakan fase baru bagi manusia sekaligus permulaan bagi
kehidupan yang sempurna di akhirat.
Umur seorang manusia dalam kehidupan dunia ini, walaupun panjang,
pasti akan berakhir.
Karena kehidupan yang kekal dan abadi hanya ada di akhirat kelak.
Setiap orang yang sudah mati dan rohnya sudah keluar dari jasad, maka
itu berarti 'kiamat' bagi orang tersebut.
Dia akan memulai awal perjalanannya ke alam akhirat yang termasuk alam ghaib.
Tidak mungkin akal manusia mengetahui dengan detail karakteristik alam
ghaib itu.
Sabtu, 26 Maret 2016
Tiga Tahun Sebelum Kemunculan Dajjal
"Sesungguhnya tiga tahun sebelum kemunculan Ad-Dajjal, di tahun pertama, langit menahan sepertiga air hujannya, bumi menahan sepertiga hasil tumbuhannya, dan di tahun kedua, langit menahan dua pertiga air hujannya, dan bumi juga menahan dua pertiga hasil tanamannya.
Pada tahun ketiga langit menahan seluruh yang ada padanya dan begitu pula bumi, sehingga binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan kuku." ("Kisah Dajjal"- Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani; Pustaka Imam Asy-Syafi'i; hlm. 92)
DAJJAL
Semoga Allah melindungi kita dari fitnah dan kerusakan Dajjal.
Semoga Allah melindungi kita dari terkaman mimpi-mimpi semu Dajjal yang membawa kita ke Neraka, tempat siksaan abadi yang mendera kaum kafir dan sesat.
Tak ada pelindung terkuat dan Maha Kuasa melainkan Allah.
Semoga kita tidak termasuk orang Islam yang tertipu dan lebih menggantungkan diri kepada Dajjal dan fitnah-fitnah Dajjal dibanding kepada Allah SWT.
Amin.
Rabu, 22 Juli 2015
Jumat, 29 Mei 2015
Minggu, 10 Mei 2015
Aqidah
adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikitpun
bagi orang yang meyakininya. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu
kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu. Aqidah Islam
merupakan syarat pokok menjadi seorang mukmin, dan merupakan syarat
sahnya semua amal kita. Untuk memperoleh aqidah yang lurus kita perlu
mempelajari dan memahami sifat-sifat Allah dan apa-apa yang disukai
dan dibenci Allah. Tanpa aqidah yang lurus maka amal ibadah kita tidak
diterima-Nya. Salah satu hal yang paling dibenci Allah SWT adalah
syirik, yaitu mensejajarkan diri-Nya dengan makhluk atau benda
ciptaan-Nya. Allah berfirman, "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan),
niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang yang
merugi" (QS, Az-Zumar: 65).
Aqidah adalah tauqifiyah, artinya tidak bisa ditetapkan kecuali dengan
dalil, dan tidak ada medan ijtihad atau berpendapat didalamnya.
Sumbernya hanya al-Qur'an dan as-Sunnah, sebab tidak ada yang lebih
mengetahui tentang sifat-sifat Allah selain Allah sendiri. Aqidah
Islamiyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah
SWT dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan ta'at
kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya,
Kitab-Kitab-Nya, hari akhir, taqdir baik dan buruk dan mengimani
seluruh apa-apa yang sudah shahih tentang Prinsip-Prinsip Agama
(Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang
menjadi ijma' (konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh
berita-berita qath'i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara
amaliyah yang telah ditetapkan menurut al-Qur-an dan as-Sunnah yang
shahih serta ijma' Salafush Shalih.
Begitu pentingnya aqidah dalam Islam, sehingga pelurusan aqidah adalah
dakwah yang pertama-tama dilakukan para rasul Allah, setelah itu baru
mereka mengajarkan perintah agama (syariat) yang lain. Didalam Al
Qur'an, surat Al-A'raf ayat 59, 65, 73 dan 85, tertulis beberapa kali
ajakan para nabi, "Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak
ada Tuhan selain-Nya". Dengan demikian ilmu Tauhid sebagai ilmu yang
menjelaskan aqidah yang lurus, merupakan ilmu pokok yang harus
dipahami sebaik mungkin oleh setiap umat Islam yang ingin memperdalam
ilmu agamanya. Tanpa aqidah yang benar seseorang akan terbenam dalam
keraguan dan berbagai prasangka, yang lama kelamaan akan menutup
pandangannya dan menjauhkannya dari jalan hidup kebahagiaan. Tanpa
aqidah yang lurus seseorang akan mudah dipengaruhi dan dibuat ragu
oleh berbagai informasi yang menyesatkan keimanan kita.



























