Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh _monggo pinarak ingkang sekeco_

Senin, 04 April 2011

Al-Hikam - Pendekatan Abdi pada Khaliqnya

1. Setengah dari tanda bahwa seorang itu bersandar diri pada kekuatan amal usahanya, yaitu berkurangnya pengharapan terhadap rahmat kurnia Allah ketika terjadi padanya suatu kesalahan/dosa.

 Kalimat : Laa ilaha illallah. 
Tidak ada Tuhan, berarti tidak ada tempat bersandar, berlindung, berharap kecuali Allah, tidak ada yang menghidupkan dan mematikan, tiada yang memberi dan menolak melainkan Allah.
 Dhohirnya syari`at menyuruh kita beramal, sedangkan hakikat syari`ah melarang kita menyandarkan diri pada amal usaha itu, supaya tetap bersandar pada kurnia rahmat Allah.

 Kalimat : Laa haula wala quwwata illa billahi.

 Tidak ada daya untuk mengelakkan diri dari bahaya kesalahan dan tidak ada kekuatan untuk berbuat amal kebaikan kecuali dengan bantuan pertolongan Allah dan kurnia rahmatNya semata-mata. 

Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah d

Al-Hikam - Pendekatan Abdi pada Khaliqnya

1. Setengah dari tanda bahwa seorang itu bersandar diri pada kekuatan amal usahanya, yaitu berkurangnya pengharapan terhadap rahmat kurnia Allah ketika terjadi padanya suatu kesalahan/dosa.

Kalimat : Laa ilaha illallah.
Tidak ada Tuhan, berarti tidak ada tempat bersandar, berlindung, berharap kecuali Allah, tidak ada yang menghidupkan dan mematikan, tiada yang memberi dan menolak melainkan Allah.
Dhohirnya syari`at menyuruh kita beramal, sedangkan hakikat syari`ah melarang kita menyandarkan diri pada amal usaha itu, supaya tetap bersandar pada kurnia rahmat Allah.

Kalimat : Laa haula wala quwwata illa billahi.

Tidak ada daya untuk mengelakkan diri dari bahaya kesalahan dan tidak ada kekuatan untuk berbuat amal kebaikan kecuali dengan bantuan pertolongan Allah dan kurnia rahmatNya semata-mata.

Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.
Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". (Yunus : 58).

Sedang bersandar pada amal usaha itu berarti lupa pada kurnia rahmat Allah yang memberi taufiq, hidayah kepadanya yang akhirnya pasti ia ujub , sombong, merasa sempurna diri, sebagaimana yang telah terjadi pada iblis ketika diperintah bersujud kepada Adam, ia berkata :

Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya (Adam), karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". (Shaad : 76).

Juga telah terjadi pada Qaarun ia berkata :
Karun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku". (Al-Qashash : 78).
Apabila kita dilarang menyekutukan Allah dengna berhala, batu, kayu, pohon, binatang dan manusia, maka janganlah menyekutukan Allah dengan kekuatan diri sendiri, seolah-olah merasa sudah cukup kuat dan dapat berdiri sendiri tanpa pertolongan Allah, tanpa rahmat, hidayah dan kurnia Allah.
Sedangkan kita harus bertauladan pada Nabi Sulaiman as. Ketika ia menerima ni`mat kurnia Allah, ketika mendapat istana ratu Balqis.
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip".

Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya).
Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (An Naml : 40).

Petunjuk Sumber : Buku Al-Hikam
Pendekatan Abdi pada Khaliqnya oleh Abul Fadhel Ahmad bin Muhammad bin Abdul Karim bin Abdurrahman bin Abdullah bin Ahmad bin Isa bin Al husain bin Atha`Allah Al iskandary.

Rabu, 30 Maret 2011

8 KATEGORI KECERDASAN MANUSIA

Tahukah anda bahwa setiap manusia mempunyai potensi yang berbeda - beda, hal ini didasarkan pada pola pendidikan dan lingkungan pembentuk .
Kali ini saya akan membahas delapan kategori kecerdasan manusia , mungkin anda telah banyak mendengar mengenai hal ini , namun kali ini saya akan menganalisis dari aspek berbeda dari biasanya dan tentunya akan menggugah anda.

1. Kecerdasan Linguistik
Kemampuan menggunakan kata secara efektif, lisan maupun tertulis.
Meliputi juga kemampuan memanipulasi tata bahasa atau struktur bahasa, bunyi bahasa makna sehingga peka terhadap kata kalimat, susunan, huruf, dan mampu menyusunnya dengan baik dan indah.
Orang dengan kecendrungan kecerdasan linguistik kebanyakan menjadi penulis , maupun wartawan .
Kemampuannya untuk mengekspresikan emosi dan perasaan menjadi susunan kata yang saling berkaitan tentunya akan menjadi nilai tambah bagi orang yang memiliki kecerdasan ini di dunia kerja.

2. Kecerdasan matematis-logis
Kemampuan menggunakan angka dengan baik, melakukan penalaran dengan benar, kepekaan pada pola dan hubungan antar hal, fungsi logis dan abstraksi lain.
Proses yang digunakan dalam kecerdasan ini antara lain kategorisasi (pengelompokan sesuatu), klasifikasi (pemisahan), pengambilan kesimpulan, generalisasi, penghitungan, dan pengujian hipotesisi.
Cocok buat kamu yang suka hitung-menghitung agak rumit dan senang dengan permainan angka.
Kecerdasan matematika ternyata bukan hanya pandai dalam hitung - hitungan , tapi lebih cenderung pada kemampuan menganalisis dan mengola sesuatu .
Biasanya orang - orang dengan kecerdasan ini bekerja di bidang perbankan , baik sebagai bankir maupun accountant.
Namun kebanyakan orang dengan tipe kecerdasan matematika rentan terhadap stress maupun depresi .

3. Kecerdasan Spasial
Kemampuan mempresepsikan dunia spasial-visual secara akurat, mentranformasikannya.
Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada warna, garis, bentuk, ruang, dan hubungan antar unsur itu, kemampuan membayangkan sesuatu, mempresentasi ken ide dengan cara visual, mengorientasikan diri secara tepat dalam matriks spasial.
Kamu suka menyesatkan diri saat jalan-jalan, tapi kamu selalu menemukan jalan.
Inilah kecerdasan kamu.
Orang dengan kemampuan ini sangat jarang , kebanyakan orang mempunyai kemampuan menganalisa seperti kecerdasan matematis , namun tidak dapat menemukan penyelesaiannya .
Orang dengan kecerdasan spasial inilah yang dibutuhkan , dimana mereka dapat menunjukkan pemecahan masalah .
Orang - orang seperti ini baik direkrut sebagai penasihat dalam pengambilan keputusan .
Orang - orang seperti ini biasanya senang untuk menjelajah dan mencari hal - hal yang baru sebagai pengalaman hidupnya.
Ditambah lagi dengan keterbukaan mereka tentunya membuatnya dapat dengan mudah bergaul di masyarakat , sehingga orang dengan berkepribadian spasial banyak dibutuhkan orang.

4. Kecerdasan kinestesis-jasmani
Kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide atau perasaan, keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu, kelenturan kakuatan,akan berhubungkan hal yang berkaitan dengan sentuhan.
Kalau kamu suka bikin pernak-penik, atau suka menghafalkan rumus fisika sambil senam.
Kecerdasan ini banyak dimiliki oleh para pencinta seni , dan olahragawan .
Kemampuan untuk menciptakan ataupun mengubah sesuatu merupakan keahlian mereka .
Mereka lebih suka untuk bergerak dibandingkan harus diam begitu saja.
Dari segi keuletan dan semangat kerja mereka jagonya.
Kebanyakan orang dengan kecerdasan ini dibutuhkan di bidang - bidang yang membutuhkan keakuratan dan kecepatan.

5. Kecerdasan musical
Kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal dengan cara membedakan, mengubah, kepekaan pada nada, irama, melodi.
Bisa dengan cepat menghafal lagu dan menggunakan musik untuk menghafal pelajaran.
Kecerdasan musikal seringkali disepelekan orang , bahkan banyak yang menganggap kecerdasan ini tidak berguna.
Namun jangan dipandang sebelah mata dulu , kemampuan ini juga mempunyai potensi untuk menjadi besar.
Hampir semua kecerdasan mempunyai kelemahan , utamanya dari perilaku emosional seseorang .
Namun orang dengan kecerdasan musikal ini jauh lebih tenang dalam bekerja .
Dengan kegemarannya mendengar musik, maka banyak dari mereka lebih relax dalam mengerjakan sesuatu dibanding orang lain.
Orang ini banyak dibutuhkan karena ketenangan dan kecermatannya dalam bekerja.

6. Kecerdasan intrepersonal
Kemampuan mempersepsikan dan membedakan suasana hati, maksud, motifasi, dan perasaan orang lain.
Kepekaan terhadap ekspresi wajah, reka,suara, kemampuan menanggapi secara efektif tanda-tanda tersebut dan mempengaruhi kelompok orang untuk melakukan tindakan tertentu.
nah, kalau ini bisa jadi tempat curhat yang baik.
Orang dengan kemampuan menginterpretasikan maksud dan kehendak orang ini amat diperlukan dalam bidang kerjasama dan relasi .
Kadangkala dalam suatu hal kita bingung untuk mengartikan sinyal - sinyal dari lawan bicara.
Namun dengan kemampuan intrepersonal maka hal tersebut bukan lagi halangan , bahkan orang - orang dengan kemampuan ini cenderung dapat memutarbalikkan perasaan hati lawan bicara .

7. Kecerdasan intrapersonal
Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak beradasarkan pemahaman tersebut.
Kepekaan tarhadap memahami diri sendiri, kesadaran atas suasana hati, kainginan, kemampuan berdisiplin diri, memahami, menghargai diri.
Seperti seniman gitu.
Orang dengan kemampuan ini bisa dibilang lebih banyak diam daripada bicara , seperti pepatah mengatakan 'Silent is Gold' , kebanyakan dari mereka hanya diam dan sulit untuk mengungkapkan hal - hal yang ia rasakan kepada orang lain.
Namun keunggulan dari mereka adalah kontrol emosi yang tinggi , sama halnya dengan pemilik kecerdasan musikal , orang dengan kemampuan intrapersonal ini lebih tenang.
Namun beberapa dari mereka memendam perasaan emosi mereka.

8. Kecerdasan naturalis
Keahlian mengenali dan mengategorikan spesies di lingkungan sekitar kepekaan pada fenomena alam, kemampuan membedakan benda tak hidup.
Kemampuan ini paling jarang dimiliki orang - orang , karena kemampuan ini seolah - olah merupakan kemampuan dari 'alam' .
Untuk mengidentifikasi orang dengan kemampuan ini pun cukup sulit , karena dalam masyarakat kebanyakan dari mereka berada di standar area.
Tidak ada yang khusus dari mereka dalam kehidupan sosial.
Cara satu - satrunya untuk mengetahui orang dengan kemampuan ini adalah mengajaknya ke Alam terbuka , atau kebun binatang.
Disinilah dapat dilihat kemampuan ia sebenarnya .
Kadangkala kita menyangka orang dengan kecerdasan naturalis adalah 'orang gila' karena dapat memahami alam dengan baik.
Kadang - kadang mereka berbicara dengan hewan atau tumbuhan , tapi itu bukanlah hal yang aneh bagi mereka , tapi aneh bagi kita yang melihatnya .

Nah termasuk yang manakah kecerdasan pikiran kita ?
Yang pasti kita mesti bersyukur karena di lengkapi kecerdasan akal yang kita tinggal memfungsikanya.

Anak Wayang

.
Anak Wayang
█〬▂▃▄▇█ █▇▄▃▂█〬
Mengembara memahami makna cinta
Mengurai kata di lautan jiwa
Dihadapanmu aku tak bisa berdusta
Mencintaimu adalah mencintai hidup
█〬▂▃▄▇█ █▇▄▃▂█〬
Anak wayang di ambang gamang
Berlayar di samudera telanjang
Membawa api menjelajahi cakrawala
Dimana air mata bukan lagi duka

Merindukanmu disaat hilang arah
Memelukmu lalu meninggalkanmu
Aku sudah basah aku pasrah
Mencintaimu adalah mencintai hidup
Aku bukan sedang berduka
Aku sedang menghadapi cinta
Aku sedang menghadapi prahara
Dimana air mata bukan lagi duka

█〬▂▃▄▇█ █▇▄▃▂█〬
█〬
█〬 ╱◥████◣
█〬 │ ∩ │田∩田│
█〬
█〬▂▃▄▇█ █▇▄▃▂█〬
mp3 oN.. Met pagi Fans Love nya OLEHTISME met aktivitas aj...
█〬▂▃▄▇█ █▇▄▃▂█〬

Menguasai diri sendiri saat emosi

○●•˚˚˚☹˚˚˚°◦.☺
Menguasai diri sendiri saat emosi marah tak terkontrol butuh teknik khusus.
○●•˚˚˚☹˚˚˚°◦.☺
Rasanya hampir setiap orang pernah berada dalam kondisi ini, ketika amarah sudah di ujung kepala, dan rasanya ingin meledak.
○●•˚˚˚☹˚˚˚°◦.☺
Jika terjadi ditempat kerja atau lagi di muka umum misalnya, reputasi Anda jadi taruhan atau setidaknya mempermalukan diri sendiri.
○●•˚˚˚☹˚˚˚°◦.☺
Simak langkah-langkah ringkas untuk mengontrol emosi:
○●•˚˚˚☹˚˚˚°◦.☺
1. Tenangkan diri dengan mengatur pernafasan Tarik nafas lebih dalam perlahan, sambil ulangi kata "tenang".
Lakukan tahap ini terus-menerus untuk membuat diri Anda lebih tenang.
Jangan katakan apa pun kecuali pengulangan kata "tenang" (ucapkan perlahan).
Fokus pada gerakan menarik nafas untuk menenangkan diri seperti meditasi, dan jangan lakukan kegiatan lain, sampai Anda yakin, diri Anda sudah tenang.
○●•˚˚˚☹˚˚˚°◦.☺
2. Kenali apa penyebab/provokasi kemarahan Anda
Kenali lebih jauh apa yang menyebabkan emosi Anda begitu terusik.
Apakah situasi yang tidak menyenangkan, dan membuat amarah berkecamuk?
Atau peristiwa tertentu yang membuat Anda menjadi temperamental karena menyangkut diri Anda, dan cenderung merugikan?
Ataukah perilaku, sikap, ucapan, perlakuan atau pesan, tulisan, catatan dari seseorang yang memicu amarah Anda?
Jika sudah menemukan siapa atau apa akar masalahnya, tegaskan apakah itu hanya asumsi Anda atau memang realitas.
Pastikan juga Anda menemukannya sendiri secara langsung, dan bukan sekadar rumor yang hanya ingin mengadudomba.
○●•˚˚˚☹˚˚˚°◦.☺
3. Gunakan pendekatan rasional
Pastikan Anda masih dapat berpikir rasional dalam bertindak, meski emosi sedang tinggi.
Pikirkan kembali, kerangkakan masalahnya, dan cari alasan apa sebenarnya yang terjadi, dan kenapa Anda sangat marah.
Pendekatan secara rasional ini perlu untuk menemukan solusi.
Apakah masalah ini memicu kemarahan di masa lalu yang tak terselesaikan?
Atau apakah kejadian sekarang ini hanya untuk memprovokasi amarah Anda atas masalah di masa lalu?

Cari tahu juga apa yang sebenarnya membuat Anda marah.
Ucapannya atau masa lalu yang diungkit kembali?

Bagaimana perasaan Anda sebenarnya, dan apa yang perlu diubah atau dilakukan dalam kondisi sekarang?

Pertanyaan-pertanyaan ini perlu Anda pikirkan, dan Anda jawab dengan rasional sebelum bertindak lebih tak terkontrol lagi.
Bisa jadi, orang yang memicu kemarahan Anda memang sedang mengalami hari yang buruk, dan butuh sedikit saja toleransi dari Anda.
Mungkin saja dia tak bermaksud menyakiti perasaan Anda.
○●•˚˚˚☹˚˚˚°◦.☺
4. Ubah keadaan setelah mendapatkan akar masalah
Begitu Anda sudah mengenali akar masalahnya, dan konteks serta masalah dibalik kejadian yang memprovokasi amarah, lakukan sesuatu untuk mengubah keadaan.
Berikan pernyataan dengan lebih dahulu klarifikasi perasaan Anda tentang situasi yang menegangkan tersebut.
Kenali apakah peristiwa yang provokatif tersebut memicu amarah karena terkait dengan perasaan negatif di masa lalu.

Identifikasikan amarah yang tak tuntas tersebut, dan selesaikan saat itu juga.

Jangan mengungkit yang lalu karena hanya akan menghabiskan energi Anda.

Jika sudah mengatasi amarah ini, Anda akan lebih rasional bersikap.

Tambahkan saja sedikit humor dalam menanggapi masalah untuk mengurasi atau membuang amarah Anda.

Jika masih juga emosi, dan tak tertahankan, jangan berkata atau menanggapi keadaan dengan emosi.

Tinggalkan ruangan, cari obyek pelampiasan amarah seperti buku harian.
Tuliskan amarah Anda, dan utarakan semua kekesalan.

Cara ini setidaknya membantu melampiaskan energi negatif dalam diri.

Berteriak di lapangan atau area yang sepi pengunjung juga bisa menjadi solusi.
Atau ingin ke pusat karaoke dan menyanyi sekerasnya? Boleh juga, tak akan ada yang terganggu bukan?
○●•˚˚˚☹˚˚˚°◦.☺☺☺☺
█〬☺██〬☺██〬☺██〬☺█
.

◥█Makna Salam█◣ 
Oleh : Mas Arifin Salamun 


◥█Makna Salam█◣
Oleh : Mas Arifin Salamun

◥█☺█◙█☺█◣
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dan Abu Dawud, Rasulullah pernah bersabda:
" Anda semua tidak akan masuk surga kecuali jika Anda seorang mukmin, dan Anda belum sempurna di sebut seorang mukmin kecuali jika Anda sekalian saling mencintai dan mengasihi. Apakah Anda sekalian suka jika aku tunjukkan sesuatu perbuatan yang jika Anda melakukannya, Anda sekalian akan saling mencintai dan saling mengasihi ? Tebarkan salam diantara Anda semua''.

Setidaknya ada dua pesan penting yang bisa kita ambil dari hadits diatas, dan kedua pesan tersebut memiliki hubungan erat yang saling berantai.

Pertama pesan tentang iman, dan kedua pesan tentang persaudaraan.
Kedua pesan ini saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya saling melengkapi.
Masalah iman adalah pokok dari segalanya.
Dengan ungkapan dan bahasa lain, Rasulullah seakan bersabda kepada kita, jika Anda sekalian ingin masuk surga, maka berimanlah. Dan iman Anda belumlah sempurna kecuali setelah Anda sekalian saling mencintai.

Tampak sekali hubungan erat dari dua masalah ini, sebab untuk meraih kebahagiaan akhirat memang syaratnya tidak cukup hanya dengan membawa iman, tetapi tabungan amal yang cukup juga sangat menentukan.
Diantara amal yang dipesankan Rasulullah adalah kepedulian kita terhadap orang lain dengan saling mengasihi dan saling mencintai.
Ujung hadits ini menuturkan bahwa jalan yang perlu ditempuh untuk meningkatkan kepedulian kita dengan saudara seiman dan orang-orang sekeliling kita adalah dengan menebarkan salam.
Dan salam, sebagaimana yang telah kita pahami adalah mengucapkan "Assalamu`alaikum warohmatullohi wabarokatuh".

Jika memang demikian, maka pesan Rasulullah : Tebarkan salam, maksudnya adalah senantiasa mengucapkan "Assalamu`alaikum warohmatullohi wabarokatuh" setiap kali kita bertemu dengan saudara-saudara kita yang seiman dan se aqidah.
Mengucapkan salam berarti mendoakan.
Mendoakan agar orang yang menerima salam kita mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan serta keberkahan dalam hidupnya.
Jika kebiasaan mendoakan saudara kita dengan mengucapkan salam menjadi sebuah tradisi yang kontinyu dan berkesinambungan dalam hidup kitasehari-hari, Rasulullah - dalam hadits diatas - menjamin akan terciptanya suasana harmonis dan rukun dalam kehidupan, sehingga hidup ini makin barokah dan bermakna.
Jika memang demikian, alangkah mudahnya menciptakan keharmonisan dan kerukunan dalam hidup ini.
Cukup dengan mentradisikan salam di setiap bertemu dengan saudara seiman.
Sangat praktis dan mudah, bahkan mungkin sangat ekonomis sebab memang tidak membutuhkan biaya sepeserpun.

Permasalahannya, realitas dalam kehidupan tentu berbeda.
Banyak orang yang terbiasa mengucapkan salam, namun hatinya masih tetap keras dan tidak peka dalam kehidupan.
Ia memang sudah mengamalkan pesan Nabi agar menebarkan salam, namun ia belum mampu meraih buah dari sebuah doa yang dikemas dalam kata salam.
Mengapa demikian ?

Apakah Rasulullah salah memberikan tuntunan bahwa kunci keharmonisan adalah menebarkan salam ?
Tentu saja tidak salah.
Rasulullah memberikan tuntunan bahwa kunci keharmonisan adalah menebarkan salam.
Namun maksudnya tentu tidak sekedar mengucapakan "Assalamu`alaikum warohmatullohi wabarokatuh" pada setiap kali bertemu dengan saudara seiman, namun yang dikehendaki Rasulullah tentu lebih dari itu.

Kata salam berasal dari bahasa arab, secara etimologi artinya keselamatan, kedamaian, ketenteraman, kenyamanan dan penghormatan.
Lalu dari kata salam, dikemas lafadz doa : "Assalamu`alaikum warohmatullohi wabarokatuh" yang kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi : " Semoga Allah melimpahkan keselamatan, kasih sayang dan keberkahan kepadamu sekalian".

Jika kita mau merenungkan makna salam, baik dari segi makna etimologi maupun makna yang terkandung dalam lafadz doa :
"Assalamu`alaikum warohmatullohi wabarokatuh", maka kita akan menemukan jawaban bahwa yang dikehendaki Rasulullah dengan pesan " tebarkan salam diantara Anda sekalian" adalah menyebarkan keselamatan, kedamaian, ketenteraman, kenyamanan dan penghormatan diantara umat manusia dan bukan sekedar mengucapkan "Assalamu`alaikum warohmatullohi wabarokatuh" saja, lalu keharmonisan hidup tercapai dengan mudah.

Jadi disamping mengamalkan pesan Nabi dengan membiasakan diri bersalam ketika bertemu dengan saudara seiman, hendaknya kita juga memtradisikan menebarkan makna salam secara lebih jauh.
Artinya, jika saudara kita berada dalam kondisi yang jauh kurang baik, hidupnya miskin dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, maka menjadi tugas kita menebarkan salam dengan menyantuni mereka, agar makna salam menjadi nyata dalam kehidupan.

Demikian pula jika diantara saudara-saudara kita ada yang berada sakit, atau menderita penyakit yang sudah sekian lama belum tersembuhkan karena ketiadaan biaya pengobatan, atau kesulitan belajar, dan lain sebagainya, maka disaat itulah kesempatan kita menunaikan pesan Nabi untuk menebarkan salam agar keselamatan, kedamaian, ketenteraman dan kenyamanan juga dirasakan olehnya.

contoh : Kita bantu saudara kita yang sakit dengan mengobatkannya kerumah sakit, kita bantu teman kita yang kesulitan belajar, dan semua hal yang kurang baik yang menimpa saudara kita, adalah menjadi kewajiban kita untuk menyelamatkannya, memberikan kedamaian, ketenteraman dan kenyamanan.

Kesimpulannya, disamping kita membiasakan diri mengucapkan salam ketika bertemu dengan saudara-saudara kita yang seiman dan seaqidah, kita juga harus menterjemahkan makna salam dalam segala aspek kehidupan sehingga kalimat salam tidak hanya sekedar menjadi ucapan, tetapi menjadi amal perbuatan yang mengantarkan umat Islam menjadi saling mengasihi dan mencintai sehingga tuntunan Rasulullah bahwa menebarkan salam adalah kunci keharmonisan hidup menjadi kenyataan dan terbukti.

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk mampu menebarkan salam baik secara ucapan maupun secara amaliah lahiriyah yang menjadi makna salam.
Tebarkan salam.
Tebarkan keselamatan, kedamaian, ketenteraman dan kenyamanan.
◥█¤█◙█¤█◣
◥█☺█◙█☺█◣

Selasa, 29 Maret 2011

^_^ RENUNGAN MALAM, SEMOGA BERMANFAAT, INSYA ALLAH, AAMIIN ^_^ by Muhammad Zainuddin 


^_^ RENUNGAN MALAM, SEMOGA BERMANFAAT, INSYA ALLAH, AAMIIN ^_^ by Muhammad Zainuddin

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sahabat, ketika kesulitan hidup itu datang, hati berubah gundah, kesana-kemari seolah mencari sesuatu yang hilang.
Tekanan darah naik, darah pun mengalir tak beraturan, menekan keras ke otak hingga membuatnya panas, lalu mengendap di dada menekan paru-paru hingga nafas terasa berat, detak jantung tidak menentu, dada berdebar-debar menekan balik darah.
Sementara itu keringat dingin pun membeku, dan sekujur tubuh terasa pegal.

Emosi kian memuncak, dengan sorotan mata yang tajam dan pikiran berputar-putar mengitari tumpukan segala kegundahan.
Setiap orang pasti pernah mengalami saat-saat sulit dalam menjalani kehidupannya.
Kadang kesulitan itu memang membuat seseorang frustasi, bingung, stres, panik, putus asa dan sikap negatif lainnya.
Namun hal ini hanya terjadi pada kebanyakan orang yang hidupnya jauh dari tuntunan Al-Qur`an.

Jauhnya mereka dari tuntunan Al Qur'an menyebabkan mereka gampang gelisah, tegang, dan marah.
Mereka menjalani kehidupan ini dengan beban masalah dan tekanan batin yang luar biasa beratnya, sehingga menjauhkan mereka dari kebahagiaan hidup.
Seorang mukmin tentu berbeda dalam menyikapi berbagai kesulitan hidup yang dihadapinya.
Mereka memahami bahwa kesulitan atau ujian diberikan oleh Allah dalam rangka menguji hamba-Nya.
Dan mereka tahu bahwa kesulitan itu dibuat untuk membedakan antara mereka yang benar-benar beriman dan mereka yang memiliki penyakit di hatinya, yaitu mereka yang tidak tulus dalam meyakini keimanan mereka.
Karena itu, ujian atau kesulitan yang hadir dalam kehidupan kita akan menunjukkan siapakah kita sebenarnya.
Allah menjelaskan melalui firman-Nya, bahwa Dia akan menguji manusia untuk melihat siapakah yang benar-benar beriman.
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar." (Ali Imran: 142)

"Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin)...."(al-Baqarah: 179)

Ketika membaca terjemahan ayat tersebut, hendaknya semakin menambah kesadaran kita bahwa kehidupan ini memang dipenuhi dengan aneka masalah dan berbagai kesulitan.
Karena dunia ini merupakan Darut Taklif, maksudnya adalah tempat pembebanan.
Tidak ada seorang pun yang terbebas dari masalah selama mereka hidup di dunia.
Dan sungguh merugi orang yang larut dalam kesedihan, kesedihan yang panjang justru akan semakin menyulitkan diri dalam menghadapi masalah.
Hanya dengan keberanian untuk bangkit dan bersabar, kesulitan itu akan terasa mudah.
Berbahagialah orang yang mampu bersabar dalam menghadapi setiap kesulitan hidup, karena Allah beserta orang-orang yang sabar.

Wallahu a'lam.
Semoga ada hikmahnya.
Cari dan teruslah mencari cinta Ilahi.
Salam persaudaraan selalu...
hahayy... prikitieww ^_^

Senin, 28 Maret 2011

Penggandaan nama Din Dra Facebook (tanpa izin pemiliknya)

.
◙◙█▓▓▂▃▄▇█◙◙◙
Assalamu 'alaikum wr wb..
.
Saya Din Dra / Aqli Mahendra / egdin19@yahoo.com/ http://egdin19m1zn.blogspot.com
.
Dengan ini mengumumkan bahwa nama Din Dra di facebook telah di gandakan dengan nama Din Dra /jiwa_kosong60@yahoo.com atau yang lain2nya, tanpa seizin saya. Untuk tujuan apa saya juga tidak tahu..
.
Dengan demikian buat temen2, sahabat2, saudara2 yg kenal atau tidak harap cek betul2 mengenai Info apapun juga yang berasal dari Facebook dengan nama Din Dra/jiwa_kosong60@yahoo.com atau yang lainnya, Saya Din Dra / Aqli Mahendra / egdin19@yahoo.com/ http://egdin19m1zn.blogspot.com, tidak bertanggung jawab atas apapun yang di timbulkan dari akibat penggandaan nama Din Dra palsu tersebut.
.
Untuk mengecek Asli atau bukan bisa di klik di info profilnya.
.
Demikian atas perhatiannya terima kasih.
.
Wa alaikum salam wr wb.
Hormat Saya Din Dra / Aqli Mahendra / egdin19@yahoo.com/ http://egdin19m1zn.blogspot.com
28_03_2011
①Ξ▓Ξ★đѓη__đяα★Ξ▓Ξ⑨
.
.

Menempuh Perjalanan 1 hingga ke 9 untuk mencapai 0 sangat berat bagiku, ke "akhirat"siapa yg menemani..?

╱◥█◣  ╱◥██◣
︱︱田︱ ︱田︱田︱
www.egdin19m1zn.blogspot.com
.
.

OLEHTISME adalah JIWAKU
FANS LOVE adalah SIFATKU
ANKER adalah salam PERSAHABATANKU
BAHAGIA "SELAMANYA" adalah TUJUAN HIDUPKU


Ξ▓Ξ
Ξ▓Ξsalam "ANKER" ~⊙≈☺≈⊙~.

http://www.olehtismefanslove.blogspot.com
.
◙◙█▓▓▂▃▄▇█◙◙◙

Kamis, 24 Maret 2011

Empat Pola Pikir Orang Sukses 


Orang sukses punya pola pikir yang berbeda dengan pola pikir kebanyakan orang yang tidak sukses.

Apa saja?
AJ Hendro Sugianto dalam buku "Banyak Cara Menjadi Kaya" menyimpulkan empat pola pikir orang sukses, yaitu :

Sukses tidak ditentukan oleh nasib
Nasib seseorang sangat dipengaruhi oleh semua tindakan yang dilakukannya.
Tentu saja tindakan-tindakan itu dimotori oleh pola pikirnya. Menjadi orang sukses dan kaya atau menjadi orang gagal dan miskin bukanlah karena nasib, melainkan karena pola pikir dan tindakannya yang berakibat pada keadaan sekarang.
Untuk menjadi sukses dan kaya, orang harus berkemauan keras dan berusaha secara konsisten dari waktu ke waktu.
Untuk mencapai sukses yang besar, Anda harus meniru cara berpikir dan cara kerja orang sukses, yaitu mulai dengan sukses-sukses kecil setiap waktu dan dilandasi banyak kemampuan yang akan mempermudah jalan menunju sukses dan kaya.

Sukses adalah suatu kebiasaan
Orang sukses menjadi sukses sebagai suatu kebiasaan yang harus dijalani. Baginya, sukses bukanlah suatu destinasi (tujuan akhir), melainkan suatu proses perjalanan.

Setiap keputusan dan tindakan jitu yang Anda lakukan sudah merupakan sukses.
Dalam perjalanan hidup sehari-hari, Anda akan banyak mendapatkan sukses-sukses yang terkumpul menjadi sukses besar.
Sukses besar tidak dihasilkan hanya dari satu keputusan dan satu tindakan saja, melainkan merupakan akumulasi dari setiap sukses yang Anda peroleh sehari-hari.
Dengan demikian, sukses adalah suatu kebiasaaan positif didalam hidup seseorang.
Kegagalan adalah bagian dari sukses Orang sukses memandang kegagalan yang dialaninya sebagai bagian dari kesuksesan, sehingga tidak seharusnya membuatnya jera dan menghalangi peluang sukses di masa yang akan datang.

Kegagalan hanyalah suatu kesuksesan yang tertunda.

Justru dengan suatu kegagalan yang dialaminya ia akan bertambah pengalaman, aman, dan bertambah matang.
Ia bertambah gigih dan berhasil.
Sebaliknya, orang gagal akan memadang pengalaman gagalnya sebagai suatu trauma yang membuatnya jera dan takut untuk memulai lagi.
Orang sukses selalu berorentasi kepada solusi Dalam hidup, orang yang tidak akan pernah lepas dari masalah.
Orang sukses meyakini bahwa di balik suatu masalah pasti ada peluang dan solusinya.
Pola pikir seperti inilah yang membuatnya tahan uji dan tak mudah menyerah. Sebaliknya, orang gagal akan memandang adanya masalah di setiap solusi yang dibuat.
Akibatnya, ia cenderung pesimistis dalam menanggapi setiap peluang,.
Ia lebih memilih status quo yang dirasa paling aman baginya.

Orang gagal biasanya takut nmcooba. Baginya lebih baik berdiam diri daripada mencoba dan gagal.

Antara Akal dan Hati

Kehidupan manusia itu ada lahir dan ada batinnya.
Persoalan kehidupan lahir manusia jelas dapat dilihat dan mudah dapat difahami.
Tetapi persoalan kehidupan batin manusia bersifat maknawiyah.
Batin itu sendiri bermaksud tersembunyi.
Oleh karena itu, ia lebih sukar untuk dilihat dan lebih sukar lagi untuk difahami .
Justru itu kita lihat, banyak manusia mampu menyelesaikan dan memenuhi keperluan kehidupan lahiriah mereka.
Baik dalam soal makan minum, pakaian, kesehatan, tempat tinggal, kerja dan sebagainya.
Tetapi dalam soal keperluan kehidupan batiniah mereka, masih banyak manusia yang teraba-raba dan mencari-cari.
Sebab itu, banyak manusia masih bergantung dengan akal dalam mengarungi kehidupan batiniah mereka seolah-olah akallah yang layak dan mampu untuk dijadikan panduan dan sandaran.
Mereka merasakan akal sudah cukup untuk mencari Tuhan.
Mereka merasakan akal sudah cukup untuk memimpin manusia. Mereka merasakan akal sudah cukup untuk menghindar manusia dari berbuat maksiat dan kemungkaran.
Mereka merasakan akal sudah cukup untuk mendorong manusia beribadah dan berbuat kebaikan.
Mereka juga merasakan akal sudah cukup untuk memelihara mereka dari terjebak dan terjerumus ke dalam keruntuhan akhlak dan moral.

Disebabkan akal bisa berfikir dan bisa menghasilkan rumusan yang logik, maka banyak yang mengambil akal sebagai tempat rujukan dan bersandar kepada akal untuk mendapat pimpinan.
Diserahkan kepada akal supaya seseorang itu menjadi baik.
Diserahkan juga kepada akal agar seseorang itu tidak berlaku jahat.
Hanya karena akal itu kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, maka diserahkan kepada akal untuk membuat pilihan.
Akal memang bisa menimbang di antara yang baik dan yang buruk, di antara yang merugikan dan yang menguntungkan dan di antara yang selamat dan yang berbahaya.
Tetapi akal tidak mampu memilih.
Akal tidak mampu memihak.
Sifat akal adalah berkecuali atau "neutral".
Apa pun bentuk tindakan yang diambil oleh seseorang itu bukanlah disebabkan oleh apa yang difikirkan oleh akalnya tetapi apa yang didorong oleh nafsu atau apa yang dirasakan oleh hatinya.
Logikanya akal itu dipengaruhi oleh nafsu atau hati.
Kalau hati baik dan bersih dan nafsu terdidik, maka hati akan bertindak mengikuti apa yang difikirkan logika dan baik oleh akal.
Tapi kalau hati kotor dan jahat dan nafsu rakus, maka nafsu bisa mengalahkan logika akal dan akan bertindak mengikuti kemahuannya walaupun ianya bertentangan dengan pertimbangan akal.
Oleh karena itu, menyerahkan baik buruk seseorang itu pada logika akalnya adalah satu perbuatan yang tidak masuk akal.
Untuk menentukan seseorang itu menjadi baik bukanlah dengan membina akalnya tetapi dengan membina hatinya dan mendidik nafsunya.
Kita tidak boleh menyerahkan anak kita kepada kemampuan akalnya dan ilmunya semata-mata dan mengharap dia akan jadi baik.
Hatinya mesti dibina dan nafsunya mesti dididik.
Amalan dan akhlak yang baik itu terpancar dari hati yang baik.
Amalan dan akhlak yang buruk pula terpancar dari hati yang jahat.
Ia tidak ada kena-mengena dengan akal.
Hanya kalau hati baik dan akal bijak, maka akan timbullah banyak ide2 bagaimana hendak berlaku baik.
Tapi kalau hati jahat dan akal bijak maka akan timbullah banyak ide2 bagaimana hendak berbuat jahat.

Rasulullah SAW ada bersabda: Maksudnya: "Dalam diri anak Adam itu ada seketul daging. Kalau baik daging itu maka baiklah orangnya. Kalau jahat daging itu, maka jahatlah orangnya.
" Oleh karena itu, sangat bahaya kalau akal dibina tetapi hatinya dan nafsunya diabaikan.
Dia akan menjadi sejahat-jahat manusia karena kejahatannya akan dibantu oleh kepandaian, keahlian berfikir akalnya.
Dia akan menjadi penjahat yang licik dan pandai menyembunyikan kejahatannya.


Nah.. Termasuk yang mana hati kita ?
.

Rabu, 23 Maret 2011

Jiwa Kosong “Tiga hal yang membuatmu menjadi manusia terbaik. Pertama, laksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadamu, niscaya engkau menjadi manusia yang paling baikberibadah. Kedua jauhilah apa yang dilarang olehNya, niscaya engkau menjadiorang yang zuhud. Dan ketiga, terimalah dengan ridha rizki yang Allah berikan kepadamu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.”

Jiwa Kosong "Tiga hal yang membuatmu menjadi manusia terbaik. Pertama, laksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadamu, niscaya engkau menjadi manusia yang paling baikberibadah. Kedua jauhilah apa yang dilarang olehNya, niscaya engkau menjadiorang yang zuhud. Dan ketiga, terimalah dengan ridha rizki yang Allah berikan kepadamu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya."